analitik

Veda Ega Pratama Siap Bangkit di Moto3 San Marino 2026 dengan Tekad Baru

Ule.co.id – Veda Ega Pratama, pembalap muda Indonesia yang berusia 17 tahun, kembali menatap panggung Moto3 San Marino 2026 di Sirkuit Misano dengan tekad untuk bangkit setelah kegagalan meraih poin di seri Aragon.

Seri ke-14 di Misano dijadwalkan berlangsung pada 11-13 September 2026, menjadi momen krusial bagi rider Honda Team Asia tersebut. Saat ini ia berada di posisi ketujuh klasemen sementara dengan 97 poin, hanya terpaut enam poin dari Valentin Perrone yang menempati posisi enam. Kesenjangan tersebut menambah tekanan, namun juga memberi peluang bagi Veda Ega Pratama untuk menutup jarak dan melaju ke posisi teratas.

Baca juga:
Berbagai Kado dan Promo Meriah di Hari Pelanggan Nasional 2026: PLN, Bank, dan Pertamina Siapkan Layanan Gratis

Pengalaman Veda Ega Pratama di sirkuit Misano tidaklah baru. Pada ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup 2024, ia berhasil finis keempat pada balapan kedua di Misano, menunjukkan kemampuan adaptasi yang baik pada trek berkelok ini. Setahun kemudian, pada Red Bull Rookies Cup 2025, ia kembali menorehkan posisi kelima di balapan kedua, meski mengalami DNF (Did Not Finish) pada race pertama. Pencapaian terbaiknya di ajang junior datang pada FIM JuniorGP World Championship 2025, ketika ia menempati urutan keempat pada seri ketujuh di Misano dan kemudian finis keenam pada seri kedelapan.

Prestasi tersebut menjadi landasan kuat menjelang Moto3 San Marino. Meskipun belum pernah meraih podium di Misano pada level Moto3, Veda Ega Pratama pernah mencetak podium di ajang Moto3 Junior 2025 serta meraih podium ketiga pada seri pembuka di Thailand dan Brasil pada musim debutnya. Namun, performanya menurun pada delapan seri terakhir, termasuk hasil ke-20 di Aragon yang membuatnya kehilangan peluang Rookie of the Year.

Tim Honda Team Asia menaruh harapan besar pada rider muda ini. Menurut manajer tim, persiapan teknis dan mental telah ditingkatkan secara signifikan menjelang San Marino. “Kami telah melakukan analisis data telemetri secara mendalam dan menyesuaikan setelan motor untuk mengoptimalkan akselerasi keluar tikungan di Misano,” ujar manajer tersebut dalam konferensi pers.

Selain faktor teknis, Veda Ega Pratama juga menekankan pentingnya konsistensi dan strategi balapan. Ia berencana memanfaatkan start yang kuat, menghindari kesalahan di lintasan pertama, serta menargetkan posisi di papan tengah pada lap pertama agar dapat bersaing di lintasan lurus. “Saya belajar banyak dari Aragon, terutama tentang pentingnya menjaga ritme dan tidak terburu‑buru di tikungan,” kata Veda Ega Pratama.

Baca juga:
Pabrik Baterai Kendaraan Listrik di Karawang Selesai Dibangun, Ini Nama-Nama Perusahaan yang Terlibat

Kompetisi Moto3 San Marino 2026 diprediksi akan menjadi pertarungan sengit. Pembalap-pembalap papan atas seperti Pedro Acosta, Sergio García, dan Valentin Perrone juga akan mengincar poin maksimal. Namun, keunggulan Veda Ega Pratama terletak pada pengetahuan tentang trek Misano yang telah ia kumpulkan selama beberapa musim di ajang junior. Kecepatan rata‑rata pada sektor‑sektor kritis, terutama di bagian “Cessazione” dan “Variante”, menjadi fokus utama dalam sesi latihan bebas yang dijadwalkan pada 14.00‑14.35 WIB dan 13.40‑14.10 WIB.

Jika berhasil mengumpulkan poin di San Marino, Veda Ega Pratama tidak hanya memperkecil jarak dengan pembalap terdepan, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam kancah Moto3 dunia. Keberhasilan ini dapat membuka peluang sponsor lebih besar dan memperkuat eksistensi tim Indonesia di kejuaraan internasional.

Dengan semangat juang yang tinggi, dukungan tim yang solid, dan catatan manis di sirkuit Misano, Veda Ega Pratama siap menorehkan babak baru dalam karier balapnya. Penonton dapat menyaksikan aksi langsung melalui platform streaming Vidio, sementara para penggemar di tanah air diharapkan memberikan dukungan moral melalui media sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *