Mahasiswa Unhan Bersyukur Jalani Program Pertukaran Pelajar UEA

Ule.co.id – Sersan Mayor Dua Kadet Matematika Alif Shahnur, seorang mahasiswa Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan), mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas kesempatan berpartisipasi dalam program pertukaran pelajar Unhan di Rabdan Academy, Uni Emirat Arab (UEA). Program ini merupakan hasil kerja sama internasional antara Indonesia dan UEA, diinisiasi oleh Prabowo Subianto saat beliau menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada tahun 2022. Inisiatif pendidikan pertahanan global ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertahanan Indonesia dengan wawasan internasional.

Inisiatif Strategis di Balik Program Rabdan Academy

Pembentukan Program Rabdan Academy ini merupakan bagian dari upaya strategis Indonesia dalam memperkuat sektor pertahanan melalui jalur pendidikan. Kerja sama bilateral dengan UEA ini berfokus pada investasi jangka panjang dalam pengembangan SDM yang berkualitas. Alif Shahnur secara lugas menyebutkan bahwa, “Program Rabdan Academy ini pencetusnya adalah Bapak Presiden sendiri,” menegaskan peran sentral Prabowo Subianto dalam memprakarsai kesempatan berharga ini. Program pertukaran pelajar yang berlangsung selama satu semester di Faculty of Homeland Security ini dirancang khusus untuk membekali para kadet dengan pengetahuan dan perspektif global di bidang keamanan dan pertahanan.

Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto menyalami diaspora dan mahasiswa Indonesia, termasuk para kadet Universitas Pertahanan, yang menyambut kedatangan Presiden RI di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada Rabu (25/2/2026).

Tantangan dan Pembelajaran Berharga di Luar Negeri

Menempuh pendidikan di luar negeri tentu menghadirkan berbagai dinamika dan tantangan. Alif Shahnur mengakui, salah satu tantangan utama yang ia hadapi selama berada di luar negeri adalah perbedaan kultur yang signifikan. Meskipun demikian, pengalaman akademik yang diperoleh justru memperkaya sudut pandangnya, khususnya dalam bidang manajemen bencana. “Banyak dari perspektif dosen-dosen di sini yang luar biasa, memperluas perspektif saya sendiri,” ujarnya, sembari berkomitmen untuk mengimplementasikan ilmu dan wawasan global tersebut guna memperkuat sistem pertahanan nasional.

Senada dengan Alif, Sersan Mayor Dua Kadet Teknik Mesin Karina Alexandria Silaban juga menyoroti urgensi penguasaan ilmu keamanan dan pertahanan. Ia memandang hal ini sebagai bekal esensial untuk pengabdian kepada negara. Karina menekankan bahwa berbagai perspektif dan pertukaran gagasan yang ia dapatkan selama program berlangsung, termasuk mengenai keamanan perbatasan, akan diterapkan secara nyata sekembalinya ke Indonesia.

Memperkuat Pertahanan Nasional Melalui SDM Unggul

Program pertukaran pelajar ini selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mengukuhkan pertahanan nasional melalui pembangunan kualitas manusia. Di bawah kepemimpinannya, penguatan sektor pertahanan tidak semata-mata fokus pada modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), melainkan juga pada investasi substansial terhadap SDM unggul. Tujuannya adalah mencetak individu yang adaptif, inovatif, dan memiliki wawasan global yang luas, sehingga mampu menghadapi dinamika pertahanan di kancah internasional.

Para mahasiswa Unhan menyambut baik dan mengharapkan agar kerja sama serta diplomasi pendidikan internasional semacam ini dapat terus diperluas di masa mendatang. Dengan bekal ilmu dan pengalaman global yang telah didapatkan, para kadet menegaskan kesiapan mereka untuk kembali ke tanah air dan berdedikasi penuh demi kemajuan bangsa dan negara. Mereka diharapkan menjadi aset berharga dalam menjaga kedaulatan dan keamanan Indonesia di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *