Aubameyang Bersinar di La Liga: Rekor Baru Bersama Deportivo La Coruna dan Jejaknya di Barcelona
Ule.co.id – Aubameyang kembali mencuri sorotan di La Liga lewat penampilan gemilang bersama Deportivo La Coruna, menambah jejak suksesnya setelah singkat di Barcelona. Penyerang asal Gabon ini, yang pernah menjadi andalan Arsenal dan sempat singgah di Barcelona, kini menorehkan catatan luar biasa di klub promosi Spanyol, menegaskan kembali kelasnya sebagai salah satu striker Afrika paling produktif di lima liga utama Eropa.
Sejak bergabung dengan Deportivo A Coruna pada musim panas 2026 dengan nilai transfer €1,6 juta, Aubameyang langsung memberikan dampak. Pada laga melawan Villarreal, ia mencatat dua assist sebelum menyelesaikan kemenangan dengan gol penentu pada menit ke-88, menjadikannya pemain pertama di era 21‑abad yang mencetak gol di empat pertandingan pertama La Liga untuk klub barunya. Dengan usia 37 tahun 79 hari, ia juga memecahkan rekor usia tertua yang mencatat keterlibatan gol di empat laga pertama, melampaui legenda Spanyol Fernando Morientes.
Statistik Aubameyang di Eropa memang mengesankan. Menurut data gabungan lima liga utama, ia telah mencetak 250 gol, unggul delapan gol dari Mohamed Salah. Rekor tersebut mencakup kontribusi di Ligue 1, Bundesliga, Premier League, dan La Liga, dengan penampilan di klub-klub seperti Saint‑Étienne, Borussia Dortmund, Arsenal, Barcelona, Marseille, dan kini Deportivo La Coruna.
- Jumlah penampilan di liga utama: 543 pertandingan
- Gol total: 250 gol
- Assist: 68 assist
- Rata‑rata gol per pertandingan: 0,46
Sebelum kembali ke Spanyol, Aubameyang sempat mengukir sejarah singkat di Barcelona. Pada Januari 2022, ia bergabung secara gratis setelah memutuskan kontrak dengan Arsenal, di mana ia mencetak 92 gol dan 21 assist dalam 163 penampilan. Di Blaugrana, ia mencetak 13 gol dan satu assist dalam 24 laga sebelum dijual ke Chelsea pada musim panas 2022, setelah Barcelona menambah Robert Lewandowski sebagai striker utama.
Keberadaan Aubameyang di Barcelona memang tidak bertahan lama, namun ia menjadi bagian penting dalam tradisi klub yang pernah merekrut beberapa striker asal Arsenal. Thierry Henry, yang bergabung pada 2007 dengan biaya €24 juta, mencetak 49 gol dalam 121 pertandingan dan membantu Barcelona meraih sextuple pada 2009. Sementara Gabriel Jesus, yang baru saja direkrut pada musim panas 2026 dengan biaya €10 juta, menambah daftar panjang striker Arsenal yang berlabuh di Camp Nou.
Transfer Gabriel Jesus menandai penutupan bursa transfer Barcelona musim panas 2026. Dengan kepergian Robert Lewandowski dan penjualan Ferran Torres ke Paris Saint‑Germain, klub Spanyol mencari opsi lain untuk mengisi lini serang. Meskipun Jesus dianggap sebagai pelapis di bawah Raphinha, ekspektasi tetap tinggi mengingat biaya yang relatif terjangkau dan pengalaman internasionalnya.
Kembali ke La Liga, performa Aubameyang tidak hanya mengangkat Deportivo La Coruna ke posisi empat sementara dengan delapan poin, tetapi juga menambah daya tarik kompetisi. Sementara itu, Athletic Bilbao menaklukkan Atletico Madrid 3‑0, menegaskan bahwa persaingan di puncak klasemen semakin ketat. Namun, sorotan utama tetap pada Aubameyang yang berhasil menampilkan konsistensi gol meski usianya sudah mendekati empat dekade.
Keberhasilan Aubameyang di Deportivo memberikan pelajaran penting bagi klub-klub besar yang masih mencari striker berpengalaman. Dengan catatan gol yang tak tertandingi di antara pemain Afrika, ia menjadi contoh bahwa kualitas tidak selalu menurun seiring bertambahnya usia, melainkan dapat bertransformasi menjadi kepemimpinan di lapangan.
Ke depan, Aubameyang bertekad melanjutkan performa impresifnya, membantu Deportivo La Coruna bersaing di papan atas La Liga dan memperkuat reputasinya sebagai salah satu penyerang paling produktif dalam sejarah sepak bola Afrika. Sementara Barcelona terus menata lini serangnya, kisah Aubameyang menjadi referensi bagi generasi mendatang tentang pentingnya ketekunan, adaptasi, dan keahlian mencetak gol di panggung tertinggi.

