Munster Sulit Terima Kekalahan Bhayangkara dari Persijap, Soroti Kesalahan Individu
JEPARA, ule.co.id – Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC, Paul Munster, mengaku belum bisa mencerna kekalahan timnya dari Persijap Jepara dalam lanjutan pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026. Bermain di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu, The Guardians tumbang dengan skor 1-2—hasil yang sekaligus memutus tren impresif mereka.
Datang dengan modal enam kemenangan beruntun, Bhayangkara justru terpeleset oleh kesalahan sendiri. Dua gol Persijap lahir dari blunder lini belakang, situasi yang secara eksplisit disorot Munster usai laga.
“Kami kebobolan dua gol. Kami mencoba membalikkan keadaan, akhirnya mencetak satu gol. Tapi kami tidak mampu meraih kemenangan hari ini. Hasil yang sulit untuk diterima,” ujar Munster, dikutip dari laman resmi I.League, Minggu.
Gol Cepat Ubah Arah Pertandingan
Pertandingan praktis langsung berjalan menanjak bagi tuan rumah. Belum genap 30 detik, Persijap sudah membuka keunggulan melalui Borja Herrera setelah memanfaatkan kesalahan Slavko Damjanovic.
Gol cepat ini mengubah struktur permainan. Bhayangkara yang biasanya mampu mengontrol tempo dipaksa bermain reaktif sejak awal.
Alih-alih bangkit, kesalahan kembali terjadi menjelang turun minum. Kali ini, Moises kehilangan bola di area berbahaya. Sudi Abdallah yang sigap langsung memanfaatkan situasi tersebut untuk menggandakan keunggulan Persijap pada menit ke-45.
Secara taktis, dua momen ini menjadi turning point yang sulit dipulihkan.
Kartu Merah Persempit Ruang Comeback
Upaya Bhayangkara untuk bangkit di babak kedua semakin terhambat setelah Dendy Sulistyawan diganjar kartu merah pada menit ke-75. Bermain dengan 10 orang membuat opsi serangan semakin terbatas.
Meski demikian, Bhayangkara masih menunjukkan respons di menit akhir. Moussa Sidibe mencetak gol pada menit ke-90 untuk memperkecil ketertinggalan.
Gol tersebut melanjutkan performa impresif Sidibe, yang kini telah mengoleksi sembilan gol dari 10 pertandingan sejak bergabung pada putaran kedua. Secara statistik, kontribusinya sangat signifikan—namun belum cukup untuk menyelamatkan tim dari kekalahan.
Evaluasi Internal Jadi Fokus
Asisten pelatih Wahyu Subo Seto menegaskan tim akan segera melakukan evaluasi menyeluruh jelang laga berikutnya.
“Kami akan introspeksi diri untuk pertandingan selanjutnya,” ujarnya.
Evaluasi ini menjadi krusial, terutama dalam aspek konsentrasi dan pengambilan keputusan di lini belakang. Dua kesalahan elementer dalam satu pertandingan menjadi sinyal adanya celah yang perlu segera diperbaiki.
Dampak ke Klasemen
Kekalahan ini berdampak langsung pada posisi Bhayangkara di klasemen. Mereka gagal naik ke peringkat empat dan tertahan di posisi kelima dengan koleksi 44 poin.
Dalam kompetisi yang semakin ketat di papan atas, kehilangan poin dari situasi seperti ini bisa menjadi mahal di akhir musim.
Laga Berikutnya: Ujian Konsistensi
Bhayangkara akan menghadapi PSIM Yogyakarta pada Jumat (17/4) pukul 15.30 WIB. Bermain di kandang, laga ini menjadi kesempatan untuk menguji respons tim setelah kekalahan.
Pertanyaannya sederhana: apakah ini hanya “hari buruk” atau tanda mulai goyahnya konsistensi?
Dalam sepak bola, momentum adalah segalanya. Bhayangkara baru saja kehilangannya—dan sekarang mereka dituntut untuk segera merebut kembali sebelum kompetisi memasuki fase krusial.

