Huawei Pura 90 Pro Series Resmi Meluncur, Andalkan Kamera Zoom 200 MP dan AI Generatif

JAKARTA, Ule.co.id – Huawei kembali menggebrak pasar ponsel premium lewat peluncuran seri terbarunya, Huawei Pura 90 Pro Series. Dua model yang diperkenalkan, yakni Pura 90 Pro dan Pura 90 Pro Max, menonjolkan kombinasi kamera beresolusi tinggi hingga 200 MP dan kecerdasan buatan (AI) yang diklaim membawa pengalaman fotografi ke level baru.

Peluncuran ini mempertegas strategi Huawei yang konsisten menempatkan sektor kamera sebagai diferensiasi utama di segmen flagship.

Desain Premium, Layar Lebih Luas

Dari sisi desain, kedua model tampil serupa dengan sentuhan premium khas Huawei. Perbedaannya terletak pada ukuran layar dan pilihan warna.

Pura 90 Pro hadir dengan layar 6,6 inci, sementara versi Pro Max mengusung layar lebih besar 6,9 inci. Untuk varian Pro Max, Huawei menyematkan bingkai logam dengan efek gradasi dua warna yang disebut sebagai yang pertama di industri.

Pilihan warna juga dibuat lebih berani di Pro Max seperti Orange Ocean hingga Obsidian Black, sedangkan varian Pro tampil dengan warna yang lebih kalem seperti Coconut White dan Mulberry Black.

Kamera 200 MP Jadi Sorotan Utama

Sektor kamera menjadi pusat perhatian. Pura 90 Pro Max dibekali sistem kamera canggih dengan sensor utama RYYB 50 MP yang didukung OIS dan aperture variabel f/1.4 hingga f/4.0.

Huawei mengklaim teknologi ini mampu menghasilkan rentang dinamis hingga 16 kali lebih luas dibanding iPhone 17 Pro Max, dengan detail highlight dan bayangan yang lebih tajam.

Konfigurasi kameranya dilengkapi:

  • Ultra-wide 40 MP
  • Telefoto periskop 200 MP (zoom optik 4x, hingga 8x kualitas optik)

Menariknya, Huawei menyebut lensa telefoto ini mampu menangkap cahaya hingga lima kali lebih banyak dibanding kompetitor, sebuah klaim yang jika terbukti akan menjadi keunggulan signifikan di fotografi jarak jauh dan kondisi minim cahaya.

Sementara itu, Pura 90 Pro tetap membawa DNA serupa, meski dengan spesifikasi yang sedikit dipangkas:

  • Kamera utama 50 MP
  • Ultra-wide 12,5 MP
  • Telefoto periskop 50 MP

XMAGE dan AI Fotografi Jadi Senjata

Kedua perangkat ini berada di bawah ekosistem XMAGE, teknologi pencitraan milik Huawei yang kini dipadukan dengan AI tingkat lanjut.

Fitur-fitur berbasis AI yang dihadirkan antara lain:

  • Rekomendasi pose otomatis
  • Retouching portrait instan
  • Pengambilan foto sekali klik berbasis AI
  • Foto dinamis 3D

Selain itu, terdapat lensa multispektral “Red Maple” yang dirancang meningkatkan akurasi warna dan detail.

Chipset Baru, AI Lebih Ngebut

Di sektor dapur pacu, Huawei menyematkan chipset Kirin 9030s—versi pengembangan dari generasi sebelumnya—yang difokuskan pada peningkatan performa AI.

Huawei mengklaim terjadi peningkatan hingga 200 persen pada kemampuan pemrosesan gambar oleh NPU. Dampaknya terasa pada:

  • Kejernihan video telefoto
  • Stabilisasi gambar
  • Pemrosesan warna berbasis AI

Semua itu berjalan di atas sistem operasi HarmonyOS 6.1 yang semakin mengintegrasikan AI ke berbagai fungsi perangkat.

Asisten virtual Xiaoyi juga mendapatkan peningkatan, termasuk pengenalan suara lebih presisi dan deteksi arah suara. Bahkan, fitur audio mampu menangkap suara hingga jarak 10 meter—fitur yang menarik untuk kebutuhan konten maupun komunikasi.

Harga dan Varian

Huawei membanderol Pura 90 Pro Series di segmen premium dengan rincian:

Huawei Pura 90 Pro:

  • 12GB/256GB: mulai 5.499 yuan (± Rp13,8 juta)
  • 16GB/1TB: hingga 7.499 yuan (± Rp18,8 juta)

Huawei Pura 90 Pro Max:

  • 12GB/256GB: mulai 6.499 yuan (± Rp16,3 juta)
  • 16GB/1TB: hingga 8.499 yuan (± Rp21,3 juta)

Ambisi Huawei di Era AI Mobile

Dengan kombinasi kamera ekstrem dan AI yang semakin dalam, Huawei jelas menargetkan pengguna yang menjadikan fotografi mobile sebagai prioritas utama.

Jika sebelumnya persaingan flagship berkutat pada performa dan desain, kini Huawei mendorong narasi baru: smartphone sebagai “kamera pintar” yang didukung AI penuh.

Pertanyaannya tinggal satu—apakah pasar siap meninggalkan kebiasaan lama dan beralih ke ekosistem yang semakin AI-centric? Huawei tampaknya sudah melangkah lebih dulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *