Ule.co.id – Pertandingan rayo vs espanyol pada Selasa malam menjadi sorotan utama bukan hanya karena hasil 2-1 yang menguntungkan Rayo Vallecano, melainkan karena catatan kehadiran terendah dalam sejarah LaLiga yang tercatat hanya 3.742 penonton di stadion Butarque.
Stadion yang memiliki kapasitas 14.422 tempat duduk itu tampak hampir sepi, menandakan kurangnya dukungan suporter di tengah protes yang meluas. Pihak manajemen Rayo Vallecano sebelumnya menyerukan kepada pendukungnya untuk tidak menarik tiket sebagai bentuk penolakan atas penempatan tim di stadion luar kota, mengingat klub masih terpaksa bermain jauh dari markas aslinya di Vallecas akibat penutupan stadion.
Keputusan ini ternyata berujung pada penurunan drastis jumlah penonton, bahkan lebih rendah dibanding dua pertandingan sebelumnya di Butarque yang masing-masing dihadiri 4.280 dan 4.529 penonton. Total kehadiran dalam tiga pertandingan Rayo di Butarque hanya mencapai 12.551, angka yang lebih kecil dari kapasitas satu pertandingan penuh di Vallecas.
Masalah logistik juga memperparah situasi. Pengumuman resmi bahwa laga akan digelar di Butarque muncul kurang dari 12 jam sebelum kickoff, memberi waktu sangat singkat bagi pemegang tiket untuk mengambil atau menukar tiket mereka. Sementara itu, suporter Espanyol sempat diberitahu bahwa tidak ada tiket untuk mereka, kemudian baru diberikan akses ke area VIP dengan harga premium antara 60 hingga 100 euro.
Protes ini tidak hanya mencerminkan kekecewaan atas lokasi pertandingan, tetapi juga menyoroti konflik yang lebih luas antara Rayo Vallecano dan otoritas Komunitas Madrid. Klub masih menunggu keputusan final terkait audit keamanan stadion Vallecas, yang masih berada di bawah proses investigasi meskipun penutupan sementara telah dicabut oleh pejabat daerah.
Di luar isu kehadiran, pertandingan itu sendiri menyajikan aksi menarik. Sergio Camello, penyerang muda Rayo, mencetak gol penentu kemenangan, menambah catatan pribadinya menjadi enam gol musim ini, menempatkannya di antara pencetak gol teratas LaLiga. Sementara itu, Espanyol menanggapi dengan gol balasan, namun tidak mampu mengimbangi tekanan Rayo.
Statistik menunjukkan bahwa Rayo Vallecano kini berada di posisi menengah klasemen, namun sorotan utama tetap pada masalah infrastruktur dan hubungan klub dengan suporter. Rencana selanjutnya adalah kembali bermain di Vallecas pada pertandingan melawan Athletic Club pada 10 Oktober, asalkan permasalahan stadion dapat diselesaikan.
Selain itu, laporan media menyoroti bahwa kondisi lapangan di Butarque tetap terjaga meski beban pertandingan yang padat. Namun, gambar-gambar dari laga rayo vs espanyol menampilkan beberapa area yang tampak kurang rata, menambah kekhawatiran mengenai kualitas permukaan rumput di masa mendatang.
Dengan latar belakang ini, pertandingan rayo vs espanyol tidak hanya menjadi catatan statistik kehadiran terendah, tetapi juga simbol perjuangan suporter yang menuntut hak mereka untuk menonton tim kesayangan di rumah. Konflik ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga keputusan final tentang penggunaan stadion Vallecas diumumkan.








