PLTN Zaporizhia Kembali Jadi Sorotan, IAEA Belum Bisa Sebut Pihak Penyerang
Ule.co.id – PLTN Zaporizhia kembali menjadi perhatian dunia setelah Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) mengakui mendapat tekanan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas serangan artileri di kawasan pembangkit listrik tenaga nuklir tersebut. Namun hingga kini, IAEA menegaskan belum dapat menunjuk pelaku sebelum memiliki bukti yang telah diverifikasi secara independen.
Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi mengatakan lembaganya memahami harapan berbagai pihak, termasuk dari Rusia, agar segera menyebut pihak yang bertanggung jawab atas serangan di PLTN Zaporizhia.
“Ya, saya tahu ada harapan dari Moskow dan beberapa tempat lain juga. Tidak hanya terkait masalah ini, tetapi juga soal Iran dan banyak hal lainnya,” ujar Grossi.
IAEA Tegaskan Harus Berdasarkan Verifikasi Independen
Menurut Grossi, sebagai organisasi internasional, IAEA tidak dapat begitu saja menyimpulkan siapa pelaku di balik serangan terhadap PLTN Zaporizhia tanpa proses verifikasi yang objektif.
Ia menjelaskan bahwa setiap tuduhan harus didukung fakta yang dapat dipastikan secara independen agar tetap menjaga kredibilitas lembaga.
“Sebagai direktur jenderal, saya memahami harapan tersebut bahwa IAEA akan angkat bicara dan menyatakan negara A bersalah, negara B tidak bersalah,” katanya.
Namun, ia menegaskan bahwa langkah tersebut hanya dapat dilakukan apabila seluruh kondisi di lapangan telah diverifikasi secara menyeluruh.
Serangan ke PLTN Zaporizhia Dinilai Tidak Dapat Diterima
Meski belum dapat menyebut pihak penyerang, Grossi menegaskan bahwa setiap serangan terhadap fasilitas nuklir merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan.
Menurutnya, keselamatan instalasi nuklir harus menjadi prioritas utama karena berpotensi menimbulkan dampak yang jauh lebih luas dibanding konflik bersenjata biasa.
“Karena kenyataannya tidak demikian, yang saya coba lakukan adalah menegaskan dengan sangat jelas bahwa hal-hal semacam ini tidak dapat diterima,” ujarnya.
Tekanan terhadap IAEA Terus Meningkat
Pernyataan Grossi disampaikan saat menanggapi pertanyaan mengenai kapan IAEA akan secara terbuka mengecam pihak yang dianggap melanggar gencatan senjata di sekitar PLTN Zaporizhia di Ukraina.
Sejak konflik Rusia-Ukraina berlangsung, pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa itu beberapa kali menjadi lokasi serangan yang memicu kekhawatiran komunitas internasional mengenai potensi kecelakaan nuklir.
Berbagai pihak pun terus mendesak IAEA agar mengambil sikap lebih tegas terkait insiden yang terjadi di kawasan tersebut.
Keselamatan Fasilitas Nuklir Jadi Prioritas
IAEA menegaskan fokus utama lembaga saat ini adalah memastikan keselamatan operasional PLTN Zaporizhia serta mencegah terjadinya insiden yang dapat membahayakan masyarakat dan lingkungan.
Di tengah meningkatnya ketegangan, IAEA tetap berkomitmen menjalankan pemantauan secara independen dan menyampaikan hasil berdasarkan bukti yang telah diverifikasi, bukan atas tekanan politik dari pihak mana pun.

