Persib ACL 2026: Maung Bandung Siap Hadapi Grup Berat di ACL Two
Ule.co.id – Persib Bandung kembali menjadi sorotan utama setelah mengamankan tiket grup AFC Champions League (ACL) Two 2026/2027 dengan kemenangan tipis 1-0 atas Manila Digger di Stadion Si Jalak Harupat pada 31 Agustus 2026. Gol penentu kemenangan dicetak oleh winger asal Argentina, Mariano Peralta, pada menit ke-89, menambah catatan penting Maung Bandung di kompetisi tingkat Asia.
Dengan hasil tersebut, Persib resmi bergabung di Grup E bersama tiga tim kuat: FC Seoul dari Korea Selatan, Melbourne Victory dari Australia, dan The Cong‑Viettel FC dari Vietnam. Jadwal grup menuntut Persib untuk memulai perjalanan di luar negeri, yakni menyeberang ke Seoul World Cup Stadium pada 16 September 2026 untuk menghadapi FC Seoul, tim yang menduduki peringkat enam Liga Korea dan pernah dua kali menjadi runner‑up ACL Elite.
Jadwal tersebut bertepatan dengan apa yang disebut “pekan neraka” bagi Persib. Sebelum terbang ke Korea, klub harus menyambangi rival beratnya, Persija Jakarta, di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 12 September 2026. Pertarungan dua raksasa Indonesia ini diprediksi akan menjadi laga penentu semangat tim menjelang tantangan internasional.
Manajer tim, Igor Tolić, menegaskan pentingnya persiapan mental dan taktis menjelang dua laga krusial tersebut. “Kami harus menjaga konsistensi performa, baik di liga domestik maupun di panggung Asia. Setiap menit di lapangan harus dimanfaatkan,” ujarnya dalam konferensi pers di Bandung.
Selain fokus pada kompetisi klub, Persib juga harus menyesuaikan skuad dengan regulasi kompetisi domestik. Karena batas maksimal 11 pemain asing di Liga 1, manajemen memutuskan meminjamkan striker asal Brasil, Ramon Tanque, ke klub India Chennaiyin FC. Keputusan ini diambil untuk memastikan komposisi tim tetap optimal tanpa melanggar peraturan, sekaligus memberi Ramon kesempatan bermain lebih banyak.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartaba, Adhitia Putra Herawan, menjelaskan, “Peminjaman Ramon bukan berarti menurunkan kepercayaan pada pemain, melainkan strategi untuk menyeimbangkan skuad dan memberikan pengalaman internasional bagi pemain muda kami.”
Di sisi lain, keberhasilan Persib di ACL Two turut memicu kegembiraan besar di kalangan suporter. Bobotoh, sebutan bagi pendukung setia Persib, dikenal dengan fanatisme yang mendalam. Sejak era BIVB pada 1920-an, tradisi mendukung Maung Bandung terus berkembang, menciptakan atmosfer stadion yang selalu dipenuhi warna biru. Komunitas suporter seperti Viking Persib Club, Bomber, La Curva Pasundan, dan Flowers City Casuals menjadi pilar utama dalam menghidupkan semangat tim.
Bobotoh tidak hanya hadir di Stadion Si Jalak Harupat, melainkan juga menyebar ke berbagai kota di Indonesia dan mancanegara, menjadikan dukungan mereka sebagai salah satu aset tak ternilai bagi Persib. “Kami selalu mendukung tim, baik di saat suka maupun duka. Kemenangan ini adalah bukti kerja keras semua pihak,” ujar salah satu anggota komunitas Bobotoh di Bandung.
Di panggung internasional, Persib harus siap menghadapi gaya permainan yang beragam. FC Seoul dikenal dengan taktik pressing tinggi dan kecepatan, sementara Melbourne Victory mengandalkan serangan balik yang terorganisir. The Cong‑Viettel, meski masih relatif baru di kancah Asia, memiliki pemain muda berbakat yang dapat menjadi ancaman tak terduga.
Analisis taktik tim menunjukkan bahwa Igor Tolić kemungkinan akan menurunkan formasi 4‑3‑3, memanfaatkan kecepatan sayap Peralta dan kedalaman lini tengah untuk mengontrol tempo permainan. Sementara pertahanan akan mengandalkan pengalaman pemain veteran untuk menahan serangan cepat lawan.
Berita lain yang turut mencuri perhatian publik pada pekan yang sama adalah pengumuman pensiun Lionel Messi dari sepak bola internasional. Meskipun tidak berhubungan langsung dengan Persib, keputusan sang legenda menambah nuansa emosional pada dunia sepak bola global, yang sekaligus menyoroti pentingnya setiap kesempatan yang dimiliki klub-klub Asia untuk menampilkan diri di panggung internasional.
Dengan jadwal yang padat dan lawan yang tangguh, Persib harus memaksimalkan setiap latihan, mengoptimalkan strategi, serta mengandalkan dukungan Bobotoh yang tak pernah padam. Jika berhasil, Maung Bandung tidak hanya akan menorehkan prestasi di ACL Two, tetapi juga mengukir sejarah baru bagi sepak bola Indonesia di kancah Asia.

