analitik

Ronaldo Desak Larangan Seumur Hidup bagi Fans yang Hina Jota, Ruben Neves Dihujat di Saudi Pro League

Ule.co.id – Insiden yang menimpa ruben neves pada laga Al Hilal melawan Al Taawoun menjadi sorotan utama setelah suporter menjerit nama almarhum Diogo Jota berulang‑ulang, memancing reaksi keras dari rekan satu timnya, Cristiano Ronaldo. Rubén Neves, gelandang asal Portugal yang kini memperkuat Al Hilal, harus menahan diri saat teriakan tersebut menggema di tribun stadion Al Taawoun, mengingat kedekatannya dengan Jota yang meninggal dalam kecelakaan mobil pada Juli 2025.

Ronaldo, yang juga bermain di Saudi Pro League bersama Al‑Nassr, langsung melontarkan protes lewat akun Instagram pribadinya. Ia menuntut agar liga memberlakukan larangan masuk seumur hidup bagi para pendukung yang terlibat dalam provokasi tersebut. “Liga harus mengambil tindakan tegas dan melarang mereka masuk stadion lagi,” tulis sang bintang, menegaskan bahwa perilaku semacam ini tidak dapat dibiarkan.

Baca juga:
Valentín Barco Siap Menyongsong Tantangan Besar di Eropa Setelah Penampilan Gemilang di Argentina

Diogo Jota, mantan penyerang Liverpool dan Wolverhampton Wanderers, meninggal dunia bersama adiknya, Andre Silva, dalam kecelakaan mobil di Zamora, Spanyol. Jota adalah sahabat dekat ruben neves; keduanya pernah berbagi lapangan di klub Inggris serta tim nasional Portugal. Kenangan mereka tetap hidup, terbukti dari nomor punggung 21 yang dipakai ruben neves untuk Portugal sebagai penghormatan, serta tato di betis yang menampilkan pelukan mereka.

Rekaman video yang beredar menunjukkan ruben neves sedang bersiap mengambil tendangan bebas bersama rekan setim Crysencio Summerville ketika suporter Al Taawoun memulai teriakan “Jota, Jota, Jota” secara berulang. Menanggapi, Neves memberikan tepuk tangan sarkastik, mengacungkan jempol, lalu menunjuk ke langit sebelum mengarahkan jari ke arah tribun yang mengeluarkan teriakan. Gestur tersebut menandakan kekecewaan sekaligus menantang para pelaku.

Setelah pertandingan berakhir dengan kemenangan telak Al Hilal 6-0, ruben neves melanjutkan komentarnya di zona mixed. “Saya hanya berharap mereka tidak pergi berdoa setelah apa yang mereka lakukan,” ujarnya, menegaskan rasa tidak puasnya terhadap tindakan tidak sportif tersebut. Pernyataan ini kemudian diangkat oleh media internasional dan menambah tekanan pada otoritas liga untuk mengambil langkah tegas.

Di sisi lain, pertandingan tersebut juga menyuguhkan penampilan gemilang Gabriel Martinelli yang mencetak hat‑trick, serta Ollie Watkins yang menambah dua gol. Kemenangan besar ini sempat ternoda oleh insiden suporter, namun menyoroti kualitas tim Al Hilal yang kini dipimpin oleh pemain-pemain bintang dunia.

Baca juga:
Lautaro Martínez Bawa Inter ke Kemenangan Dramatis atas Napoli, Dapat Sorotan Barcelona dan Formula 1 Monza

Reaksi tidak hanya datang dari Ronaldo. Pemain timnas Arab Saudi, Saleh Abu Al Shamat, juga mengecam tindakan tersebut, menyatakan bahwa perilaku semacam itu melampaui rivalitas dan mencoreng nilai‑nilai Islam. Ia menekankan pentingnya menjaga sportivitas dan menghormati memori almarhum Jota.

Keputusan liga Saudi Pro League masih dalam proses, namun tekanan publik dan figur-figur sepak bola internasional semakin mempercepat kemungkinan penerapan sanksi berat. Jika larangan seumur hidup diterapkan, insiden ini dapat menjadi preseden penting dalam menegakkan etika di stadion‑stadion Arab Saudi dan dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *