analitik

Asap Makin Pekat BTT Menipis, Palangka Raya Hadapi Krisis Karhutla dan Anggaran

Ule.co.idAsap Makin Pekat BTT Menipis menjadi sorotan utama warga Palangka Raya dalam beberapa hari terakhir. Kabut asap yang kembali menebal menimbulkan pertanyaan kritis tentang kesiapan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dukungan finansial yang memadai untuk operasional di lapangan.

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengakui bahwa anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) yang selama ini dipakai untuk mendanai upaya pemadaman karhutla kini mulai menipis. “BTT‑nya sebenarnya pas sampai Agustus ini, sudah habis, dan baru dapat disambung lewat perubahan APBD,” ujar Zaini pada Selasa, 1 September 2026. Pernyataan tersebut muncul tepat ketika kabut asap kembali pekat, menambah tekanan pada pemerintah kota.

Baca juga:
DKUKMPP Kotim Pastikan Akurasi Timbangan di Pasar dengan Uji Tera untuk Meningkatkan Kualitas

Operasional penanggulangan karhutla di Palangka Raya melibatkan sejumlah langkah strategis, antara lain:

  • Mobilisasi tim pemadam dan penegak hukum ke lokasi kebakaran.
  • Patroli intensif untuk mencegah penyebaran api.
  • Pembasahan lahan gambut menggunakan truk air dan alat penyemprot.
  • Koordinasi lintas instansi, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Dinas Lingkungan Hidup.

Semua kegiatan tersebut membutuhkan sumber daya yang tidak sedikit, baik tenaga maupun peralatan, yang selama ini dibiayai oleh BTT.

Dengan BTT Menipis, Pemko Palangka Raya berupaya mencari dukungan tambahan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah serta pemerintah pusat. “Jika provinsi dapat menyumbang anggaran, itu sangat membantu. Pusat juga sudah memberikan bantuan, namun jumlahnya belum cukup,” ujar Zaini. Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat menutup kesenjangan dana sementara menunggu APBD Perubahan 2026 disahkan.

Faktor lingkungan yang memperparah situasi karhutla meliputi cuaca kering, curah hujan rendah, lahan gambut yang mudah terbakar, serta angin kencang yang dapat menyebarkan api dengan cepat. Kombinasi ini menjadikan penanganan kebakaran semakin menantang, terutama ketika sumber daya finansial terbatas.

Baca juga:
Wakil Bupati Felix Lanjutkan Kaji Tirmu ke Kulon Progo untuk Perkuat Tata Kelola Pemerintahan

Pemko Palangka Raya menekankan pentingnya percepatan persetujuan APBD Perubahan 2026. “Harapan kami, September ini tidak terlalu lama anggaran perubahan dapat disahkan, sehingga BTT untuk karhutla dapat kembali terisi penuh,” tutup Zaini. Dengan dana yang cukup, diharapkan respons terhadap kebakaran hutan dan lahan dapat lebih cepat dan efektif, mengurangi dampak asap terhadap kesehatan masyarakat.

Secara keseluruhan, situasi Asap Makin Pekat BTT Menipis menandakan tantangan ganda bagi Palangka Raya: mengatasi kabut asap yang mengancam kesehatan publik sekaligus mengelola keterbatasan anggaran untuk penanggulangan karhutla. Pemerintah kota terus berupaya mengoptimalkan sumber daya yang ada, memperkuat kerja sama lintas tingkat, dan menunggu alokasi dana tambahan demi mengembalikan kualitas udara yang lebih bersih dan aman bagi warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *