Menhan Sjafrie Undang China Ikut Latihan Militer Heping Garuda 2026, Kerja Sama Pertahanan Diperkuat
Ule.co.id – Menhan Sjafrie: RI undang China ikut latihan militer Heping Garuda [titlebase] menjadi sorotan utama dalam pertemuan bilateral antara Menteri Pertahanan Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Menhan China, Laksamana Dong Jun, yang berlangsung di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, pada 21 Agustus 2026.
Pertemuan tersebut menegaskan komitmen kedua negara untuk memperluas kerja sama pertahanan yang telah berlangsung sejak 2007. Sjafrie menekankan bahwa perjanjian Defence Cooperation Agreement (DCA) dengan China telah berjalan hampir dua dekade, dan kini akan ditingkatkan tidak hanya pada aspek material, melainkan juga pada peningkatan kemampuan personel melalui latihan bersama, pendidikan, serta pertukaran prajurit hingga tingkat tamtama dan bintara.
Dalam konteks itu, Menhan Sjafrie: RI undang China ikut latihan militer Heping Garuda [titlebase] secara resmi diumumkan. Heping Garuda 2026 direncanakan dilaksanakan pada bulan September hingga Oktober di wilayah Sumatra, sebagai bagian dari rangkaian latihan militer bersama yang memperkuat interoperabilitas antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Tentara Pembebasan Nasional (PLA) China.
Latihan Heping Garuda, yang pertama kali dibahas dalam koordinasi antar matra laut Indonesia‑China pada akhir Oktober 2024, akan melibatkan unit-unit udara, laut, dan darat dari kedua negara. Fokus utama latihan mencakup operasi bersama dalam skenario pertahanan maritim, penanggulangan terorisme, serta penanganan bencana alam, yang menjadi prioritas keamanan kawasan.
Selain latihan bersama, kesepakatan juga mencakup program pendidikan militer bagi personel TNI. Menhan Sjafrie: RI undang China ikut latihan militer Heping Garuda [titlebase] sekaligus menegaskan bahwa TNI akan mengirimkan prajurit dari semua tingkatan, termasuk perwira, bintara, dan tamtama, untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan di akademi militer China. Program ini diharapkan meningkatkan kualitas sumber daya manusia militer Indonesia serta memperdalam pemahaman taktik dan strategi modern.
Dalam kunjungan resmi, Dong Jun juga diundang menginap semalam di Bali, dimana ia diajak mengunjungi Garuda Wisnu Kencana dan tempat-tempat wisata budaya lainnya. Gestur ini mencerminkan kedekatan hubungan bilateral yang tidak hanya bersifat militer, namun juga melibatkan aspek diplomatik dan kebudayaan.
Menhan Sjafrie menegaskan bahwa kerja sama pertahanan ini tidak hanya terbatas pada latihan Heping Garuda. Kedua pihak sepakat untuk memperluas kerja sama industri pertahanan, termasuk transfer teknologi, pembangunan pabrik bersama, dan kolaborasi dengan perusahaan pertahanan domestik seperti PT Pindad, yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 2027.
Dengan latar belakang meningkatnya dinamika keamanan di kawasan Indo‑Pasifik, kedua negara menekankan pentingnya menjaga stabilitas regional dan menolak segala bentuk intervensi asing. Dong Jun menambahkan bahwa kerja sama ini akan memperkuat kemampuan pertahanan bersama dalam menghadapi ancaman eksternal.
Secara keseluruhan, inisiatif Menhan Sjafrie: RI undang China ikut latihan militer Heping Garuda [titlebase] menandai langkah signifikan dalam memperdalam hubungan militer Indonesia‑China, sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang aktif dalam membangun kemitraan strategis yang berimbang di kawasan.

