analitik

IHSG Diproyeksi Menguat ke Level 6.616: Rekomendasi Saham Pilihan untuk Investor

Ule.co.id – IHSG diproyeksi menguat ke level 6.616, simak rekomendasi saham ini [titlebase] menjadi sorotan utama setelah indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kenaikan 1,93% pada pekan 18–21 Agustus 2026, menutup pada level 6.525,69. Penguatan ini didukung oleh rata‑rata volume transaksi harian yang melonjak hampir 48% menjadi 50,30 miliar saham, serta aliran dana bersih masuk dari investor asing sebesar Rp 548,6 miliar. Analisis teknikal menunjukkan IHSG tetap berada di atas rata‑rata bergerak 20 hari (MA20), menandakan tren bullish jangka pendek masih kuat.

Menurut Brigita Kinari, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), posisi indeks di atas MA5 hingga MA100 menegaskan momentum positif. Ia menambahkan bahwa meskipun potensi koreksi sehat pada zona support 6.429–6.475 perlu diwaspadai, target selanjutnya berada di rentang 6.628–6.666, sekaligus menguji area gap yang terbentuk setelah penutupan pekan lalu. Kombinasi penguatan teknikal, peningkatan likuiditas, dan berbaliknya arus dana asing menjadi katalis utama bagi kelanjutan penguatan.

Baca juga:
Harga BBM Se-Indonesia Selasa 11 Agustus 2026: Cek Tarif Pertamax-Dexlite Terbaru di Tiap Provinsi

Sejumlah analis sekuritas menambahkan perspektif mereka. M. Nafan Aji Gusta dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia menekankan dukungan nilai tukar rupiah yang menguat ke kisaran Rp 17.694 per dolar AS, didorong keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di 5,75 persen serta kebijakan buyback obligasi pemerintah AS tenor panjang. Penguatan harga emas dunia sebesar 1,97% YoY pada level US$4.661,60 per ons troy juga menambah sentimen positif bagi sektor pertambangan. Dalam rekomendasi sahamnya, Mirae Asset menyoroti BUVA, FUTR, dan SSIA sebagai pilihan potensial pada sesi perdagangan Senin (24/8).

Di sisi lain, MNC Sekuritas mengidentifikasi pola gelombang Elliott, menyatakan IHSG berada pada wave v dari wave (c). Mereka memperkirakan koreksi jangka pendek pada level 6.429–6.475 sebelum melanjutkan penguatan ke area 6.628–6.666. Rekomendasi saham yang diberikan meliputi FORE, INCO, MBMA, dan TLKM. Sementara itu, Binaartha Sekuritas menyoroti potensi koreksi ke support terdekat di level 6.441, dengan rekomendasi JPFA, MDKA, PGAS, dan UNVR untuk investor yang mengincar nilai undervalued.

Faktor eksternal juga tetap menjadi perhatian. Yield US Treasury 10‑tahun mendekati 4,70% dan 30‑tahun sekitar 5,25% meningkatkan kekhawatiran inflasi serta biaya pendanaan korporasi. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya sanksi baru AS terhadap Iran, turut mendorong volatilitas harga minyak, yang pada gilirannya dapat memengaruhi sentimen pasar global dan aliran modal ke pasar emerging seperti Indonesia.

Baca juga:
Badai Kebangkrutan Jepang Tembus 1.000 Kasus, Bisnis Kecil Tertekan

Dengan latar belakang tersebut, para pelaku pasar diharapkan tetap memperhatikan dinamika likuiditas M2 yang tumbuh solid pada Juli serta kebijakan moneter domestik. Kombinasi faktor fundamental dan teknikal ini menjadikan IHSG diproyeksi menguat ke level 6.616, simak rekomendasi saham ini [titlebase] sebagai acuan utama dalam menyusun portofolio minggu depan. Investor disarankan untuk menyesuaikan alokasi aset, memperhatikan level support kritis, serta memanfaatkan peluang pada saham-saham yang diprediksi akan mendapat manfaat paling besar dari tren bullish.

Secara keseluruhan, meski pasar global tetap penuh ketidakpastian, indikator domestik menunjukkan landasan yang cukup kuat bagi IHSG untuk menguji level resistance baru. Penguatan nilai tukar, aliran dana asing positif, serta rekomendasi saham terpilih menjadi faktor kunci yang dapat menggerakkan indeks lebih tinggi dalam beberapa sesi ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *