Gennaro Gattuso Bawa Lazio ke Puncak Serie A: Transformasi Hebat dalam 3 Pertandingan
Ule.co.id – Gennaro Gattuso berhasil mengubah nasib Lazio dalam hitungan minggu. Setelah kegagalan di Coppa Italia melawan Mantova, sang mantan gelandang Milan menata tim menjadi pemuncak klasemen Serie A dengan tiga kemenangan beruntun, masing-masing dengan selisih satu gol. Keberhasilan ini tidak hanya mengembalikan kepercayaan pendukung, tetapi juga menegaskan kemampuan taktik dan motivasi sang pelatih.
Strategi transfer yang dilakukan Gattuso selama jendela pasar musim panas menjadi kunci utama. Dengan anggaran terbatas, ia berhasil mengamankan beberapa pemain penting melalui pinjaman dan perekrutan gratis. Di antaranya, Davide Frattesi yang datang dari Inter dengan perjanjian pinjaman berbayar, serta Pinamonti dari Sassuolo dengan nilai transfer tiga juta euro. Sutalo bergabung dari Ajax dalam bentuk pinjaman senilai tiga juta euro, sementara Albert Gudmundsson tiba secara gratis dari Fiorentina. Kedua pemain bebas, Doekhi dan Pedraza, melengkapi skuad tanpa menambah beban keuangan.
Hasil di lapangan pun membuktikan efektivitas kebijakan tersebut. Lazio mengawali musim dengan kemenangan 1-0 atas Bologna, diikuti 1-0 melawan Genoa, dan berhasil membalik ketertinggalan 1-0 menjadi 2-1 melawan Udinese berkat gol penyeimbang Frattesi dan penyelesaian akhir Gudmundsson. Empat gol tercipta, hanya satu kebobolan, menandakan pertahanan yang solid dan serangan yang tajam. Gattuso menegaskan bahwa mentalitas tim kini lebih kuat, menolak menyerah dalam setiap laga.
- Frattesi (pinjaman berbayar) – pencetak gol penting di tiga pertandingan.
- Pinamonti (3 juta €) – menambah opsi serangan.
- Sutalo (pinjaman 3 juta €) – memperkuat lini belakang.
- Gudmundsson (gratis) – memberikan kreativitas di lini tengah.
- Doekhi & Pedraza (bebas) – menambah kedalaman skuad.
Namun, di balik kebangkitan di atas lapangan, situasi off‑field tetap menantang. Pendukung Lazio terus melakukan boikot terhadap Stadio Olimpico sebagai bentuk protes terhadap kepemilikan klub dan manajemen Claudio Lotito. Meskipun tim berada di posisi teratas bersama Roma dan Inter, kehadiran penonton masih terbatas, dengan hanya beberapa ribu suporter yang hadir di pertandingan kandang. Gattuso mengakui bahwa dukungan suporter sangat penting, namun ia tetap fokus pada konsistensi performa tim.
Dalam wawancara pasca‑pertandingan melawan Udinese, Gattuso menyampaikan apresiasi kepada presiden klub Claudio Lotito dan direktur olahraga Angelo Fabiani atas kerja sama dalam pasar transfer. Ia menekankan bahwa tantangan keuangan tidak menghalangi visi jangka panjang klub. “Kami memiliki periode transisi yang tidak kami bayangkan sebelumnya, tetapi dengan kerja keras semua pihak, kami berhasil menyiapkan skuad kompetitif,” ujar Gattuso.
Keberhasilan Lazio di tiga laga pertama menjadi catatan bersejarah; hanya Petković pada musim 2012/13 yang sebelumnya mencatat tiga kemenangan awal. Gattuso kini bergabung dengan nama-nama legendaris seperti Tommaso Mestrrelli (1974/75) yang pernah mencapai prestasi serupa. Dengan mentalitas yang terbentuk, tim siap menghadapi derby melawan AC Milan, di mana Gattuso akan kembali melawan mantan klubnya. “Cinta saya pada Milan tak akan pernah pudar, namun tugas saya kini adalah membawa Lazio meraih poin penting,” tutupnya.

