Rombongan Mahasiswa KKN Unhas Kecelakaan di Bantaeng, Mobil Terguling: Kronologi dan Kondisi Terkini
Ule.co.id – Rombongan mahasiswa KKN Unhas kecelakaan di Bantaeng, mobil terguling di jalur perbatasan Desa Bonto Lojong dan Desa Kayu Loe, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 14.00 WITA. Kecelakaan ini terjadi saat rangkaian masa pengabdian mereka hampir usai. Sebelum musibah datang, sebanyak 12 mahasiswa dari Posko Kayu Loe tersebut baru saja menghadiri acara penutupan KKN yang dipadukan dengan aksi penghijauan serentak di kawasan Pinus Rombeng.
Insiden menegangkan ini terjadi tepat saat perjalanan pulang menuju posko, kendaraan pikap Suzuki APV hitam berplat nomor DD 8999 FO yang mereka tumpangi mendadak hilang kendali akibat masalah teknis pada sistem pengereman. Di tengah situasi panik akibat rem yang tak berfungsi di jalur curam berjarak sekitar 37,6 kilometer dari pusat kota Bantaeng tersebut, sang pengemudi mengambil keputusan sengaja membenturkan badan mobil ke pohon di tepi jalan demi menghentikan laju kendaraan yang tak terkendali.
Benturan keras itu tak terhindarkan. Kendaraan roda empat tersebut seketika hilang keseimbangan, terbalik, lalu berguling ke sisi jalan yang lebih rendah. Rombongan mahasiswa KKN Unhas kecelakaan di Bantaeng, mobil terguling ini menyebabkan sebanyak 12 mahasiswa terluka dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Kondisi mereka dilaporkan stabil dan berangsur membaik.
Putri F Nurdin, Koordinator Dosen Pendamping Kegiatan (DPK) KKN Bantaeng, yang juga dikenal sebagai putri mantan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, berada tak jauh dari lokasi musibah. Ia segera menghubungi layanan darurat Public Safety Center (PSC) untuk meminta bantuan. Pihak Universitas Hasanuddin melalui Kepala Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Dokumentasi, Ishaq Rahman, mengonfirmasi kronologi serta memberikan penafsiran resmi agar tidak memicu kesimpangsiuran informasi di media sosial.
Rombongan mahasiswa KKN Unhas kecelakaan di Bantaeng, mobil terguling ini menjadi perhatian serius dari pihak universitas dan masyarakat. Kecelakaan ini menyebabkan kerugian material dan immateril yang cukup besar. Rombongan mahasiswa KKN Unhas kecelakaan di Bantaeng, mobil terguling ini juga menyebabkan penundaan kegiatan pengabdian masyarakat yang telah direncanakan.
Kepolisian setempat telah melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan Rombongan mahasiswa KKN Unhas kecelakaan di Bantaeng, mobil terguling ini. Sementara itu, pihak universitas dan masyarakat berharap agar para korban dapat segera pulih dan kembali melanjutkan kegiatan pengabdian masyarakat mereka.

