analitik

ca platense Lolos ke Perempat Final Copa Argentina Usai Adu Penalti Dramatis

Ule.co.id – ca platense menorehkan kemenangan penting setelah mengalahkan Instituto lewat adu penalti di Stadion Marcelo Bielsa, Rosario. Pertandingan berakhir 1-1 pada waktu reguler, namun keberanian kiper Juan Pablo Cozzani mengamankan tiga tendangan penalti, membawa tim ke perempat final Copa Argentina melawan Estudiantes de La Plata.

Babak pertama dimulai dengan keunggulan Instituto lewat gol cepat Matías Tissera pada menit ke-27. Tissera, yang berposisi di sisi kanan, melepaskan tembakan keras yang tak terhalang oleh pertahanan ca platense, memberi keunggulan 1-0. Namun, serangan balik ca platense tidak lama kemudian. Pada menit ke-35, Nicolás López menembakkan bola yang diblokir oleh kiper Marcos Ledesma, namun reboundnya dimanfaatkan oleh Nicolás Retamar yang mengoper kepada Tomás Silva. Silva menyiapkan bola dengan tepat, menambah satu gol yang menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Baca juga:
Arema FC Fokus Perbaikan, Tidak Kejar Gelar Juara Super League Saat Ini

Setelah 90 menit, kedua tim harus menempuh babak adu penalti. Di sinilah Juan Pablo Cozzani tampil sebagai pahlawan. Ia menahan tiga tendangan dari Diego Sosa, Facundo Suárez, dan Jonás Acevedo. Sementara pihak Instituto berhasil mengeksekusi tiga penalti mereka melalui Franco Zapiola, Agustín Lagos, dan Bautista Merlini, hasil akhir menjadi 3-1 untuk ca platense. Penampilan gemilang Cozzani menjadi sorotan utama, menegaskan pentingnya ketangguhan mental dalam laga penentuan.

Dengan kemenangan ini, ca platense melaju ke delapan besar Copa Argentina dan akan menghadapi Estudiantes de La Plata di perempat final. Estudiantes sebelumnya mengalahkan Barracas Central dengan skor 3-1, menambah tantangan bagi ca platense yang kini harus menyiapkan strategi khusus untuk melawan tim yang memiliki tradisi kuat di kompetisi domestik.

Sementara itu, nama Kily González kembali menjadi perbincangan. Mantan pelatih ca platense ini baru saja ditunjuk sebagai pelatih kepala Inter Miami, menggantikan Guillermo Hoyos. Kily, yang pernah mengelola ca platense selama 14 pertandingan pada tahun 2023, kini melangkah ke panggung internasional setelah mengumpulkan pengalaman di Rosario Central, Unión de Santa Fe, dan tentu saja ca platense.

Karier kepelatihan Kily González mencatat rekor 2 kemenangan, 5 hasil imbang, dan 7 kekalahan selama masa singkatnya di ca platense. Meskipun tidak membawa trofi, ia berhasil menstabilkan tim dalam situasi sulit, terutama menjelang fase knockout Copa Argentina. Pengalaman tersebut diyakini menjadi modal penting dalam tantangan barunya di MLS, di mana ia akan berusaha mengembalikan performa Inter Miami yang sedang mengalami kemerosotan.

Baca juga:
Shin Tae‑yong Puaskan Taktik, Persija Dominasi Police Tero 2‑1 dalam Persija vs Police Tero Uji Coba di Bangkok

Keberhasilan ca platense di Copa Argentina ini menjadi bagian dari musim historis klub. Tim yang dipimpin oleh Martín Palermo, mantan legenda Boca Juniors, kini menunjukkan kemampuan bertahan dan menyerang yang seimbang. Dukungan suporter yang fanatik di Rosario turut memacu semangat pemain, terutama menjelang laga melawan Estudiantes yang dijadwalkan beberapa minggu mendatang.

Berikut rangkuman statistik penting pertandingan:

  • Skor akhir reguler: Instituto 1 – 1 ca platense
  • Penalti berhasil ca platense: Juan Pablo Cozzani (3 penyelamatan)
  • Pencetak gol ca platense: Tomás Silva (1 gol)
  • Pencetak gol Instituto: Matías Tissera (1 gol)
  • Penalti berhasil Instituto: Franco Zapiola, Agustín Lagos, Bautista Merlini

Dengan momentum ini, ca platense berharap dapat melaju lebih jauh, menambah kebanggaan bagi kota Rosario dan menegaskan posisinya sebagai salah satu kompetitor utama di kompetisi domestik maupun internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *