Persib Wajib Menang! Barba Tegaskan Duel Kontra PSIM Jadi Laga Penentu di GBLA
BANDUNG, Ule.co.id – Tekanan di papan atas klasemen BRI Super League kian memuncak. Bek Persib Bandung, Federico Barba, menegaskan bahwa kemenangan atas PSIM Yogyakarta dalam laga pekan ke-31 menjadi target mutlak yang tidak bisa ditawar.
Bermain di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Senin, Persib mengusung misi mengamankan tiga poin penuh demi menjaga posisi di puncak klasemen. Barba menekankan bahwa seluruh pemain memahami urgensi pertandingan ini.
“Kami harus terus berjuang karena kami butuh kemenangan,” ujar Barba.
Kepercayaan diri skuad Maung Bandung sedang berada dalam tren positif setelah kemenangan 4-2 atas Bhayangkara FC pada laga sebelumnya. Hasil tersebut dinilai menjadi fondasi psikologis penting di tengah jadwal kompetisi yang padat menjelang akhir musim.
“Saya pikir dari pertandingan terakhir, kami mendapatkan banyak kepercayaan diri. Itu laga yang sangat berat, tapi kami bisa melewatinya bersama-sama,” katanya.
Dalam konteks taktis, Barba menyoroti pentingnya kolektivitas tim sebagai faktor pembeda. Dengan intensitas persaingan yang meningkat, terutama di fase krusial musim, soliditas antar lini menjadi variabel kunci untuk menjaga konsistensi performa.
Ia juga menegaskan pendekatan fokus jangka pendek yang diadopsi tim pelatih—menghadapi satu pertandingan pada satu waktu tanpa terdistraksi oleh skenario klasemen yang lebih luas.
“Kami hanya perlu memenangkan pertandingan demi pertandingan. Saat ini pertandingan berikutnya adalah yang paling penting,” ujarnya.
Saat ini, Persib memimpin klasemen sementara dengan 69 poin, jumlah yang identik dengan pesaing terdekat, Borneo FC. Kondisi ini membuat margin kesalahan praktis nol. Setiap kehilangan poin berpotensi menggeser posisi di puncak.
Dengan situasi tersebut, duel kontra PSIM bukan sekadar pertandingan rutin, melainkan bagian dari fase penentuan. Tiga poin di kandang bukan hanya menjaga momentum, tetapi juga mengirim sinyal kuat dalam perebutan gelar.
Di atas kertas, Persib diunggulkan. Namun dalam sepak bola, tekanan justru sering menjadi variabel paling tidak terduga. Barba dan kolega tampaknya paham betul: di titik ini, bukan hanya kualitas yang diuji—tetapi juga ketahanan mental.

