Pelatihan Militer Karyawan BUMN Dimulai, 400 Peserta Digembleng TNI Selama 3 Bulan
JAKARTA, Ule.co.id – Sebanyak 400 pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi menjalani Pelatihan Militer Karyawan BUMN di Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) TNI, Tangerang Selatan. Program tersebut menjadi bagian dari pembentukan karakter dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan perusahaan pelat merah.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga bulan itu dibuka pada Rabu dan melibatkan peserta dari berbagai perusahaan BUMN. Para peserta akan mendapatkan pendidikan dasar kedisiplinan, kepemimpinan, nasionalisme, hingga penguatan kerja sama tim langsung dari instruktur TNI.
Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto mengatakan program ini dirancang untuk membentuk karakter kepemimpinan dan semangat kebangsaan bagi generasi muda BUMN.
“Mendidik karakter, nasionalisme, jiwa kebangsaan, kebersamaan, disiplin, daya juang. Nah, ini kita titipkan kepada Kodiklat TNI untuk melaksanakan kegiatan ini,” ujar Donny saat memberikan keterangan di Markas Kodiklat TNI, Tangerang Selatan.
Fokus pada Disiplin dan Kepemimpinan
Dalam program Pelatihan Militer Karyawan BUMN, peserta akan mendapatkan materi dasar kemiliteran seperti latihan baris-berbaris, pembentukan mental, hingga simulasi kepemimpinan lapangan.
Menurut Donny, latihan baris-berbaris bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga sarana membangun kedisiplinan dan kemampuan koordinasi dalam organisasi.
Ia menjelaskan bahwa metode pelatihan ala militer dinilai efektif untuk meningkatkan kemampuan seseorang dalam memimpin maupun dipimpin. Selain itu, pelatihan tersebut juga membantu membentuk kekompakan antarpegawai saat bekerja dalam tim.
Program ini pun disebut sebagai langkah strategis untuk membangun budaya kerja yang lebih solid di lingkungan BUMN, terutama menghadapi tantangan bisnis dan transformasi digital yang semakin kompleks.
Tegaskan Bukan Militerisasi BUMN
Meski melibatkan institusi TNI, pemerintah menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan bagian dari upaya militerisasi perusahaan negara.
Donny memastikan pelatihan ini murni bertujuan membangun karakter dan kualitas kepemimpinan pegawai BUMN.
Menurutnya, pendekatan disiplin militer dipilih karena memiliki sistem pembinaan karakter yang sudah teruji selama bertahun-tahun.
“Ini bukan militerisasi. Ini pendidikan karakter dan kepemimpinan,” katanya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab berbagai spekulasi publik terkait keterlibatan TNI dalam pengembangan SDM BUMN.
Bagian dari Program PLFP
Program Pelatihan Militer Karyawan BUMN merupakan bagian dari rangkaian pendidikan bertajuk Presidential Leadership Feature Program (PLFP).
Program tersebut dirancang berlangsung selama sembilan bulan dengan tiga tahapan utama.
Tahap pertama adalah pendidikan di Kodiklat TNI selama tiga bulan. Pada fase ini peserta fokus pada pembentukan mental, disiplin, nasionalisme, dan daya juang.
Tahap kedua berlangsung selama empat bulan di Danantara Corporate University. Dalam fase ini peserta akan mendapatkan materi pengembangan kemampuan manajerial dan bisnis modern.
Materi yang diberikan mencakup managerial skill, decision making, analytical process, hingga pemahaman mengenai cyber security dan tantangan keamanan digital.
Selanjutnya, peserta akan menjalani magang selama dua bulan di perusahaan BUMN untuk menerapkan ilmu dan pengalaman yang telah diperoleh selama pendidikan.
Siapkan SDM BUMN Berkualitas
Pemerintah berharap program tersebut dapat melahirkan generasi baru pegawai BUMN yang memiliki integritas tinggi, kemampuan kepemimpinan, dan semangat nasionalisme kuat.
Selain itu, pelatihan ini juga dipandang penting untuk memperkuat budaya kerja profesional di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Donny menilai transformasi BUMN tidak hanya membutuhkan teknologi dan investasi, tetapi juga sumber daya manusia yang tangguh dan mampu bekerja dalam tekanan.
Karena itu, pembinaan karakter dianggap menjadi fondasi penting dalam membangun perusahaan negara yang lebih kompetitif.
Dengan kombinasi pendidikan militer, pelatihan manajerial, dan pengalaman kerja langsung, peserta diharapkan mampu menjadi pemimpin masa depan di lingkungan BUMN.
Program tersebut juga menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan generasi muda perusahaan negara agar mampu menghadapi tantangan industri modern dan perubahan ekonomi global.

