PSG Menang Dramatis 5-4 atas Bayern, Luis Enrique Akui Timnya “Menderita” Sepanjang Laga

JAKARTA, Ule.co.id – Paris Saint-Germain (PSG) meraih kemenangan tipis namun krusial atas Bayern Muenchen dengan skor 5-4 pada leg pertama semifinal Liga Champions 2025/2026. Meski unggul, pelatih Luis Enrique secara terbuka mengakui timnya harus “menderita” sepanjang pertandingan yang berlangsung di Parc des Princes, Rabu dini hari WIB.

“Kami menang, tapi menderita. Dan situasi seperti ini kemungkinan akan terulang di leg kedua,” ujar Enrique, dikutip dari laman resmi klub.

Pengakuan itu bukan tanpa alasan. PSG sempat berada dalam tekanan sejak awal laga. Bayern, yang datang dengan status juara Bundesliga musim ini dan hanya menelan tiga kekalahan di semua kompetisi, langsung tampil agresif.

Tim tamu membuka keunggulan lebih dulu lewat eksekusi penalti Harry Kane pada menit ke-17. Gol tersebut menjadi sinyal awal dominasi Bayern yang sempat membuat PSG kesulitan mengembangkan permainan.

“Kami kebobolan lebih dulu dan kesulitan mengendalikan pertandingan. Bayern memulai laga dengan lebih baik,” kata Enrique.

Namun, PSG perlahan menemukan ritme permainan. Khvicha Kvaratskhelia menyamakan kedudukan pada menit ke-24 sebelum Joao Neves membawa tuan rumah berbalik unggul 2-1 di menit ke-33. Bayern tidak tinggal diam dan kembali menyamakan skor melalui Michael Olise pada menit ke-41, menutup babak pertama dengan skor 2-2.

Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan justru meningkat. PSG tampil lebih tajam dengan mencetak tiga gol tambahan—masing-masing melalui Ousmane Dembele (penalti menit 45+5 dan menit 58) serta Kvaratskhelia pada menit ke-56—yang sempat membuat skor melebar menjadi 5-2.

Namun, Bayern menunjukkan mentalitas tim elite. Dayot Upamecano (65’) dan Luis Diaz (68’) mencetak gol balasan cepat yang memperkecil ketertinggalan menjadi 5-4, sekaligus menjaga asa mereka tetap hidup jelang leg kedua.

Enrique menyebut pertandingan ini sebagai duel kelas atas yang menyajikan intensitas tinggi sejak menit pertama hingga akhir.

“Ini laga luar biasa. Kedua tim menyerang dan menunjukkan kualitas terbaiknya,” ujarnya.

Gelandang PSG Vitinha turut mengamini pandangan tersebut. Ia menilai pertandingan ini sebagai tontonan ideal bagi pencinta sepak bola, meski diakui sangat menantang bagi para pemain di lapangan.

“Ini pertandingan fantastis. Sangat sulit melawan mereka, tapi mereka juga pasti merasakan hal yang sama. Keunggulan satu gol ini belum aman,” kata Vitinha.

Secara statistik, Bayern bahkan sedikit lebih dominan dengan penguasaan bola mencapai 55 persen serta tujuh tembakan tepat sasaran dari 10 percobaan. PSG mencatatkan 12 percobaan dengan lima yang mengarah ke gawang.

Keunggulan tipis ini membuat leg kedua di Allianz Arena, Muenchen, pada Kamis (7/5) dini hari WIB dipastikan berlangsung panas. Dengan margin hanya satu gol, kedua tim masih memiliki peluang yang sama besar untuk melaju ke final.

Situasinya sederhana tapi brutal: PSG unggul di atas kertas, Bayern unggul dalam momentum tekanan. Dan jika leg pertama sudah seperti ini—leg kedua berpotensi jadi kekacauan yang jauh lebih menarik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *