Sony Konfirmasi PS6, Penjualan PS5 Turun Tajam hingga 46 Persen
PALANGKA RAYA, Ule.co.id – Penjualan PS5 Turun cukup drastis setelah Sony beberapa kali menaikkan harga konsol PlayStation 5 sejak pertama kali diluncurkan pada 2020. Kondisi ini mulai memengaruhi performa bisnis gim Sony di tengah meningkatnya biaya produksi perangkat keras.
Laporan terbaru menunjukkan Penjualan PS5 Turun signifikan pada kuartal yang berakhir 31 Maret 2026. Sony tercatat hanya mampu menjual sekitar 1,5 juta unit PS5, jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 2,8 juta unit.
Data tersebut menunjukkan Penjualan PS5 Turun lebih dari 46 persen secara tahunan. Penurunan ini menjadi perhatian karena PlayStation selama ini menjadi salah satu sumber pendapatan utama Sony dalam industri hiburan digital global.
Melansir Gizmochina, Sabtu (9/5), kondisi Penjualan PS5 Turun terjadi setelah Sony menerapkan beberapa kali kenaikan harga untuk konsol PS5 di berbagai pasar.
Harga PS5 Naik Tajam
Saat pertama kali dirilis pada 2020, PS5 Digital Edition dijual dengan harga 399 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp6,9 juta.
Namun kini, harga PS5 Digital Edition naik menjadi sekitar 599 dolar AS atau setara Rp9,8 juta.
Sementara itu, versi Disc Edition yang sebelumnya dibanderol 499 dolar AS kini naik menjadi sekitar 649 dolar AS atau sekitar Rp10,6 juta.
Kenaikan harga terbaru diumumkan Sony pada Maret 2026 dengan tambahan hampir 100 dolar AS dibanding harga awal peluncuran.
Kondisi tersebut membuat Penjualan PS5 Turun karena sebagian konsumen mulai menilai harga konsol terlalu mahal untuk perangkat yang sudah berusia beberapa tahun.
Banyak pengguna sebelumnya berharap harga PS5 akan turun seiring bertambahnya usia produk, seperti pola yang biasa terjadi pada generasi konsol sebelumnya.
Namun yang terjadi justru sebaliknya, harga PS5 terus mengalami kenaikan akibat meningkatnya biaya produksi global.
Penjualan PS5 Turun Secara Tahunan
Selain penurunan kuartalan, Penjualan PS5 Turun juga terlihat dalam laporan tahunan Sony.
Pada tahun fiskal 2024, Sony berhasil menjual sekitar 18 juta unit PS5 secara global.
Namun pada tahun fiskal 2025, angka tersebut turun menjadi 16,5 juta unit.
Meski total penjualan global PS5 kini telah mencapai sekitar 93,7 juta unit, performanya masih tertinggal dibanding PlayStation 4 pada fase usia produk yang sama.
Penjualan PS5 Turun menjadi sinyal bahwa pasar konsol mulai menghadapi tantangan baru, terutama terkait harga perangkat dan persaingan industri gim yang semakin ketat.
Sony sendiri mengakui kenaikan biaya komponen menjadi faktor utama yang memengaruhi bisnis PlayStation.
Sony Sebut Biaya Komponen Jadi Beban Utama
Presiden dan CEO Sony Hiroki Totoki mengatakan biaya produksi perangkat keras, khususnya chip memori dan komponen elektronik lainnya, meningkat cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Kenaikan biaya tersebut tidak hanya berdampak pada perangkat keras, tetapi juga memengaruhi penjualan perangkat lunak, aksesori, dan layanan langganan PlayStation.
Menurut Totoki, Penjualan PS5 Turun turut dipengaruhi kondisi pasar yang membuat konsumen lebih berhati-hati dalam membeli perangkat elektronik mahal.
Meski demikian, Sony memastikan belum memiliki rencana untuk menaikkan harga PS5 lagi dalam waktu dekat.
Perusahaan akan mempertahankan struktur harga yang ada sambil memantau kondisi pasar global dan perkembangan biaya produksi.
Sony Tetap Optimistis dengan Bisnis Gim
Walaupun Penjualan PS5 Turun, Sony tetap optimistis bisnis gimnya akan tumbuh pada tahun fiskal berikutnya.
Perusahaan memperkirakan pertumbuhan bisnis gim bisa mencapai sekitar 30 persen.
Optimisme tersebut didorong oleh rencana peluncuran Grand Theft Auto VI yang dijadwalkan hadir pada November mendatang.
Game tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu peluncuran terbesar dalam industri gim dan berpotensi mendongkrak penjualan perangkat PlayStation.
Selain itu, Sony juga terus memperluas layanan digital dan ekosistem PlayStation untuk mempertahankan pengguna aktif.
Sony Konfirmasi Pengembangan PS6
Di tengah kondisi Penjualan PS5 Turun, Sony juga mengonfirmasi bahwa pengembangan konsol generasi berikutnya, PlayStation 6 atau PS6, masih terus berjalan.
Meski belum mengungkap detail spesifikasi maupun jadwal peluncuran, Sony memastikan proyek PS6 menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang perusahaan.
Namun, investasi besar untuk riset dan pengembangan cip serta perangkat keras PS6 diperkirakan masih akan membebani profit perusahaan dalam beberapa waktu ke depan.
Sony tampaknya ingin memastikan PS6 hadir dengan teknologi yang lebih siap menghadapi perkembangan industri gim masa depan, termasuk kecerdasan buatan, cloud gaming, dan grafis generasi baru.
Dengan kondisi Penjualan PS5 Turun saat ini, pengembangan PS6 menjadi langkah penting bagi Sony untuk menjaga dominasi di pasar konsol global dalam beberapa tahun mendatang.

