Shakhtar Donetsk Guncang Liga Champions: Dari London Hingga Audisi Mudryk di Tottenham
Ule.co.id – Shakhtar Donetsk kembali menorehkan langkah tak terduga di ajang Liga Champions musim ini, memindahkan sejumlah laga ‘kandang’ ke stadion ikonik London. Keputusan strategis ini sekaligus menambah beban perjalanan bagi tim Ukraina, namun menjadi peluang komersial dan finansial yang penting di tengah krisis akibat perang.
Tim asuhan Darijo Srna, yang kini menjabat sebagai direktur olahraga, menegaskan bahwa penempatan pertandingan di Stamford Bridge akan meningkatkan eksposur klub di pasar barat. “Kami butuh sekitar 19 atau 20 jam perjalanan dari Ukraina ke London,” ujar Srna dalam konferensi pers terbaru. Meskipun logistik menjadi tantangan, pendapatan dari hadiah UEFA diperkirakan dapat menutupi sebagian besar kerugian pendapatan domestik yang hampir menghilang.
Selain fokus pada kompetisi Eropa, sorotan juga tertuju pada mantan pemain Shakhtar Donetsk, Mykhailo Mudryk, yang kini menjalani masa pinjaman satu tahun bersama Tottenham Hotspur. Mantan eksekutif Everton, Keith Wyness, mengungkapkan bahwa Mudryk harus mencetak minimal sepuluh gol dalam satu musim untuk mengaktifkan opsi beli senilai £75 juta. Kondisi ini menambah tekanan pada pemain berusia 25 tahun yang baru saja kembali dari larangan doping.
- Target gol: >10 gol dalam satu musim Premier League.
- Opsi beli: £75 juta jika target tercapai.
- Status: Pinjaman satu tahun dari Chelsea ke Tottenham.
Wyness menilai periode di Tottenham sebagai “audisi” bagi Mudryk. “Dia harus membuktikan diri sebagai pemain kunci, bukan sekadar pemain sampul,” tegasnya dalam episode terbaru podcast Football Insider Inside Track. Mudryk sendiri telah mendapat menit singkat sebagai pengganti pada pertandingan melawan Nottingham Forest, dan berharap dapat menjadi starter dalam beberapa pekan ke depan.
Di sisi lain, klub Belanda PSV Eindhoven mengalami dinamika pemain yang menarik perhatian. Ayoni Santos, yang baru saja bergabung dari Sparta Rotterdam dengan nilai transfer €5 juta, sempat berada di bangku cadangan saat Shakhtar Donetsk menurunkan formasi di Liga Champions. Dalam 24 jam, Santos beralih dari panggung Champions League ke Keuken Kampioen Divisie (KKD), mencatat debutnya di tim junior PSV.
“Saya butuh menit bermain, dan ini bagian dari proses,” kata Santos dalam wawancara singkat. Ia menambahkan bahwa PSV memiliki rencana jangka panjang untuknya, meskipun penampilan di divisi kedua terasa aneh bagi pemain yang baru saja berada di level tertinggi.
Strategi Shakhtar Donetsk dalam memanfaatkan pasar pemain muda Brasil tetap menjadi ciri khas. Pada laga melawan PSV Eindhoven, skuad Ukraina menampilkan tiga pemain Brasil berusia di bawah 21 tahun: Isaque, Kauã Elias, dan Alisson Santana. Semua pemain tersebut dibeli dengan nilai transfer antara €10‑17 juta, menegaskan kembali model bisnis klub yang mengandalkan penjualan talenta ke liga-liga Eropa.
Keputusan bermain di London juga membuka peluang bagi pendukung internasional untuk menyaksikan aksi Shakhtar secara langsung, sekaligus menambah nilai komersial bagi sponsor dan hak siar. Dengan Real Madrid dijadwalkan menjadi tamu pada Januari di Stamford Bridge, eksposur klub Ukraina diperkirakan akan mencapai puncaknya.
Namun, tantangan logistik tetap menjadi perhatian utama. Perjalanan panjang dan perubahan zona waktu dapat memengaruhi performa pemain, terutama saat harus kembali ke Ukraina untuk laga domestik. Srna mengakui bahwa tim akan menyiapkan program pemulihan khusus untuk mengurangi kelelahan.
Di tengah semua itu, pertarungan di Liga Champions tetap menjadi arena utama bagi Shakhtar Donetsk. Klub berharap dapat melaju ke fase knockout, sekaligus mengamankan pendapatan tambahan yang sangat dibutuhkan. Sementara itu, Mudryk berjuang mengumpulkan gol demi mengamankan masa depannya di Premier League, dan Santos menyesuaikan diri dengan tantangan baru di liga Belanda.
Dengan kombinasi strategi kompetitif, manajemen pemain, dan penyesuaian logistik, Shakhtar Donetsk memperlihatkan tekad kuat untuk tetap bersaing di panggung internasional meski berada dalam kondisi geopolitik yang sulit.
