Alisson Becker Tetap Menjaga Gawang Liverpool, Transfer Deadline Siapkan Perombakan Besar
Ule.co.id – Alisson Becker kembali menjadi sorotan utama setelah menjadi gawang utama Liverpool sejak kedatangannya pada Agustus 2018. Meskipun usianya kini menginjak 33 tahun, kiper asal Brazil ini tetap dianggap sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah klub, meski beberapa cedera mengganggu performa dalam beberapa musim terakhir.
Menjelang akhir jendela transfer musim panas 2026, Liverpool berada di posisi yang menegangkan. Pada hari terakhir, manajer Andoni Iraola bersama timnya masih aktif mengejar beberapa target strategis untuk memperkuat lini serang dan pertahanan. Salah satu nama yang paling menonjol adalah sayap kanan asal Senegal, Ismaila Sarr, yang dikabarkan mendapat tawaran sekitar £50 juta meski klub asalnya, Crystal Palace, menilai nilai pemain tersebut sekitar £70 juta.
Selain Sarr, Liverpool juga menaruh mata pada pemain muda berbakat, yakni Lucca Brughmans, penjaga gawang berusia 18 tahun dari Belgia. Kesepakatan senilai €35 juta sedang dalam pembahasan, meski klub Belgia menginginkan Brughmans tetap di sana untuk satu musim lagi. Jika kesepakatan ini tercapai, Alisson Becker akan tetap menjadi pilihan utama di antara dua laga pembuka Premier League, sementara Brughmans dapat dipersiapkan sebagai penerus jangka panjang.
Di sisi lain, Liverpool telah menyelesaikan beberapa transaksi penting. Penyerang muda Bradley Barcola resmi menandatangani kontrak senilai £123 juta, menambah opsi serang di sisi kiri. Sementara itu, dua pemain muda, Jeremy Jacquet dan Victor Munoz, yang tampil impresif dalam pertandingan persahabatan, mulai mendapatkan peluang lebih besar di skuad utama. Kedua pemain tersebut menjadi bukti bahwa Iraola tidak hanya mengandalkan bintang besar, tetapi juga mengoptimalkan talenta muda dalam tim.
Namun, tidak semua berjalan mulus. Penolakan tawaran £80 juta Manchester City untuk Cody Gakpo menandai keputusan klub untuk mempertahankan striker asal Belanda tersebut, meski tekanan dari pendukung semakin terasa. Di sisi lain, keputusan kontroversial dalam pertandingan melawan Nottingham Forest, di mana Alisson Becker diduga menjatuhkan Nico Williams, menghasilkan penalti yang kemudian diubah menjadi gol oleh Morgan Gibbs-White. Keputusan ini memicu perdebatan di kalangan pengamat, mengingat insiden serupa pernah terjadi pada Alisson sebelumnya saat menahan Matheus Nunes dalam laga melawan Manchester City.
Meski demikian, Alisson Becker tetap menjadi pilar pertahanan Liverpool. Performa konsistennya, terutama dalam dua pertandingan pembuka liga, memberikan rasa aman bagi tim. Sementara Giorgi Mamardashvili, penjaga gawang asal Georgia, belum berhasil merebut posisi utama, menandakan bahwa kompetisi di posisi kiper masih terbuka lebar.
Jika transfer deadline ini berhasil, formasi awal Liverpool diprediksi akan mengalami perubahan signifikan. Di lini tengah, Dominik Szoboszlai dapat kembali mengambil peran lebih ofensif, sementara Jeremie Frimpong diperkirakan tetap mengisi posisi kanan belakang, meski performanya harus ditingkatkan. Di lini serang, kehadiran Barcola dan potensi kedatangan Sarr akan memberikan pilihan taktik yang lebih beragam bagi Iraola, terutama dalam menghadapi tim-tim defensif yang kuat.
Selain aspek taktis, keputusan finansial klub juga menjadi sorotan. Dengan total pengeluaran mendekati £200 juta pada satu periode transfer, Liverpool harus menyeimbangkan antara investasi jangka panjang dan kebutuhan mendesak. Kesepakatan dengan Brughmans, meski belum final, menandakan komitmen klub dalam menyiapkan generasi berikutnya, sekaligus menjaga stabilitas keuangan.
Secara keseluruhan, akhir pekan transfer ini menjadi momen krusial bagi Liverpool. Dengan Alisson Becker tetap menjadi gawang utama dan potensi masuknya pemain-pemain baru seperti Ismaila Sarr dan Lucca Brughmans, harapan untuk memperbaiki posisi klasemen semakin kuat. Para pendukung kini menantikan apakah Iraola dapat mengoptimalkan skuad yang ada, atau harus menunggu musim depan untuk menyusun strategi baru.

