Marko Janković Optimis Qarabag Kembali ke Puncak, Sementara Mantan Pemainnya Bersinar di Eropa
Ule.co.id – Qarabag kembali menjadi sorotan utama dalam dunia sepak bola Azerbaijan setelah Marko Janković, gelandang asal Montenegro, menegaskan tekad timnya untuk merebut kembali gelar juara. Janković, yang telah memperkuat skuad sejak 2022, menyatakan bahwa fokus penuh klub kini tertuju pada kompetisi domestik setelah mengatasi tantangan jadwal padat.
“Selamat kepada Sabah, mereka tim yang kuat. Berjuang di dua kompetisi sekaligus dan bermain setiap tiga hari bukan hal mudah. Kami sudah terbiasa dengan ritme itu selama bertahun-tahun, dan kini kami hanya fokus pada kejuaraan,” ujar Janković dalam wawancara eksklusif untuk portal Qol.az. Pemain berusia 27 tahun menegaskan bahwa timnya siap bersaing dengan tim-tim yang semakin kuat, termasuk pendahulu mereka, Sabah, yang baru saja menembus fase grup Liga Champions.
Selama tiga musim pertama Janković bersama Qarabag, klub berhasil mengangkat tiga piala domestik. Namun, dominasi Gurban Gurbanov terhenti pada 2022 ketika Neftchi dan kemudian Sabah merebut gelar. Musim ini, Qarabag belum dapat berpartisipasi di kompetisi Eropa, dan baru saja meraih kemenangan tipis 1-0 atas Sumgayit dengan satu pemain yang tersingkir selama 70 menit. “Pertandingan itu sangat berat, tetapi kami menunjukkan karakter. Kami unggul di babak pertama dan tetap berusaha mencetak gol tambahan. Hasilnya tetap memuaskan,” kata Janković.
Di luar Azerbaijan, mantan pemain Qarabag mulai menorehkan prestasi di panggung internasional. Penyerang asal Belanda, Wout Weghorst, yang pernah mengalami kegagalan di laga melawan Qarabag pada babak play‑off Conference League, kini kembali menemukan kepercayaan diri di FC Twente. Setelah kekalahan 0-1 melawan Qarabag, Weghorst sempat menjadi sasaran kritik keras dari suporter, namun ia berhasil bangkit dengan mencetak gol penting melawan tim tersebut dalam pertandingan balasan.
Selain Weghorst, pemain muda berbakat Camilo Duran, yang sebelumnya bermain untuk Qarabag, kini menjadi bintang di Celtic Glasgow. Duran mencatat lima gol dalam enam penampilan, termasuk brace melawan Falkirk, dan masuk dalam daftar pra‑seleksi timnas Kolombia untuk pertemuan internasional September. Prestasinya menjadi bukti bahwa pelatihan dan pengalaman di Qarabag mampu menghasilkan talenta kelas dunia.
Keberhasilan pemain-pemain bekas Qarabag di luar negeri menambah citra klub sebagai inkubator bakat. Sementara itu, di dalam negeri, Janković menegaskan ambisi klub untuk meraih kembali piala Azerbaijan Cup. “Motivasi kami sangat tinggi. Kami ingin mengembalikan kejayaan klub dan memberi kebanggaan bagi para suporter,” ujarnya.
Berita transfer terbaru juga mengindikasikan minat klub luar negeri terhadap pemain-pemain Qarabag. Media Bulgaria melaporkan adanya ketertarikan serius dari CSKA Sofia terhadap Janković, namun pemain tersebut tampaknya lebih memilih melanjutkan kariernya di Azerbaijan untuk musim kelima bersama Qarabag. Keputusan ini mencerminkan kepercayaan pemain terhadap proyek jangka panjang klub.
Dengan pasar transfer musim panas yang hampir berakhir, Qarabag berusaha memperkuat skuadnya melalui pemain lokal dan beberapa akuisisi strategis. Manajer Gurban Gurbanov menekankan pentingnya stabilitas skuad dan pengembangan pemain muda untuk menghadapi kompetisi domestik yang semakin kompetitif.
Secara keseluruhan, musim 2026/2027 menjanjikan dinamika menarik bagi Qarabag. Dari tekad Janković untuk mengembalikan kejayaan klub, hingga pencapaian mantan pemainnya di kancah Eropa, semua mengukir narasi baru bagi tim asal Agdam. Para penggemar dan pengamat sepak bola kini menantikan bagaimana klub ini akan menavigasi tantangan di liga domestik dan apakah mereka mampu kembali menjadi raja sepak bola Azerbaijan.

