KAA Gent dan Revolusi Transfer Sunderland: Fofana, Ahoka, serta Jejak Belgia di Premier League
Ule.co.id – Ketika Sunderland berusaha memperkuat skuad untuk bertahan di English Premier League, nama kaa gent muncul sebagai titik awal beberapa rekrutmen penting. Akademi Belgia itu telah melahirkan talenta yang kini melangkah ke Inggris, menandai tren baru dalam strategi transfer klub Inggris.
Direktur Sepak Bola Sunderland, Florent Ghisolfi, menegaskan bahwa klub ingin menambah kedalaman pada sisi sayap serta lini tengah. Dengan menargetkan pemain muda berbakat dari Belgia, Sunderland berharap dapat memperoleh nilai jual kembali yang tinggi sekaligus meningkatkan kualitas tim secara langsung.
Penandatanganan terbaru yang paling menonjol adalah Malick Fofana, winger asal Belgia yang meniti karier profesionalnya di kaa gent sebelum pindah ke Olympique Lyonnais pada 2024. Fofana, yang berusia 21 tahun, mencatat 19 gol dan delapan assist dalam 84 penampilan di Ligue 1, serta telah meraih lima caps bersama timnas Belgia. Kecepatan dan kemampuan dribelnya membuatnya menjadi target utama Sunderland pada hari terakhir pasar transfer musim panas.
Kesepakatan dengan Lyon dibuka dengan nilai sekitar €34,9 juta (sekitar Rp350 miliar) dan menandakan komitmen jangka panjang selama lima tahun, dengan opsi perpanjangan satu tahun. Fofana akan mengenakan nomor punggung yang belum pernah dipakai sebelumnya, menambah variasi taktis bagi pelatih Régis Le Bris. Direktur sepak bola menilai bahwa pemain ini memiliki semua atribut untuk sukses di Premier League.
Selain Fofana, Sunderland juga resmi mengumumkan kedatangan Jules Ahoka dari Royal Antwerp pada 24 Agustus 2026. Ahoka, yang berusia 20 tahun, menandatangani kontrak hingga 2031 dengan nilai transfer Rp173 miliar. Meskipun pengalaman seniornya masih terbatas—hanya dua penampilan di Jupiler Pro League—potensi teknisnya menjanjikan untuk peran gelandang bertahan.
Transfer lain yang turut memperkaya skuad Belgia Sunderland meliputi Noah Sadiki (Union Saint‑Gilloise, Rp295 miliar), Chemsdine Talbi (Club Brugge, Rp347 miliar) dan Nilson Angulo (RSC Anderlecht, Rp301 miliar). Sadiki, bek tengah berpaspor Republik Demokratik Kongo, telah menjadi starter reguler dengan lebih dari 2.800 menit di EPL. Talbi, yang mengisi nomor punggung 7, mencatatkan empat gol musim lalu, sementara Angulo mencetak gol debutnya melawan Ipswich Town pada pekan pertama meski tim tetap kalah.
Namun tidak semua rekrutmen membuahkan hasil. Ahmed Abdullahi, yang dibeli dari kaa gent pada 2024 dengan nilai Rp26 miliar, gagal menembus tim utama dan hanya bermain di skuad U‑21 sebelum dilepas ke Eyupspor pada musim panas 2026. Kasus ini menjadi pelajaran bagi manajemen dalam menilai kesiapan pemain muda di level tertinggi.
Berikut rangkuman lima pembelian terakhir Sunderland dari klub Belgia per 2 September 2026:
- Malick Fofana – Lyon – €34,9 juta – Kontrak 5 tahun
- Jules Ahoka – Royal Antwerp – Rp173 miliar – Kontrak hingga 2031
- Noah Sadiki – Union Saint‑Gilloise – Rp295 miliar – Bek tengah
- Chemsdine Talbi – Club Brugge – Rp347 miliar – Penyerang sayap
- Nilson Angulo – RSC Anderlecht – Rp301 miliar – Penyerang tengah
Secara finansial, total investasi Sunderland dari klub Belgia mencapai lebih dari Rp1,3 triliun dalam tiga musim terakhir. Meskipun angka tersebut terkesan besar, klub mengandalkan potensi penjualan kembali serta kontribusi langsung pemain di kompetisi domestik untuk menjustifikasi pengeluaran.
Bandingkan dengan klub lain di Premier League, Sunderland menjadi salah satu yang paling agresif dalam merekrut talenta Belgia. Sementara klub seperti Aston Villa dan Leicester City lebih mengandalkan pemain Inggris atau Amerika Selatan, Black Cats menargetkan pasar yang masih relatif belum tergarap secara maksimal.
Ke depan, harapan besar tertuju pada integrasi Fofana dan Ahoka ke dalam skuad utama. Jika keduanya dapat menyesuaikan diri dengan intensitas fisik EPL, Sunderland berpotensi menembus zona aman pada akhir musim. Di sisi lain, kegagalan seperti kasus Abdullahi mengingatkan klub untuk lebih selektif dalam menilai kesiapan mental dan taktis pemain muda.
Dengan kombinasi pengalaman pemain seperti Sadiki dan Talbi serta energi muda dari Fofana dan Ahoka, Sunderland tampak siap menantang tantangan musim 2026/2027. Penggemar pun menantikan aksi-aksi spektakuler yang dapat mengangkat nama klub kembali ke puncak kompetisi domestik.

