Ricuh di final Piala Dunia 2026: FIFA hukum Argentina, denda total Rp10,36 miliar
Ule.co.id – Ricuh di final Piala Dunia 2026: FIFA hukum tim-federasi Argentina, total denda Rp 10,36 miliar [titlebase] menjadi sorotan utama setelah laga penentuan di New Jersey berakhir dengan keributan massal. Kejadian itu memicu tindakan disiplin keras dari badan sepak bola dunia, yang menilai perilaku pemain dan staf Argentina melanggar kode etik kompetisi internasional.
Insiden bermula ketika Argentina kalah tipis 1-0 dari Spanyol. Dalam kegelisahan, bek Nahuel Molina menendang perut kapten Spanyol, Rodri, kemudian gelandang Leandro Paredes menekel Eric Garcia yang mencoba memisahkan kedua pemain. Paredes selanjutnya mencekik leher Garcia dan mendorong Gavi hingga terjatuh. Tak lama setelah itu, asisten pelatih Argentina, Roberto Ayala, melancarkan pukulan ke wajah Dani Olmo. Aksi-aksi tersebut menimbulkan keributan di lapangan, memaksa keamanan stadion menghentikan pertandingan lebih awal.
Komisi Disiplin FIFA mengumumkan sanksi kolektif pada 22 Agustus 2026. Denda administratif sebesar Rp5,6 miliar dijatuhkan kepada Asosiasi Sepakbola Argentina (AFA). Selain itu, total denda yang harus dibayar oleh federasi dan individu mencapai Rp10,36 miliar, mencakup hukuman tambahan untuk staf pelatih. Berikut rincian sanksi yang diberikan:
- Leandro Paredes: larangan bermain 10 pertandingan, denda US$90.000 (≈Rp1,6 miliar).
- Nahuel Molina: larangan bermain 7 pertandingan, denda US$90.000 (≈Rp1,6 miliar).
- Thiago Almada: larangan bermain 5 pertandingan, denda US$45.000 (≈Rp800 juta).
- Roberto Ayala (asisten pelatih): larangan terlibat dalam 3 pertandingan, denda US$30.000 (≈Rp530 juta).
- Gavi (Spanyol): larangan bermain 1 pertandingan, denda US$30.000 (≈Rp530 juta).
Akumulasi larangan bertanding bagi keempat pemain Argentina mencapai 21 laga, menjadikannya sanksi disiplin terberat dalam sejarah Piala Dunia. FIFA juga menegaskan bahwa denda total Rp10,36 miliar mencerminkan keseriusan badan tersebut dalam menegakkan sportivitas.
Federasi Sepakbola Argentina (AFA) tidak tinggal diam. Claudio Tapia, presiden AFA, mengumumkan niat federasi untuk mengajukan banding atas keputusan FIFA. Tim hukum AFA akan meminta penjelasan dasar keputusan sebelum melanjutkan ke Komite Banding FIFA, dan jika diperlukan, akan membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Fokus utama AFA adalah mengurangi hukuman yang dijatuhkan kepada Paredes, Molina, Almada, dan Ayala, berharap jumlah pertandingan yang harus mereka lewatkan dapat dipangkas.
Reaksi publik dan media sosial pun beragam. Sebagian mengkritik keras tindakan pemain yang mengorbankan reputasi sepak bola internasional, sementara yang lain menilai hukuman FIFA terlalu berat mengingat tekanan mental yang dialami pemain di panggung terbesar. Namun, satu hal yang disepakati bersama adalah bahwa Ricuh di final Piala Dunia 2026: FIFA hukum tim-federasi Argentina, total denda Rp 10,36 miliar [titlebase] menjadi peringatan bagi semua tim untuk menjaga sportivitas dalam kompetisi selanjutnya.

