PWNU Kalteng Dorong PBNU Perkuat Pendampingan Daerah, Fokus pada Perguruan Tinggi dan Rumah Sakit
Ule.co.id – PWNU Kalteng Dorong PBNU Perkuat Pendampingan Daerah Fokus Perguruan Tinggi dan Rumah Sakit menjadi sorotan utama dalam rapat pleno Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Jumat, 28 Agustus 2026. Ketua Tanfidziah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Tengah, Dr. HM Wahyudie F. Dirun, menegaskan perlunya dukungan lebih intensif dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kepada organisasi daerah untuk menggerakkan program strategis, terutama yang melibatkan pendirian perguruan tinggi dan rumah sakit.
Dalam sambutannya, Wahyudie menyoroti bahwa selama ini banyak inisiatif pembangunan institusi pendidikan tinggi dan fasilitas kesehatan di tingkat daerah yang terhambat oleh keterbatasan sumber daya dan kebijakan. Ia menekankan bahwa PBNU memiliki peran kunci dalam mengkoordinasikan sumber daya, baik materi maupun non‑materi, sehingga program‑program tersebut dapat terealisasi secara terstruktur dan berkelanjutan.
- Penguatan kapasitas kepengurusan lokal melalui pelatihan manajerial dan kepemimpinan.
- Penyediaan jaringan kerjasama dengan pemerintah pusat, lembaga pendidikan, serta sektor swasta.
- Fasilitasi akses pendanaan melalui skema hibah atau pinjaman bersubsidi yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah.
Ia menambahkan bahwa fokus pada perguruan tinggi dan rumah sakit bukan hanya soal infrastruktur fisik, melainkan juga kualitas layanan dan relevansi kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja serta kesehatan masyarakat. “PBNU harus banyak mendampingi daerah dalam menggolkan program‑program besar, seperti pendirian perguruan tinggi, rumah sakit, dan program strategis lainnya,” ujar Wahyudie dalam sesi pleno.
Penguatan kelembagaan NU di tingkat provinsi, khususnya di Kalimantan Tengah, dipandang sebagai langkah strategis untuk memperluas dampak sosial‑ekonomi. Dengan sinergi yang kuat antara PBNU, PWNU, dan PCNU, diharapkan tercipta ekosistem yang mendukung inovasi, pemberdayaan ekonomi lokal, serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.
Selain menekankan pentingnya dukungan PBNU, Wahyudie juga menyoroti tantangan yang dihadapi daerah, antara lain keterbatasan tenaga ahli, birokrasi yang berbelit, serta kurangnya pemahaman tentang tata kelola lembaga pendidikan dan kesehatan. Oleh karena itu, ia mengusulkan pembentukan tim khusus yang terdiri dari perwakilan PBNU, akademisi, dan praktisi kesehatan untuk memberikan panduan teknis serta monitoring berkelanjutan.
Langkah konkret yang diusulkan meliputi:
- Penyusunan rencana aksi tahunan yang selaras dengan visi misi PBNU dan kebutuhan daerah.
- Pengadaan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dari wilayah Kalimantan Tengah yang akan menempuh studi di perguruan tinggi terakreditasi.
- Pembangunan rumah sakit rujukan tingkat provinsi dengan dukungan tenaga medis terlatih dan peralatan modern.
Penguatan kolaborasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan akses pendidikan tinggi dan layanan kesehatan, tetapi juga memperkuat peran NU sebagai agen perubahan sosial. Dengan jaringan yang lebih luas, NU dapat menjadi jembatan antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam menciptakan solusi berkelanjutan.
Acara pleno tersebut diakhiri dengan komitmen bersama antara PBNU dan PWNU Kalimantan Tengah untuk menindaklanjuti rekomendasi yang telah disampaikan. Seluruh pihak sepakat bahwa keberhasilan program pendirian perguruan tinggi dan rumah sakit akan menjadi indikator nyata keberhasilan pendampingan PBNU kepada daerah, sekaligus memperkokoh posisi NU dalam pembangunan nasional.

