analitik

Inspirasi Raihan Nurhafidz: Kuliah Sambil Jadi Ojol, Raih IPK 3,82 dan Wisuda Gemilang

Ule.co.id – Kuliah sambil jadi ojol, kisah perjuangan Raihan Nurhafidz hingga wisuda dengan IPK 3,82 [titlebase] menjadi sorotan utama ketika ia resmi dilantik sebagai wisudawan Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Bandung (Unisba) pada akhir Agustus 2026. Lulusan ini menutup empat tahun perjalanan akademik dengan predikat Pujian, sekaligus menorehkan prestasi akademik tinggi di tengah kesibukan mengemudi ojek online untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Raihan, yang berasal dari Bandung, menapaki dunia perkuliahan dengan tekad kuat sejak SMA. Memilih Unisba bukan tanpa alasan; kampus tersebut dikenal dengan lingkungan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan yang kuat. Selama menempuh studi, ia berhasil mengamankan Beasiswa Jabar Future Leadership (JFLS), sebuah program yang tidak hanya membantu meringankan beban biaya kuliah, tetapi juga memperluas jaringan dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Barat.

Baca juga:
Pohon Dikuli Ti di Bandung: Wali Kota Farhan Usut Kasus dan Upaya Penyelamatan

Namun, beasiswa tidak menutupi seluruh kebutuhan sehari-hari. “Memang saya ingin ikut bermain atau nongkrong setelah selesai kuliah, tetapi saya melihat kondisi keuangan orang tua maupun saya sendiri memang kekurangan. Maka dari itu saya memberanikan untuk ngojek,” ujar Raihan. Dengan mengatur jadwal kuliah, kegiatan organisasi, dan jam mengemudi, ia belajar mengelola waktu secara efisien. Setiap pagi ia menghadiri perkuliahan, siang hari terlibat dalam kepanitiaan, dan sore hingga malam mengantarkan penumpang melalui aplikasi ojek online.

  • Anggota Kepanitiaan Pemilihan dan Persidangan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (KP2FTK).
  • Staf bidang Media Informasi di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unisba.
  • Pengemudi ojek online untuk menambah penghasilan dan mendukung keuangan keluarga.

Pengalaman menggabungkan akademik, organisasi, dan pekerjaan lapangan memberikan Raihan perspektif yang unik. Ia tidak hanya menguasai materi perkuliahan, tetapi juga mengasah kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan manajemen waktu. Prestasinya tercermin dalam IPK 3,82 yang diraih pada 27 April 2026, menandai konsistensi belajar meski harus berjuang di luar kelas.

Wisuda yang dilangsungkan pada 21-22 Agustus 2026 di Kampus Utama Unisba menjadi momen puncak. Di antara ratusan mahasiswa lain, Raihan berdiri dengan bangga mengenakan toga, simbol penghargaan atas kerja kerasnya. Keluarga, dosen, dan rekan-rekan organisasi turut hadir memberikan dukungan moral. “Saya ingin membanggakan orang tua dan menunjukkan bahwa kerja keras tidak akan mengkhianati hasil,” ungkapnya dalam pidato singkat yang menginspirasi hadirin.

Baca juga:
Tiga Pedagang Bandung Menggandrungkan Rezeki Musiman di Palangka Raya

Kisah Raihan tidak hanya menjadi contoh bagi mahasiswa lain, tetapi juga menegaskan pentingnya semangat mandiri di era modern. Kuliah sambil jadi ojol, kisah perjuangan Raihan Nurhafidz hingga wisuda dengan IPK 3,82 [titlebase] menggambarkan realitas banyak generasi muda yang harus menyeimbangkan pendidikan dengan kebutuhan ekonomi. Dengan tekad dan dukungan lingkungan, ia berhasil menaklukkan tantangan tersebut dan membuka jalan bagi lulusan berikutnya.

Ke depan, Raihan berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang magister untuk memperdalam ilmu pendidikan agama Islam. Ia juga berkeinginan mengabdikan diri di bidang pendidikan, khususnya di daerah-daerah kurang beruntung, dengan harapan dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *