analitik

Veda Ega Pratama Finis P18 di Moto3 San Marino, Fokus Alih ke Austria

Ule.co.id – Balapan moto3 San Marino di Sirkuit Misano World Circuit Marco Simoncelli pada Minggu (13/9/2026) menjadi ajang uji ketangguhan bagi pembalap muda asal Indonesia, Veda Ega Pratama. Memulai balapan dari posisi start ke-15, Veda sempat menunjukkan potensi dengan beradu sengit di zona poin pada beberapa lap awal. Namun, perubahan kondisi lintasan dari basah menjadi kering membuat ritme balapannya terhambat, hingga akhirnya ia menutup perlombaan di urutan ke-18.

Situasi serupa juga dialami rekan setimnya, Zen Mitani dari Jepang, yang memulai dari grid ke-19. Masalah teknis kecil pada motor muncul di sekitar lap kelima, menyebabkan ia kehilangan kontak dengan kelompok pembalap yang bersaing untuk poin. Mitani pun harus menyelesaikan balapan di posisi ke-22. Kedua kejadian ini menegaskan betapa pentingnya konsistensi mesin dalam balapan moto3 yang penuh persaingan.

Baca juga:
Kisah Pebulu Tangkis China Lin Dan Legenda The Big 4 yang Miliki Rekor Unik dengan Publik Istora Senayan

Di puncak podium, Maximo Quiles berhasil mengamankan kemenangan dramatis dengan selisih tipis 0,021 detik atas David Almansa. Brian Uriarte melengkapi podium ketiga, menutup deretan pembalap yang menempati tiga posisi teratas. Kedatangan Quiles ke posisi puncak klasemen sementara semakin lebar, menciptakan jarak 107 poin dari rival terdekatnya.

Setelah balapan, Veda memberikan komentar berkelas melalui pernyataan resmi Honda Team Asia. Ia mengakui bahwa kondisi lintasan yang berubah menjadi kering menjadi faktor utama yang menurunkan performanya. “Ini akhir pekan yang sulit bagi saya. Saya merasa sangat percaya diri saat lintasan basah pada Jumat, namun ketika menjadi kering, saya harus berjuang ekstra keras,” ujar Veda. Ia juga menyoroti adanya perbaikan pada motor sejak sesi kualifikasi kedua (Q2) hingga balapan utama, menilai perkembangan tersebut mengarah ke arah yang lebih positif.

Meski tidak memperoleh poin di Misano, Veda tetap optimis. Ia menegaskan bahwa fokus tim kini beralih ke Grand Prix Austria, yang dijadwalkan beberapa minggu mendatang. Tim Honda Asia berencana melakukan penyesuaian setup motor untuk mengatasi tantangan lintasan yang berbeda, sekaligus memperkuat strategi balap agar Veda dapat kembali masuk zona poin.

Klasemen sementara Moto3 musim 2026 menunjukkan Veda masih berada di posisi ketujuh dengan total 97 poin, menandakan konsistensi poin yang cukup baik meski tidak selalu masuk podium. Sementara itu, David Almansa naik ke posisi kedua setelah menyalip Alvaro Carpe yang gagal mencetak poin di Misano. Posisi ketiga tetap dipegang Brian Uriarte, yang menambah kredibilitas timnya dalam perebutan gelar akhir musim.

Baca juga:
Naomi Osaka Terhenti di Toronto, Elena Rybakina Siap Rebut Gelar

Berikut rangkuman hasil utama Grand Prix San Marino 2026:

  • 1. Maximo Quiles (Spain) – 0,021 detik di atas David Almansa
  • 2. David Almansa (Spain) – Pole position, finis runner-up
  • 3. Brian Uriarte (Argentina) – Podium ketiga
  • 4. Matteo Bertelle – 13 poin
  • 5. Valentin Perrone
  • 6. Rico Salmela
  • 7. Joel Kelso
  • 18. Veda Ega Pratama (Indonesia) – Tidak memperoleh poin

Dengan jadwal yang padat, tim dan pembalap Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan jeda sebelum GP Austria untuk melakukan evaluasi teknis dan mental. Veda Ega Pratama menutup pekan Misano dengan tekad kuat, berharap perbaikan yang dilakukan dapat membuahkan hasil di lintasan berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *