Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Kemenangan Perdana, Siapa Lebih Berpeluang?
PALANGKA RAYA, Ule.co.id – Belgia vs Iran menjadi salah satu pertandingan paling menentukan pada matchday kedua Grup G Piala Dunia 2026. Kedua tim akan bertemu di Stadio Los Angeles, Amerika Serikat, pada Senin WIB dengan target yang sama, yakni meraih kemenangan pertama demi membuka peluang lolos ke babak 32 besar.
Laga Belgia vs Iran diprediksi berlangsung ketat karena kedua tim sama-sama gagal meraih kemenangan pada pertandingan pembuka. Belgia harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir, sedangkan Iran berbagi poin usai bermain 2-2 menghadapi Selandia Baru.
Situasi tersebut membuat persaingan di Grup G masih sepenuhnya terbuka. Seluruh peserta grup mengoleksi satu poin sehingga belum ada tim yang mampu mengambil alih posisi teratas klasemen.
Persaingan Grup G Masih Sangat Ketat
Hasil imbang yang diraih seluruh kontestan membuat Grup G menjadi salah satu grup paling seimbang pada fase awal Piala Dunia 2026.
Belgia, Iran, Mesir, dan Selandia Baru sama-sama mengumpulkan satu poin dari satu pertandingan. Kondisi tersebut membuat setiap laga berikutnya memiliki arti yang sangat penting.
Bagi pemenang laga Belgia vs Iran, tambahan tiga poin akan menjadi modal besar untuk menghadapi pertandingan terakhir fase grup.
Sebaliknya, apabila pertandingan kembali berakhir imbang, maka peluang seluruh tim untuk lolos ke babak 32 besar masih akan ditentukan pada laga pamungkas.
Pertemuan Perdana di Piala Dunia
Pertandingan Belgia vs Iran akan menjadi pertemuan pertama kedua negara di putaran final Piala Dunia.
Meski belum pernah saling berhadapan di turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut, kedua tim tidak sepenuhnya asing satu sama lain.
Beberapa pemain Iran memiliki pengalaman bermain di kompetisi Belgia sehingga cukup memahami karakter sepak bola negara Eropa tersebut.
Sejumlah Pemain Iran Mengenal Sepak Bola Belgia
Penyerang Dennis Dargahi menjadi salah satu pemain yang memiliki pengalaman cukup panjang di Belgia setelah berkarier di sana sejak 2022.
Selain Dargahi, Alireza Jahanbakhsh juga saat ini bermain bersama klub Liga Belgia, Dender.
Di lini pertahanan, Milad Mohammadi juga pernah memperkuat KAA Gent sebelum melanjutkan kariernya di kompetisi lain.
Pengalaman tersebut dinilai memberikan keuntungan tersendiri bagi Iran karena beberapa pemainnya sudah memahami gaya permainan, tempo pertandingan, hingga karakter kompetisi Belgia.
Meski demikian, pengalaman di level klub tentu berbeda dengan atmosfer pertandingan internasional di ajang sebesar Piala Dunia 2026.
Belgia Masih Diunggulkan
Secara kualitas skuad dan pengalaman, Belgia tetap datang sebagai favorit dalam laga ini.
Timnas Belgia menjalani partisipasi ke-15 di putaran final Piala Dunia sekaligus penampilan keempat secara beruntun sejak edisi 2014.
Prestasi terbaik Belgia dalam beberapa tahun terakhir diraih pada Piala Dunia 2018 di Rusia ketika berhasil finis di posisi ketiga setelah mengalahkan Inggris dalam perebutan tempat ketiga.
Namun perjalanan mereka pada Piala Dunia 2022 di Qatar justru berakhir mengecewakan.
Generasi emas Belgia gagal lolos dari fase grup, sebuah hasil yang memicu perubahan besar dalam tubuh tim nasional.
Era Baru Bersama Rudi Garcia
Kini Belgia memasuki babak baru bersama pelatih Rudi Garcia, yang dipercaya menangani tim sejak awal 2025.
Di bawah arahannya, Belgia berhasil tampil konsisten sepanjang babak kualifikasi zona Eropa.
Mereka menutup kualifikasi sebagai juara Grup J dan memastikan tiket menuju Piala Dunia 2026.
Garcia juga berupaya memadukan pemain senior dengan generasi baru agar Belgia tetap kompetitif di level internasional.
Pemain Berpengalaman Masih Menjadi Andalan
Meski memasuki masa regenerasi, Belgia masih memiliki sejumlah pemain senior yang menjadi tulang punggung tim.
Kapten Kevin De Bruyne tetap menjadi motor permainan di lini tengah berkat visi bermain dan kualitas umpannya.
Di bawah mistar, Thibaut Courtois masih menjadi salah satu penjaga gawang terbaik dunia.
Sementara itu, Romelu Lukaku diharapkan kembali menjadi sumber gol utama Belgia.
Selain mereka, Axel Witsel dan Thomas Meunier juga menghadirkan pengalaman penting yang dibutuhkan dalam pertandingan besar seperti Belgia vs Iran.
Iran Datang dengan Ambisi Besar
Di sisi lain, Iran memiliki motivasi yang tidak kalah besar.
Team Melli menjalani penampilan ketujuh mereka di putaran final Piala Dunia.
Hingga kini, Iran belum pernah berhasil menembus fase gugur sepanjang sejarah keikutsertaannya.
Karena itu, Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan emas bagi wakil Asia tersebut untuk menciptakan sejarah baru.
Performa Meyakinkan di Babak Kualifikasi
Iran tampil impresif sepanjang perjalanan menuju putaran final.
Tim asuhan Amir Ghalenoei hanya mengalami satu kekalahan dari total 16 pertandingan selama babak kualifikasi zona Asia.
Konsistensi tersebut menunjukkan bahwa Iran datang bukan sekadar sebagai pelengkap persaingan.
Mereka memiliki organisasi permainan yang disiplin, transisi yang cepat, serta kemampuan memanfaatkan peluang melalui serangan balik.
Mehdi Taremi Jadi Andalan
Di lini depan, Iran masih mengandalkan pengalaman Mehdi Taremi.
Striker berpengalaman tersebut menjadi salah satu pemain paling berbahaya yang dimiliki Team Melli.
Selain produktif mencetak gol, Taremi juga memiliki kemampuan membuka ruang bagi rekan-rekannya sehingga menjadi ancaman serius bagi lini belakang Belgia.
Pengalaman bermain di kompetisi Eropa membuat Taremi diperkirakan kembali menjadi pemain kunci dalam pertandingan nanti.
Duel Strategi Dua Pelatih
Laga Belgia vs Iran juga menarik karena mempertemukan dua pelatih dengan pendekatan berbeda.
Rudi Garcia dikenal menyukai permainan menyerang dengan penguasaan bola yang dominan.
Sebaliknya, Amir Ghalenoei lebih sering mengutamakan organisasi pertahanan yang solid sebelum melancarkan serangan balik cepat.
Pertarungan taktik ini diperkirakan akan sangat menentukan hasil akhir pertandingan.
Jika Belgia mampu mengontrol tempo permainan sejak awal, peluang mereka untuk meraih kemenangan akan semakin besar.
Namun apabila Iran berhasil menjaga disiplin pertahanan dan memanfaatkan ruang kosong melalui serangan balik, bukan tidak mungkin wakil Asia itu mampu membuat kejutan.
Prediksi Jalannya Pertandingan
Melihat kualitas individu, pengalaman, serta kedalaman skuad, Belgia masih memiliki peluang lebih besar untuk memenangkan pertandingan.
Namun hasil imbang pada laga pertama menunjukkan bahwa Red Devils masih memiliki beberapa pekerjaan rumah, terutama dalam menjaga konsistensi permainan selama 90 menit.
Di sisi lain, Iran telah membuktikan diri sebagai tim yang sulit dikalahkan sepanjang babak kualifikasi.
Kedisiplinan bertahan dan efektivitas saat menyerang bisa menjadi senjata utama untuk menghadapi Belgia.
Dengan kondisi klasemen yang masih sepenuhnya terbuka, pertandingan Belgia vs Iran diperkirakan berlangsung dalam tempo tinggi dan penuh tensi.
Tiga poin akan menjadi bekal yang sangat berharga menuju pertandingan terakhir Grup G sekaligus membuka peluang lebih besar untuk melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.

