Pertandingan Qarabag vs Twente Ditunda Badai Petir, Twente Siapkan Formasi Baru untuk Kejar Kemenangan
Ule.co.id – Pertandingan qarabag vs twente yang dijadwalkan pada Kamis malam di Baku terancam penundaan setelah hujan badai disertai petir mengguyur lapangan. Wasit asal Norwegia, Rohit Saggi, memutuskan agar kedua tim kembali ke ruang ganti sesaat sebelum kickoff, menegaskan bahwa kondisi cuaca tidak memungkinkan pemain tetap berada di luar. Keputusan ini membuat pemanasan tim FC Twente harus dihentikan secara mendadak, meninggalkan para pemain dan suporter dalam ketidakpastian.
Leg kedua play‑off UEFA Conference League ini menjadi krusial bagi Twente. Setelah mengalami kekalahan tipis 1‑0 di leg pertama yang digelar di De Grolsch Veste, tim asuhan John van den Brom membutuhkan selisih dua gol untuk melaju ke fase liga, sementara selisih satu gol akan memaksa pertandingan masuk ke perpanjangan waktu. Dengan skor defisit, Twente bertekad mengubah nasib melalui serangan yang lebih tajam dan pertahanan yang solid.
Berbeda dari susunan pada leg pertama, pelatih Van den Brom melakukan dua perubahan penting dalam starting XI. Max Bruns dan Younes Taha masuk sebagai starter, menggantikan Aske Adelgaard dan Marko Pjaca yang kembali duduk di bangku cadangan. Di bawah mistar gawang, Lars Unnerstall tetap menjadi pilihan utama, sementara lini belakang didominasi oleh Bart van Rooij, Robin Pröpper, Ruud Nijstad, dan Bruns. Duo gelandang bertahan Ramiz Zerrouki dan Daouda Weidmann tetap dipertahankan, mendukung Daan Rots yang kembali mengisi peran nomor sepuluh. Pada lini depan, formasi menampilkan Taha, Wout Weghorst, dan Sondre Ørjasæter sebagai ujung tombak.
- Penjaga gawang: Lars Unnerstall
- Pertahanan: Bart van Rooij, Robin Pröpper, Ruud Nijstad, Max Bruns
- Gelandang bertahan: Ramiz Zerrouki, Daouda Weidmann
- Gelandang serang: Daan Rots
- Penyerang: Younes Taha, Wout Weghorst, Sondre Ørjasæter
Penundaan ini menambah ketegangan pada jadwal pertandingan UEFA Conference League yang padat pada akhir pekan itu. Pada malam yang sama, KuPS menghadapi Shamrock Rovers dalam laga pembuka kualifikasi, diikuti satu jam kemudian oleh pertandingan qarabag vs twente. Sementara itu, di panggung Eropa lainnya, Chelsea dan Barcelona akan tampil di kompetisi domestik masing‑masing, menambah sorotan pada malam pertandingan.
Jadwal lengkap pada 27‑28 Agustus 2026 menampilkan beragam laga, termasuk Chelsea melawan Luton Town di Carabao Cup dan Barcelona menghadapi Athletic Bilbao di La Liga. Kedua klub besar tersebut menjadi magnet perhatian, namun pertandingan qarabag vs twente tetap menjadi sorotan utama bagi penggemar sepakbola Belanda dan Azerbaijan karena implikasi langsung pada kelanjutan Twente di kompetisi UEFA.
Di luar sorotan utama, FC Twente juga mengumumkan perkembangan mengenai pemain muda Mees Hilgers. Meskipun masih berlatih bersama tim B setelah kembali dari cedera, pelatih John van den Brom menegaskan bahwa Hilgers belum siap untuk kembali ke skuad utama. Proses rehabilitasi masih berjalan, namun pemain berusia 25 tahun tersebut telah mengikuti latihan penuh setiap hari, menunjukkan progres positif dalam upaya kembali ke lapangan.
Kondisi cuaca di Baku menjadi faktor tak terduga yang memaksa otoritas kompetisi menilai kembali jadwal. Hingga kini, belum ada kepastian berapa lama penundaan akan berlangsung. Pihak penyelenggara menunggu perkiraan cuaca selanjutnya sebelum menentukan apakah pertandingan akan dilanjutkan pada hari yang sama atau dijadwalkan ulang.
Jika pertandingan akhirnya dilanjutkan, Twente harus memanfaatkan perubahan taktik dan kehadiran pemain baru untuk menekan lawan. Wout Weghorst, striker berpengalaman, diharapkan menjadi ancaman utama di area penalti, sementara Younes Taha dapat menambah variasi serangan melalui sayap. Di sisi lain, Qarabag FK akan mengandalkan keunggulan kandang dan dukungan suporter lokal untuk menahan tekanan.
Secara keseluruhan, pertandingan qarabag vs twente tidak hanya menjadi ujian teknis, melainkan juga tantangan mental bagi kedua tim. Penundaan karena badai petir menambah elemen ketidakpastian, namun juga memberi kesempatan bagi pelatih untuk meninjau taktik dan menyesuaikan strategi. Para pendukung Twente diharapkan tetap mendukung tim walau cuaca tidak bersahabat, sementara para suporter Qarabag menanti kesempatan memperpanjang keunggulan mereka di babak pertama.

