analitik

Pohon Dikuli Ti di Bandung: Wali Kota Farhan Usut Kasus dan Upaya Penyelamatan

Ule.co.id – Pohon-pohon dikuliti, Pemkot Bandung lakukan penyelidikan [titlebase] menjadi sorotan utama setelah warga menemukan delapan pohon di Jalan Pahlawan tampak mengelupas kulit batangnya. Insiden ini memicu pertanyaan tentang motif di balik tindakan yang dapat mengancam kesehatan pohon dan estetika ruang publik.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung. “Sedang diteliti, penyelidikan sedang berjalan. Kami belum tahu motivasinya apa,” ujarnya dalam konferensi pers di Balai Kota pada Senin (17/8). Farhan menambahkan bahwa Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap pohon-pohon yang terdampak.

Baca juga:
GP Ansor Kalteng Siapkan Kemandirian Ekonomi Hingga Bantu Penanggulangan Karhutla

Menurut data yang dihimpun, sebanyak 14 pohon di Jalan Pahlawan mengalami pengulitan kulit, dengan dua di antaranya menunjukkan kerusakan parah. Di lokasi lain seperti Kiaracondong, Cijerah, Dago, dan Sawunggaling, tim pemkot menemukan jejak pengeboran dan penyuntikan cairan yang diduga berbahaya bagi pertumbuhan pohon. Beberapa kasus di Kiaracondong bahkan telah ditindak, meskipun identitas pelaku belum sepenuhnya terungkap.

Upaya penyelamatan melibatkan perawatan intensif. Bagian batang yang terkelupas dibungkus dengan karung goni, kemudian diberikan nutrisi khusus untuk merangsang regenerasi kulit kayu. “Kami treatment supaya kambiumnya tidak hilang,” kata Farhan, menekankan pentingnya intervensi cepat agar pohon tidak mati.

Pengelupasan kulit batang dapat mengganggu aliran nutrisi dan air, sehingga mempercepat kematian pohon bila tidak ditangani. Farhan menjelaskan, “Kalau dibiarkan bisa bikin pohon mati. Makanya kami treatment supaya lebih sehat.” Tim DPKP juga melakukan pemantauan rutin, mencatat pertumbuhan kembali kulit serta kondisi kesehatan daun.

Motif di balik tindakan pengulitan masih menjadi misteri. Beberapa saksi mata menyebutkan adanya warga setempat yang terlibat, namun belum ada bukti kuat. Farhan meminta Satpol PP untuk memperluas penyelidikan dan menindak tegas siapa pun yang terbukti melakukan perusakan lingkungan.

Kasus ini menimbulkan keprihatinan di kalangan pecinta lingkungan dan aktivis kota. Mereka menilai bahwa perlindungan ruang hijau harus menjadi prioritas, mengingat peran pohon dalam mengurangi polusi, menurunkan suhu, serta meningkatkan kualitas hidup warga. “Pengelupasan kulit pohon bukan sekadar vandalisme, melainkan ancaman terhadap ekosistem kota,” ujar seorang aktivis lingkungan.

Baca juga:
Ancaman Karhutla Meningkat, Mitigasi Karhutla Barito Utara Terus Diperkuat

Selain penanganan medis, Pemkot Bandung juga berencana meningkatkan pengawasan dengan pemasangan kamera CCTV di area-area rawan. Langkah ini diharapkan dapat mencegah aksi serupa di masa mendatang dan memberikan bukti visual bagi pihak berwajib.

Pohon-pohon dikuliti, Pemkot Bandung lakukan penyelidikan [titlebase] kini menjadi contoh konkret bagaimana pemerintah kota menanggapi kerusakan lingkungan secara cepat. Upaya kolaboratif antara dinas terkait, kepolisian, dan masyarakat diharapkan dapat memulihkan kondisi pohon serta mencegah insiden serupa.

Ke depan, Farhan menekankan pentingnya edukasi kepada warga tentang pentingnya menjaga pohon. “Kita harus sadar bahwa pohon adalah aset bersama. Setiap tindakan yang merusak harus dipertanggungjawabkan,” tuturnya. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan ruang hijau Bandung kembali pulih dan tetap menjadi paru-paru kota yang sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *