analitik

Perang Dagang Kanada: Trump Ancam Blokir Bombardier, AS Larang 3 Produk, UE Perkuat Kemitraan Strategis

Ule.co.id – Perang Dagang Kanada kembali memanas ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan memblokir penjualan pesawat Bombardier di pasar AS jika produsen asal Kanada itu tidak memindahkan produksi ke dalam negeri. Ancaman tersebut muncul bersamaan dengan langkah Washington yang melarang tiga kategori produk Kanada masuk ke Amerika, sekaligus di tengah upaya Uni Eropa memperkuat kemitraan strategis dengan Ottawa.

Trump menyampaikan ancamannya lewat unggahan di platform media sosialnya, menegaskan bahwa Bombardier harus membangun fasilitas produksi di Amerika Serikat untuk terus mengakses pasar terbesar dunia. Ia menuduh perusahaan Kanada memperlakukan AS seperti “celengan” dan menuntut produksi lokal sebagai syarat utama. Meskipun pesawat Bombardier telah memperoleh sertifikasi Federal Aviation Administration (FAA) dan memenuhi ketentuan perjanjian USMCA, belum ada mekanisme jelas dari Gedung Putih tentang cara memblokir penjualan tersebut.

Baca juga:
China Nyatakan Keprihatinan Serius Atas Pembatasan Dagang AS: Dampak Ekonomi Dunia

Sementara itu, pada 8 September 2026, Trump menandatangani perintah eksekutif yang melarang impor tiga kelompok produk utama dari Kanada: produk pertanian (seperti whey protein), kendaraan bermotor (sepeda motor, moped, dan mobil golf), serta minuman beralkohol (bir, anggur, wiski, vodka, dan lain‑lain). Larangan ini resmi berlaku mulai 29 September 2026 dan ditujukan untuk melindungi industri domestik AS serta menyeimbangkan tindakan tarif balasan yang baru saja diterapkan Kanada.

  • Produk pertanian: whey protein, molase invert, molase tebu.
  • Kendaraan bermotor: sepeda motor, moped, mobil golf.
  • Minuman beralkohol: bir, anggur, wiski, bourbon, rum, vodka, vermouth, tequila, mezcal, brandy.

Pemerintah Kanada menanggapi dengan menegaskan perlunya mengurangi ketergantungan ekonomi pada pasar Amerika. Perdana Menteri Mark Carney menyatakan bahwa Ottawa akan memperluas diversifikasi dagang, termasuk memperkuat hubungan dengan Uni Eropa. Pada 19 September, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dijadwalkan mengumumkan rencana penguatan kemitraan strategis antara UE dan Kanada, mencakup perdagangan, keamanan, ketahanan rantai pasokan, serta pengelolaan sumber daya kritis.

Pengumuman tersebut menandai upaya Ottawa untuk mencari sekutu baru setelah hubungan dagang dengan AS mengalami tekanan. Kerjasama strategis diharapkan membuka akses pasar UE bagi produk Kanada, sekaligus memberi alternatif bagi perusahaan seperti Bombardier yang tengah berjuang mempertahankan pangsa pasar di Amerika. Para analis menilai bahwa kemitraan ini dapat mengurangi dampak tarif 50 % yang dikenakan AS pada barang‑barang Kanada senilai sekitar 20 miliar dolar AS.

Baca juga:
Tarif Trump Negara: Dampak Besar pada Ekonomi Global

Para pengamat ekonomi menekankan bahwa konflik ini menguji ketahanan perjanjian USMCA. Meskipun Bombardier mempekerjakan lebih dari 3.500 pekerja di AS dan memiliki pabrik serta jaringan pemasok lokal, langkah Trump menimbulkan ketidakpastian bagi industri dirgantara. Richard Aboulafia, analis aerospace, berpendapat bahwa karena sebagian besar mesin jet Bombardier diproduksi oleh perusahaan Amerika seperti Honeywell Aerospace dan GE Aerospace, blokir penjualan akan sulit dilaksanakan tanpa menimbulkan gangguan pada rantai pasokan global.

Secara keseluruhan, eskalasi perang dagang ini menandai fase baru dalam hubungan trans‑Atlantik antara AS, Kanada, dan UE. Sementara AS menegaskan kebijakan proteksionisnya, Kanada berupaya memperkuat aliansi dengan Uni Eropa untuk menyeimbangkan posisi tawar. Dampaknya akan terasa pada industri penerbangan, agrikultur, otomotif, dan sektor minuman beralkohol, serta pada konsumen yang kini menghadapi pilihan produk yang lebih terbatas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *