analitik

Rapid Bucuresti Guncang FIBA 3×3: Belanda Gagal di Semi Final, Prancis Menang di Shanghai

Ule.co.id – Rapid Bucuresti kembali menjadi sorotan utama pada turnamen FIBA 3×3 Women's Series Project Redwings Shanghai Final 2026, setelah mengalahkan Timnas Belanda dengan skor 18-14 di babak semi final. Kekalahan tersebut menambah catatan pahit Belanda yang sebelumnya memegang dua gelar sekaligus, World Cup 2025 dan Europe Cup 2025, namun kini harus berjuang mempertahankan mahkota mereka di Antwerp.

Di Antwerp, Belanda menyiapkan diri untuk mempertahankan Europe Cup 2026 setelah menjuarai turnamen di Kopenhagen tahun lalu. Namun, kekalahan melawan Rapid Bucuresti di Shanghai menjadi peringatan keras bahwa dominasi tidaklah mutlak dalam kompetisi 3×3 wanita. Sebelumnya, Belanda mencatat rekor 27 kemenangan beruntun di Women's Series, namun streak tersebut terhenti setelah pertemuan sengit dengan tim asal Rumania tersebut.

Baca juga:
Dewa United vs Bhayangkara FC Berakhir Imbang 2-2, Lini Tengah Jadi Penentu di Banten International Stadium

Sementara itu, tim Prancis menutup musim dengan gemilang setelah menumbangkan Rapid Bucuresti 22-14 di final Shanghai. Kemenangan ini menandai gelar ketiga Prancis dalam sejarah Women's Series, setelah sebelumnya meraih juara pada 2019 dan 2024. Laetitia Guapo, yang kembali menjadi bintang tim, dinobatkan sebagai MVP turnamen berkat penampilan konsisten sepanjang fase grup dan final.

Keberhasilan Prancis di Shanghai tidak hanya mempertegas posisi mereka sebagai kekuatan utama dalam 3×3 wanita, tetapi juga memberikan poin penting untuk peringkat dunia menjelang Olimpiade Los Angeles 2028. Dengan delapan tim terbaik dari tujuh negara bersaing, turnamen Level 8 ini menjadi ajang penentu bagi banyak negara yang mengincar tiket Olimpiade.

Di sisi lain, Rapid Bucuresti menunjukkan bahwa tim klub dapat menyaingi tim nasional dalam kompetisi bergengsi. Kemenangan melawan Belanda memperlihatkan taktik pertahanan ketat dan serangan cepat yang menjadi ciri khas mereka. Pemain kunci seperti Andreea Popescu mencetak 12 poin dan 8 rebound, sementara rekan setimnya, Ioana Mihai, berkontribusi dengan 10 poin serta mencuri bola penting di menit-menit akhir.

Turnamen di Shanghai juga menjadi panggung bagi talenta muda. Li Ruoying dari Tim Beijing memperoleh penghargaan Young Talent's Laura Award, menandakan potensi besar generasi berikutnya dalam 3×3. Sementara itu, penyelenggaraan FIBA 3×3 Promotion Week menampilkan berbagai kegiatan mulai dari liga universitas, tantangan park, hingga pameran seni, memperkuat hubungan antara olahraga dan budaya kota.

Keberhasilan Prancis dan performa impresif Rapid Bucuresti menambah dinamika kompetisi menjelang Europe Cup 2026 di Antwerp. Belanda, yang kini harus menatap kembali trofi Europe Cup, akan menghadapi tantangan berat dari tim-tim yang telah menyaksikan kelemahan mereka di Shanghai. Pemain veteran seperti Noortje Driessen dan Janis Boonstra diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan diri tim.

Baca juga:
Argentina Liga Profesional: Messi Tutup Karier Internasional, Klub-klub Bergulir Menuju Gelar

Pool A di Antwerp mempertemukan Belanda dengan Azerbaijan dan Ukraina. Pertarungan melawan Azerbaijan khususnya diprediksi sengit, mengingat sejarah pertemuan dua tim di turnamen sebelumnya, di mana Belanda berhasil mengalahkan Azerbaijan baik di Europe Cup 2025 maupun World Cup 2026. Ukraina, dengan gaya permainan yang agresif, juga dapat menjadi pengacau strategi Belanda.

Selain gelar Europe Cup, pemenang turnamen ini akan otomatis mengamankan tempat di FIBA 3×3 World Cup 2027 serta FIBA 3×3 Champions Cup 2027. Oleh karena itu, setiap poin di Antwerp menjadi sangat berharga. Bagi Rapid Bucuresti, meski tidak berpartisipasi sebagai tim nasional, keberhasilan mereka di Shanghai memberikan dorongan moral bagi klub-klub lain di Eropa untuk menantang dominasi tim nasional.

Dengan agenda kompetisi yang padat, para pemain harus mengelola kebugaran dan strategi secara cermat. Pelatih Timnas Belanda, Mark van den Berg, menegaskan pentingnya analisis video dan latihan intensif untuk mengatasi kekurangan yang terungkap di Shanghai. Sementara tim Prancis berencana memanfaatkan momentum kemenangan mereka untuk memperkuat skuad menjelang Olimpiade.

Secara keseluruhan, turnamen FIBA 3×3 Women's Series Project Redwings Shanghai Final 2026 menampilkan persaingan sengit antara tim nasional dan klub, menyoroti pertumbuhan eksponensial basket 3×3 wanita di panggung internasional. Dengan Rapid Bucuresti menorehkan kejutan, Prancis mengukir gelar juara, dan Belanda bertekad bangkit kembali, cerita basket 3×3 wanita tahun ini masih jauh dari selesai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *