Suzuki Thunder Dilarang Isi Pertalite, Dari Iklan Farhan hingga Polemik BBM Bersubsidi
PALANGKA RAYA, Ule.co.id – Suzuki Thunder dilarang isi Pertalite menjadi perbincangan hangat setelah sejumlah SPBU di wilayah Jakarta, Tangerang, dan Bekasi menerapkan pembatasan pengisian BBM bersubsidi untuk motor tersebut. Kebijakan ini memicu perhatian publik karena Suzuki Thunder selama ini dikenal sebagai motor sport legendaris yang memiliki banyak penggemar.
Di balik ramainya isu Suzuki Thunder dilarang isi Pertalite, banyak masyarakat justru kembali mengenang iklan legendaris Suzuki Thunder 125 yang dibintangi presenter Farhan. Tagline “Thunder 125 Ini Motor Gue..” yang populer pada masanya kembali ramai diperbincangkan di media sosial.
Mengapa Suzuki Thunder Dilarang Isi Pertalite?
Fenomena Suzuki Thunder dilarang isi Pertalite bukan berasal dari aturan resmi Pertamina yang berlaku secara nasional. Pembatasan tersebut merupakan kebijakan internal sejumlah pengelola SPBU sebagai langkah mencegah penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Belakangan ini, Suzuki Thunder kerap digunakan oleh oknum tertentu untuk membeli Pertalite dalam jumlah besar. Hal tersebut dimungkinkan karena motor ini memiliki kapasitas tangki yang relatif besar dibandingkan banyak sepeda motor lainnya.
Tidak sedikit pula motor yang dimodifikasi dengan tambahan tangki maupun wadah penyimpanan BBM sehingga mampu membawa lebih banyak bahan bakar.
Akibatnya, antrean di SPBU menjadi lebih panjang dan memicu keluhan dari masyarakat yang ingin membeli BBM untuk kebutuhan sehari-hari.
Didukung Aparat Penegak Hukum
Kasus Suzuki Thunder dilarang isi Pertalite juga mendapat perhatian aparat penegak hukum, khususnya di wilayah Tangerang.
Mengutip laporan TangerangNews.com, Polresta Tangerang meningkatkan pengawasan terhadap dugaan penimbunan BBM bersubsidi yang melibatkan motor Suzuki Thunder dengan tangki modifikasi.
Oknum pelaku diduga membeli Pertalite bersubsidi di berbagai SPBU, kemudian menjual kembali BBM tersebut kepada pengecer untuk memperoleh keuntungan.
Langkah pengawasan dilakukan guna mencegah penyalahgunaan subsidi pemerintah yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak.
Kapasitas Tangki Suzuki Thunder Jadi Sorotan
Salah satu alasan Suzuki Thunder dilarang isi Pertalite berkaitan dengan kapasitas tangkinya yang mencapai sekitar 15 liter.
Suzuki Thunder memang dirancang sebagai motor sport touring yang nyaman digunakan untuk perjalanan jarak jauh.
Di Indonesia, Suzuki pernah menghadirkan dua varian utama, yakni:
- Suzuki Thunder 250 yang dipasarkan mulai 1999 hingga 2005.
- Suzuki Thunder 125 yang diperkenalkan pada 2004 dan diproduksi hingga 2015.
Meski memiliki kapasitas mesin berbeda, kedua model tersebut sama-sama dibekali tangki berkapasitas besar sehingga mampu menampung lebih banyak bahan bakar.
Kondisi inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh sebagian oknum untuk mengumpulkan stok BBM bersubsidi.
Farhan dan Iklan Suzuki Thunder yang Melegenda
Ramainya isu Suzuki Thunder dilarang isi Pertalite juga membuat banyak orang kembali mengingat sosok Farhan.
Sebelum menjabat sebagai Wali Kota Bandung, Farhan dikenal sebagai presenter televisi sekaligus penyiar radio yang pernah menjadi bintang iklan Suzuki Thunder 125.
Iklan tersebut sangat populer pada masanya berkat slogan:
“Thunder 125 Ini Motor Gue..”
Melalui kampanye tersebut, Suzuki menggambarkan Thunder sebagai motor sport yang tangguh, realistis, dan cocok digunakan untuk berbagai aktivitas, mulai dari bekerja, touring, hingga berkendara sehari-hari.
Iklan itu menjadi salah satu kampanye otomotif yang paling diingat oleh masyarakat Indonesia.
Mengapa Suzuki Thunder Pernah Sangat Populer?
Terlepas dari polemik Suzuki Thunder dilarang isi Pertalite, motor ini pernah menjadi salah satu motor sport favorit di Indonesia.
Beberapa keunggulan Suzuki Thunder antara lain:
- Mesin dikenal tangguh dan awet.
- Konsumsi BBM relatif efisien.
- Perawatan mudah.
- Suku cadang cukup mudah ditemukan.
- Posisi berkendara nyaman untuk perjalanan jauh.
- Desain naked sport yang mudah dimodifikasi.
Karakter tersebut membuat Suzuki Thunder diminati oleh pekerja, mahasiswa, hingga penggemar touring.
Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) bahkan menunjukkan penjualan Suzuki Thunder sempat menembus lebih dari 1.500 unit per bulan pada pertengahan 2011.
Citra Suzuki Thunder Berubah
Meski sudah tidak diproduksi lagi, nama Suzuki Thunder masih memiliki tempat di hati para pecinta otomotif Indonesia.
Namun, munculnya fenomena Suzuki Thunder dilarang isi Pertalite membuat citra motor ini ikut terdampak. Kendaraan yang dahulu dikenal sebagai motor sport andal kini justru sering dikaitkan dengan dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi oleh sebagian oknum.
Perlu dipahami bahwa kebijakan pembatasan di sejumlah SPBU ditujukan untuk mencegah praktik penimbunan BBM, bukan kepada seluruh pemilik Suzuki Thunder. Pemilik yang menggunakan motornya untuk kebutuhan pribadi tetap tidak dapat disamakan dengan pelaku penyalahgunaan.
Ke depan, pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi diperkirakan akan terus diperketat agar penyalurannya tepat sasaran. Sementara itu, Suzuki Thunder tetap dikenang sebagai salah satu motor sport legendaris yang pernah meraih popularitas besar di Indonesia, termasuk berkat iklan ikonik yang dibintangi Farhan.

