Hera Handayani Mundur dari Direksi Elnusa, Siap Pimpin HR Danantara dengan Tantangan Baru
Ule.co.id – Elnusa kembali menjadi sorotan publik setelah Hera Handayani mengajukan pengunduran diri dari jabatan Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum PT Elnusa Tbk. Keputusan ini resmi diterima pada 20 Agustus 2026 dan akan efektif setelah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) berikutnya.
Hera Handayani, yang pertama kali diangkat sebagai Direktur SDM dan Umum melalui RUPST pada 6 Juni 2023, kemudian dikukuhkan kembali pada RUPS Januari 2024, kini melangkah ke peran baru sebagai Senior Human Resources Director di Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Langkah strategis ini menandai transisi penting dalam kariernya, mengingat pengalaman luasnya di sektor energi serta keahlian dalam manajemen sumber daya manusia.
Karier Hera di industri minyak dan gas dimulai pada akhir 1990-an sebagai konsultan bisnis di Arthur Andersen Business Consulting dan Ernst & Young. Selama periode 1998-2004, ia mengasah kemampuan analitis dan manajerial, sebelum bergabung dengan Elnusa pada 2014. Di dalam grup Elnusa, ia menempati sejumlah posisi kunci, termasuk Project Management Officer, Senior Manager Quality Management, Vice President of Engineering Centre & Quality Management, serta Vice President Business Development & Marketing. Pengalaman lintas fungsi ini memperkuat kompetensinya dalam mengelola proyek besar, meningkatkan kualitas operasional, dan mengembangkan strategi bisnis.
- 1998‑2004: Konsultan Bisnis, Arthur Andersen & Ernst & Young
- 2007‑2010: Direktur LETMI ITB Bandung
- 2009‑2014: Direktur PT Quant Capital Investama
- 2014‑2023: Berbagai posisi strategis di PT Elnusa Tbk
- 2023‑2026: Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum PT Elnusa Tbk
- 2026‑sekarang: Senior HR Director, Danantara
Selain peran eksekutif, Hera juga aktif di dunia akademis sebagai pengajar di Universitas Indonesia dan pernah menjabat sebagai Direktur Pengembangan LETMI ITB. Keterlibatannya dalam pendidikan dan pelatihan menegaskan komitmennya terhadap pengembangan sumber daya manusia berkualitas di Indonesia.
Pengunduran diri Hera disampaikan melalui surat resmi yang dipublikasikan dalam Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 24 Agustus 2026. Manajemen Elnusa menegaskan bahwa proses transisi akan berjalan lancar, dengan penunjukan pengganti yang akan diputuskan pada RUPS mendatang. Sementara itu, Danantara menyambut kedatangan Hera dengan optimism tinggi, mengingat reputasinya dalam mengelola tim multidisiplin dan mengimplementasikan kebijakan HR yang inovatif.
Berita ini muncul bersamaan dengan perkembangan lain di pasar energi Indonesia. PT Elnusa Tbk, sebagai penyedia jasa energi terkemuka, terus menegaskan fokus pada strategi bisnis jangka panjang, termasuk dukungan terhadap program pemerintah dalam penanganan pandemi Covid‑19 dan upaya diversifikasi portofolio energi. Meskipun demikian, perubahan struktural di tingkat direksi menjadi sinyal bahwa perusahaan sedang menyiapkan diri untuk tantangan regulasi dan kompetisi yang semakin ketat.
Pengunduran diri seorang eksekutif senior seperti Hera Handayani biasanya menimbulkan spekulasi mengenai motivasi pribadi maupun strategi korporasi. Dalam pernyataannya, Hera menekankan keinginan untuk mengeksplorasi peluang baru di bidang pengelolaan investasi dan pengembangan sumber daya manusia di sektor keuangan. Ia juga menambahkan bahwa keputusan ini diambil setelah pertimbangan matang dan tidak ada tekanan eksternal.
Pengumuman ini juga menjadi perhatian investor, mengingat pergerakan saham Elnusa yang dipengaruhi oleh dinamika manajemen. Analis pasar menilai bahwa transisi kepemimpinan dapat menjadi peluang bagi perusahaan untuk memperkuat tata kelola dan meningkatkan nilai pemegang saham, asalkan proses suksesi dijalankan secara transparan.
Secara keseluruhan, langkah Hera Handayani meninggalkan Elnusa dan bergabung dengan Danantara mencerminkan tren mobilitas profesional tingkat tinggi di industri energi dan keuangan Indonesia. Pengalaman lintas sektornya diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan kebijakan SDM yang adaptif, sekaligus memperkuat posisi Danantara dalam mengelola investasi strategis di sektor energi.

