Veda Ega Pratama Tembus 6 Besar Klasemen Moto3 2026, Peluang Rookie of The Year Terbuka Lebar
JAKARTA, Ule.co.id – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menunjukkan start impresif pada musim debutnya di Moto3 2026. Rider Honda Team Asia itu kini bertengger di posisi keenam klasemen sementara, membuka peluang besar untuk meraih gelar pendatang baru terbaik atau Rookie of The Year.
Berdasarkan data klasemen terbaru MotoGP per Senin, Veda telah mengoleksi 37 poin dari tiga seri balapan. Ia hanya terpaut delapan poin dari Marco Morelli (CFMOTO Gaviota Aspar Team) yang berada di posisi kelima dengan 45 poin.
Satu-satunya Rookie di Enam Besar
Menariknya, dari jajaran enam besar klasemen sementara, Veda menjadi satu-satunya pembalap berstatus rookie murni pada musim ini. Hal ini menjadi indikator kuat bahwa performanya tidak sekadar kompetitif, tetapi juga konsisten di tengah persaingan ketat.
Marco Morelli yang berada tepat di atasnya memang menjalani musim penuh pertama pada 2026, namun sebelumnya sudah mencicipi delapan seri Moto3 pada 2025. Artinya, secara pengalaman, Veda masih unggul dalam kategori debutan sejati.
Konsistensi Jadi Kunci
Pembalap berusia 17 tahun tersebut tampil menjanjikan sejak awal musim. Dari empat balapan yang telah dijalani, Veda hanya sekali gagal meraih poin, yakni saat terjatuh di GP Amerika Serikat pada lap kelima.
Di luar itu, performanya terbilang stabil. Ia finis kelima di GP Thailand, meraih podium ketiga di GP Brasil, serta menutup GP Spanyol di posisi keenam.
Rangkaian hasil tersebut memperlihatkan kombinasi antara kecepatan, adaptasi cepat, dan kematangan balap yang relatif jarang dimiliki pembalap debutan.
Peta Persaingan Klasemen
Sementara itu, puncak klasemen masih dikuasai Maximo Quiles dari CFMOTO Gaviota Aspar Team dengan 90 poin—unggul cukup jauh dari para pesaingnya.
Di bawahnya, Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo) menempati posisi kedua dengan 53 poin, disusul Adrian Fernandez (Leopard Racing) dengan 49 poin dan Valentin Perrone (Red Bull KTM Tech3) dengan 47 poin.
Persaingan papan tengah terbilang ketat. Selain Morelli dan Veda, nama-nama seperti Guido Pini (36 poin) dan David Almansa (33 poin) juga siap mengganggu posisi enam besar.
Momentum dan Tantangan ke Depan
Dengan selisih poin yang relatif tipis di papan tengah, peluang Veda untuk naik peringkat masih sangat terbuka. Kunci utamanya adalah menjaga konsistensi finis di zona poin dan meminimalkan kesalahan, terutama insiden seperti di GP Amerika.
Jika mampu mempertahankan tren positif, bukan tidak mungkin Veda tidak hanya mengamankan gelar Rookie of The Year, tetapi juga menembus lima besar klasemen—bahkan lebih.
Namun, tantangan terbesar tetap pada stabilitas performa sepanjang musim. Moto3 dikenal sebagai kelas dengan persaingan paling rapat, di mana selisih waktu dan strategi balapan sering kali menjadi penentu utama.
Klasemen Sementara Moto3 2026
- Maximo Quiles (CFMOTO Aspar Team) – 90 poin
- Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo) – 53 poin
- Adrian Fernandez (Leopard Racing) – 49 poin
- Valentin Perrone (Red Bull KTM Tech3) – 47 poin
- Marco Morelli (CFMOTO Aspar Team) – 45 poin
- Veda Pratama (Honda Team Asia) – 37 poin
- Guido Pini (Leopard Racing) – 36 poin
- David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact GP) – 33 poin
- Brian Uriarte (Red Bull KTM Ajo) – 28 poin
- David Munoz (Liqui Moly Dynavolt Intact GP) – 22 poin
Harapan Baru Balap Indonesia
Performa Veda Ega Pratama menjadi angin segar bagi dunia balap Indonesia di level internasional. Di usia yang masih sangat muda, ia sudah mampu bersaing dengan pembalap-pembalap top dunia di kelas Moto3.
Jika tren ini berlanjut, Veda tidak hanya berpotensi mencetak sejarah sebagai rookie terbaik, tetapi juga membuka jalan lebih lebar bagi talenta Indonesia untuk bersinar di pentas MotoGP.
Musim masih panjang. Namun satu hal mulai terlihat jelas: Veda bukan sekadar peserta—ia sudah menjadi penantang serius.

