analitik

Mauricio Pochettino Desak Chelsea Dicabut Gelar 2016/17, Sementara USMNT Siap Tantang Hingga 2030

Ule.co.id – Berita terbaru menyoroti pernyataan mauricio pochettino yang menuntut Chelsea dicabut gelar Premier League musim 2016/17 setelah klub tersebut mengakui pembayaran ilegal senilai £47 juta kepada agen tak terdaftar. Pochettino, mantan pelatih Tottenham Hotspur, menegaskan bahwa jika Chelsea mengakui pelanggaran, gelar seharusnya diberikan kepada tim runner-up, yaitu Tottenham.

Dalam wawancara dengan beberapa media, Pochettino menambahkan, “Jika mereka mengakui melanggar aturan, gelar Premier League adalah untuk tim kedua terbaik.” Pernyataan itu memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar dan otoritas sepak bola Inggris. Premier League, FA, dan UEFA memang telah menjatuhkan denda kepada Chelsea, namun klub tersebut tidak kehilangan poin atau gelar.

Baca juga:
Ayyoub Bouaddi Debut Gemilang di Manchester City: Investasi Besar, Harapan Baru di Tengah Etihad

Investigasi mengungkap bahwa antara 2011 dan 2018, Chelsea melakukan pembayaran tersembunyi kepada agen dan pihak ketiga untuk memfasilitasi transfer pemain seperti Eden Hazard, Willian, David Luiz, dan Nemanja Matic. Empat pemain tersebut masih berada di skuad pada musim 2016/17, ketika Chelsea mengumpulkan 93 poin, mengalahkan Tottenham yang mencatat 86 poin. Tottenham pada akhir musim itu mencatat rekor 12 kemenangan dari 13 pertandingan terakhir, namun masih tertinggal tujuh poin.

Sejumlah analis berpendapat bahwa meskipun pelanggaran pembayaran tersebut melanggar aturan kompetisi, dampaknya terhadap hasil akhir liga masih dipertanyakan. Premier League menyatakan bahwa meskipun Chelsea tidak melaporkan pembayaran tersebut, hal itu tidak mengubah posisi keuangan klub secara signifikan dalam laporan historis mereka. Oleh karena itu, otoritas memutuskan denda £10,75 juta dan larangan transfer akademi selama sembilan bulan, tanpa mencabut gelar.

Di sisi lain, Pochettino tidak hanya terfokus pada isu domestik. Pada bulan September 2026, ia mengonfirmasi perpanjangan kontrak sebagai pelatih kepala tim nasional Amerika Serikat (USMNT) hingga Piala Dunia 2030. Meskipun demikian, ia mengakui adanya kemungkinan berakhir lebih awal jika federasi memutuskan untuk memecatnya atau jika tawaran klub besar datang.

“Sekarang kontrak empat tahun, jadi berbeda,” ujar Pochettino dalam konferensi pers. “Jika kami gagal di Copa America atau Gold Cup, mereka bisa memecat kami. Atau jika ada tawaran yang terlalu bagus untuk ditolak, saya mungkin akan meninggalkan USMNT.” Ia menambahkan bahwa sebelum Piala Dunia, perwakilannya telah melakukan pertemuan dengan AC Milan untuk membahas lowongan pelatih, menandakan keinginan kuatnya kembali ke kancah klub, khususnya Premier League.

Pochettino mengungkapkan rasa rindunya pada kompetisi Inggris, menyebut Liga Premier sebagai liga terbaik di dunia. “Saya menonton Premier League banyak, saya sangat merindukannya. Saya bahagia di Amerika, namun selalu memikirkan kembali ke liga paling kompetitif,” katanya.

Baca juga:
Video Viral Mengguncang Dunia: Dari Kebakaran Sekolah Rajasthan hingga Kontroversi Selebriti Malaysia dan Tren YouTube Global

Berita tentang keinginan kembali ke Premier League ini menambah warna pada perdebatan gelar 2016/17. Beberapa pengamat berpendapat bahwa jika Chelsea memang melanggar aturan, Tottenham berhak mendapatkan pengakuan resmi. Namun, otoritas liga tampaknya lebih memilih solusi finansial dan sanksi administratif daripada mengubah sejarah kompetisi.

Di antara sorotan lain, pendukung Tottenham menuntut keadilan, menyoroti fakta bahwa klub mereka bermain dengan aturan yang lebih ketat. “Kami tidak bersaing dengan kartu yang sama. Jika aturan diterapkan secara adil, mungkin kami bisa menandatangani pemain yang lebih baik,” kata seorang fans Spurs.

Sejauh ini, Premier League belum mengindikasikan akan meninjau kembali keputusan tersebut. Sementara itu, Pochettino tetap fokus pada tugasnya bersama USMNT, menyiapkan tim untuk kualifikasi Piala Dunia 2026 dan 2030, serta menantang diri sendiri untuk kembali ke panggung klub Eropa.

Kasus ini menjadi contoh bagaimana pelanggaran administratif dapat memengaruhi persepsi keadilan dalam kompetisi sepak bola, sekaligus menyoroti ambisi pribadi seorang pelatih yang berpengalaman. Apakah Chelsea akan kehilangan gelar? Apakah Tottenham akan mendapatkan pengakuan resmi? Hanya waktu yang akan menjawab, sementara mauricio pochettino terus berjuang di dua front: menuntut keadilan di Liga Inggris dan mempersiapkan USMNT menembus fase akhir turnamen internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *