analitik

Samsung Produksi Chip AMD? TSMC Terancam Kehilangan Dominasi Mulai 2028

Ule.co.id – Samsung produksi chip AMD menjadi salah satu topik yang ramai diperbincangkan di industri semikonduktor global. Advanced Micro Devices (AMD) dikabarkan tengah menjajaki kerja sama strategis dengan Samsung Foundry untuk memproduksi sebagian chip generasi terbaru mulai 2028.

Informasi tersebut pertama kali dilaporkan oleh Nikkei Asia, yang menyebutkan bahwa pembicaraan antara AMD dan Samsung masih berlangsung. Jika kerja sama ini benar-benar terealisasi, maka untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama AMD tidak lagi sepenuhnya bergantung pada Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) sebagai mitra manufaktur utama.

Baca juga:
HP Samsung RAM 8GB Murah 2026, Ini 7 Pilihan Galaxy A Series dengan Spek Mumpuni

Langkah tersebut dipandang sebagai strategi penting untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan chip di era kecerdasan buatan (AI), sekaligus mengurangi risiko gangguan rantai pasok akibat terbatasnya kapasitas produksi wafer berteknologi tinggi.

AMD Selama Ini Sangat Bergantung pada TSMC

Selama lebih dari satu dekade, AMD membangun hubungan yang sangat erat dengan TSMC.

Sejak memisahkan bisnis manufakturnya menjadi perusahaan independen pada 2008, AMD hampir sepenuhnya mempercayakan produksi prosesor dan chip grafisnya kepada pabrikan asal Taiwan tersebut.

Berbagai produk unggulan AMD saat ini lahir dari fasilitas fabrikasi TSMC, mulai dari prosesor desktop Ryzen, prosesor server EPYC, hingga jajaran Ryzen AI untuk laptop.

Salah satu contohnya adalah Ryzen 7 9800X3D, yang memanfaatkan dua jenis chip berbeda di dalam satu paket prosesor.

Core Complex Die (CCD) diproduksi menggunakan proses fabrikasi N4P milik TSMC, sementara Input/Output Die (IOD) dibuat menggunakan teknologi N6.

Arsitektur tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat prosesor Ryzen modern mampu menghadirkan performa tinggi dengan efisiensi daya yang baik.

Mengapa AMD Mulai Melirik Samsung?

Munculnya kabar Samsung produksi chip AMD bukan tanpa alasan.

Saat ini TSMC menghadapi lonjakan permintaan yang sangat besar, terutama dari perusahaan-perusahaan pengembang teknologi AI.

Salah satu pelanggan terbesar mereka adalah Nvidia, yang membutuhkan kapasitas produksi dalam jumlah masif untuk memproduksi GPU Blackwell dan berbagai akselerator AI generasi terbaru.

Lonjakan permintaan tersebut membuat kapasitas fabrikasi wafer canggih semakin terbatas.

Kondisi inilah yang mendorong AMD mencari alternatif agar produksi prosesor konsumen maupun server tidak terganggu ketika persaingan memperebutkan kapasitas manufaktur semakin ketat.

Diversifikasi pemasok juga menjadi langkah yang dinilai lebih aman dalam jangka panjang dibandingkan hanya mengandalkan satu perusahaan.

Samsung Foundry Dinilai Punya Peluang Besar

Dalam beberapa tahun terakhir, Samsung terus berinvestasi besar-besaran pada bisnis foundry.

Perusahaan asal Korea Selatan itu mengembangkan berbagai teknologi manufaktur terbaru, termasuk proses fabrikasi 4 nanometer hingga 2 nanometer yang ditujukan untuk bersaing langsung dengan TSMC.

Apabila kerja sama Samsung produksi chip AMD terealisasi, Samsung diperkirakan tidak akan langsung memproduksi seluruh komponen prosesor AMD.

Sebaliknya, perusahaan kemungkinan akan menangani produksi chip tertentu yang tidak memerlukan node fabrikasi paling mutakhir.

Strategi ini memungkinkan AMD membagi beban produksi ke lebih dari satu mitra manufaktur.

Fokus pada Komponen Input/Output Die

Laporan industri menyebutkan Samsung berpeluang memproduksi Input/Output Die (IOD) untuk arsitektur Zen 6.

IOD merupakan komponen penting yang menghubungkan berbagai bagian prosesor.

Chip ini bertanggung jawab mengelola:

  • Pengendali memori DDR5.
  • Jalur PCI Express (PCIe).
  • Konektivitas USB.
  • Sistem komunikasi antarchip.
  • Berbagai fungsi input dan output lainnya.

Berbeda dengan inti pemrosesan (CCD), komponen IOD tidak membutuhkan teknologi fabrikasi paling kecil.

Karena itu, penggunaan proses 4LPP milik Samsung dinilai sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan tersebut sekaligus membantu AMD mengurangi biaya produksi.

Zen 6 Tetap Mengandalkan Teknologi TSMC

Meski muncul kabar Samsung produksi chip AMD, bukan berarti AMD akan sepenuhnya meninggalkan TSMC.

AMD sebelumnya telah mengonfirmasi rencana penggunaan teknologi N2 (2 nanometer) milik TSMC pada generasi prosesor server EPYC berikutnya.

Node 2 nm menawarkan peningkatan kepadatan transistor, efisiensi energi, dan performa dibanding generasi sebelumnya.

Namun, teknologi tersebut juga memiliki biaya produksi yang jauh lebih mahal serta kapasitas manufaktur yang masih terbatas.

Karena itu, banyak analis memperkirakan AMD akan menggunakan kombinasi beberapa pabrik untuk memenuhi kebutuhan produksi berbagai lini produknya.

Baca juga:
TSME Ryzen Dipertahankan! AMD Mengalah Setelah Diprotes Komunitas Hardware

Efisiensi Biaya Menjadi Pertimbangan Penting

Selain kapasitas produksi, faktor biaya menjadi alasan utama AMD mempertimbangkan opsi baru.

Industri komputer saat ini menghadapi kenaikan harga berbagai komponen, termasuk DRAM dan NAND Flash.

Di sisi lain, produsen juga harus tetap menjaga harga jual produk agar tetap kompetitif di pasar.

Jika Samsung produksi chip AMD dengan biaya lebih rendah dibandingkan TSMC pada komponen tertentu, AMD dapat memperoleh ruang lebih besar untuk menjaga margin keuntungan sekaligus mempertahankan harga produknya.

Pendekatan tersebut menjadi semakin penting ketika pasar PC masih menghadapi ketidakpastian permintaan di berbagai wilayah.

Diversifikasi Manufaktur Jadi Tren Industri

Langkah AMD sebenarnya sejalan dengan tren yang mulai dilakukan berbagai perusahaan teknologi besar.

Banyak produsen chip kini tidak lagi bergantung pada satu mitra manufaktur.

Diversifikasi produksi dinilai mampu mengurangi risiko apabila terjadi gangguan geopolitik, bencana alam, maupun lonjakan permintaan yang menyebabkan kapasitas produksi menjadi terbatas.

Strategi seperti ini juga memberikan fleksibilitas lebih besar dalam menentukan teknologi fabrikasi yang paling sesuai untuk masing-masing komponen.

Tidak semua chip membutuhkan node tercanggih.

Beberapa komponen justru lebih efisien diproduksi menggunakan proses yang lebih matang dengan biaya lebih rendah.

Dampaknya bagi Persaingan TSMC dan Samsung

Apabila kerja sama Samsung produksi chip AMD benar-benar diwujudkan, dampaknya tidak hanya dirasakan AMD.

TSMC berpotensi kehilangan sebagian pesanan dari salah satu pelanggan terbesarnya, meskipun kemungkinan hanya untuk jenis chip tertentu.

Di sisi lain, Samsung Foundry akan memperoleh peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai pesaing utama TSMC dalam bisnis manufaktur semikonduktor.

Keberhasilan memperoleh kontrak dari AMD juga dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan lain terhadap kemampuan teknologi fabrikasi Samsung.

Persaingan kedua perusahaan diperkirakan akan semakin ketat dalam beberapa tahun mendatang, terutama ketika proses fabrikasi 2 nm mulai diproduksi secara massal.

AMD Belum Memberikan Konfirmasi Resmi

Hingga saat ini, AMD belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kabar Samsung produksi chip AMD.

Laporan yang beredar masih berasal dari sumber industri yang dikutip oleh Nikkei Asia.

Begitu pula Samsung yang belum mengungkap detail pembicaraan tersebut.

Meski demikian, jika melihat kebutuhan industri semikonduktor saat ini, langkah diversifikasi manufaktur menjadi keputusan yang cukup masuk akal.

Permintaan chip AI diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan sehingga kapasitas produksi wafer canggih akan menjadi aset yang semakin berharga.

Prospek Industri Chip Menuju 2028

Jika negosiasi berjalan sesuai rencana, kerja sama antara AMD dan Samsung dapat mulai terlihat pada produk yang diluncurkan sekitar 2028.

Pendekatan manufaktur ganda memungkinkan AMD menempatkan chip dengan kebutuhan performa tertinggi di fasilitas TSMC, sementara komponen lain diproduksi oleh Samsung.

Strategi tersebut berpotensi menciptakan rantai pasok yang lebih fleksibel, efisien, dan tahan terhadap berbagai tantangan pasar global.

Di tengah pesatnya perkembangan AI, komputasi awan, serta perangkat komputasi berkinerja tinggi, kemampuan menjaga pasokan chip menjadi faktor yang sama pentingnya dengan inovasi teknologi itu sendiri.

Karena itu, isu Samsung produksi chip AMD tidak sekadar menjadi kabar mengenai pergantian mitra manufaktur, tetapi juga mencerminkan perubahan strategi AMD dalam menghadapi persaingan industri semikonduktor yang semakin kompleks dan dinamis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *