Pestapora 2026: Festival Musik Megah dengan Line‑up Bintang, Kolaborasi Lintas Negara, dan Film Bertema Pencopetan
Ule.co.id – Pestapora 2026 kembali menjadi sorotan utama dunia hiburan Indonesia setelah mengumumkan rangkaian acara yang menjanjikan tiga hari penuh musik, kolaborasi lintas genre, serta ekspansi internasional ke Malaysia. Festival yang dijadwalkan pada 25‑27 September 2026 di Gambir Expo & Hall D2 JIExpo Kemayoran, Jakarta, menampilkan line‑up yang mencakup artis‑artis legendaris, grup pop generasi baru, serta kolaborasi eksklusif yang belum pernah terlihat sebelumnya.
Pada hari pertama, penonton akan disuguhkan kolaborasi spesial antara Kerispatih dan Sammy Simorangkir, memadukan nuansa pop‑rock klasik dengan sentuhan akustik modern. King Nassar, penyanyi dengan gaya reggae‑pop yang tengah naik daun, juga akan mengisi panggung, menambah warna musikalitas festival. Kedua penampilan ini menjadi titik tolak yang menegaskan konsep “One Stop Celebration”—sebuah perayaan musik yang menggabungkan beragam selera dalam satu panggung.
Hari kedua menjadi magnet utama dengan kehadiran Sheila On 7, grup pop‑rock yang telah menorehkan hits lintas generasi sejak akhir 1990‑an. Penampilan mereka dipadukan dengan aksi Saykoji, yang akan membawa energi hip‑hop khas dengan lirik yang dekat dengan budaya pop dan kehidupan sehari‑hari. Tidak ketinggalan, Erwin Gutawa Orchestra akan menampilkan aransemen orkestra yang megah, memberikan sentuhan elegan pada festival yang sebagian besar berfokus pada musik populer.
Penutup tiga hari festival diisi oleh kehadiran Syahrini pada hari ketiga. Kehadirannya menandai kembalinya diva pop Indonesia ke panggung utama setelah jeda cukup lama, menambah daya tarik bagi penggemar setia dan penonton baru. Seluruh line‑up fase kedua ini melengkapi lebih dari 80 nama yang telah diumumkan pada gelombang pertama, termasuk band‑band rock seperti Burgerkill, The SIGIT, dan Koil, serta grup pop‑legendaris seperti Project Pop, God Bless, dan Inul Daratista.
- Kerispatih x Sammy Simorangkir – kolaborasi pop‑rock akustik
- King Nassar – reggae‑pop
- Sheila On 7 – pop‑rock klasik
- Saykoji – hip‑hop
- Erwin Gutawa Orchestra – orkestra modern
- Syahrini – pop diva
Sementara itu, edisi lintas negara “Latihan Pestapora” akan kembali digelar di Malaysia pada 15 Agustus 2026, berlokasi di Stadion Hoki Nasional, Kuala Lumpur. Kolaborasi antara promotor asal Malaysia, Hitman Solutions, dan promotor Indonesia, Boss Creator, menjanjikan pengalaman festival yang lebih imersif dengan area kuliner yang menampung lebih dari 50 vendor serta rangkaian 15 artis yang dipilih khusus untuk selera penonton setempat. Edisi pertama pada 2025 berhasil mengumpulkan 27 artis, termasuk Bunkface, Pamungkas, Kunto Aji, Nadin Amizah, serta penampilan spesial Sheila On 7, dan menarik 25.000 pengunjung, di antaranya 10.000 internasional.
Pengalaman festival di Malaysia tidak hanya menambah eksposur musik Indonesia, tetapi juga memperkuat hubungan budaya antara kedua negara. Penonton dari kedua sisi perbatasan dapat menikmati pertunjukan yang menampilkan artis‑artis ternama seperti Kunto Aji, yang membawakan lagu “Rehat” dalam konferensi pers, serta kolaborasi antara musisi Indonesia dan Malaysia yang belum pernah terbayangkan sebelumnya.
Di luar panggung musik, Pestapora 2026 juga menjadi latar bagi produksi film Indonesia terbaru “Operasi Pesta Copet”. Disutradarai oleh Edy Khemod dan dibintangi Iqbaal Ramadhan, film ini mengangkat kisah pencopetan massal yang terjadi di tengah keramaian festival. Cerita menggabungkan elemen drama, komedi, dan kriminal, menyoroti tekanan ekonomi yang mendorong sekelompok pemuda melakukan aksi berisiko tinggi. Proses produksi film ini unik karena pengambilan gambar dilakukan langsung di antara penonton asli Pestapora, dengan lebih dari 30.000 penonton, 500 extras, serta panggung khusus untuk adegan konser metal. Film ini meraih 94.482 penonton pada minggu pertama, menempati posisi teratas di antara film lokal yang dirilis bersamaan.
Keberhasilan “Operasi Pesta Copet” menambah dimensi baru bagi festival, menjadikannya tidak hanya sekadar ajang musik tetapi juga sumber inspirasi bagi industri kreatif lain. Kehadiran musisi legendaris seperti Rhoma Irama yang menyumbangkan lagu khusus untuk film memperkuat sinergi antara musik dan perfilman Indonesia.
Secara keseluruhan, Pestapora 2026 menegaskan posisinya sebagai festival musik paling berpengaruh di Asia Tenggara. Dengan kombinasi line‑up bintang, kolaborasi internasional, dan dukungan industri film, festival ini tidak hanya menarik ribuan penonton, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi sektor hiburan, kuliner, dan pariwisata. Penjualan tiket pra‑event telah melampaui target awal, dengan lebih dari 60.000 tiket terjual dalam tiga minggu pertama, menandakan antusiasme tinggi dari publik. Penyelenggara berjanji akan terus meningkatkan kualitas produksi, memperluas jangkauan digital, serta mengintegrasikan teknologi interaktif untuk memberikan pengalaman yang lebih personal kepada penonton.

