analitik

DPRD Soroti Pemadaman Listrik Kembali Terjadi, Tekan PLN Perbaiki Pasokan di Kalteng

Ule.co.id – DPRD Soroti Pemadaman Listrik Kembali Terjadi di Kalimantan Tengah, menyoroti gangguan pasokan listrik yang kembali melanda beberapa wilayah pada September ini. Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Sutik, menegaskan bahwa pemadaman berulang menghambat aktivitas rumah tangga serta usaha mikro, kecil, dan menengah di daerah tersebut.

Pemadaman yang terjadi pada pertengahan September bukan kali pertama. Sutik mengingatkan bahwa serangkaian gangguan serupa pernah melanda pada bulan Mei dan Juli, sehingga masyarakat harus berulang kali menyesuaikan jadwal kerja dan kegiatan penting karena alasan teknis yang belum terselesaikan.

Baca juga:
Muslih Pimpin DKUKMPP Kotim: Estafet Kepemimpinan Berlanjut

“Jika memungkinkan, pihak PLN harus lebih memperhitungkan dampak teknis terhadap konsumen,” ujar Sutik pada Senin (14/9). “Saya tidak menguasai seluk‑beluk teknis, namun prioritas utama adalah agar masyarakat tidak lagi mengalami pemadaman listrik yang mengganggu kehidupan sehari‑hari.”

“Sebagian aliran listrik kami masih bersumber dari jaringan Banjarmasin. Jadi bila terjadi gangguan di sana, Kalteng otomatis ikut terdampak,” jelasnya. Pernyataan ini menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap jaringan interkoneksi antar provinsi, terutama mengingat Kalteng memiliki potensi energi sendiri yang belum optimal dimanfaatkan.

Sutik menekankan bahwa evaluasi harus mencakup dua aspek penting: pertama, mengurangi ketergantungan pada jaringan luar; kedua, meningkatkan keandalan jaringan internal. Ia berharap PLN dapat melakukan audit menyeluruh, memperbaiki infrastruktur, serta mempercepat pembangunan pembangkit listrik baru yang berbasis sumber daya lokal.

Pengamat energi menilai bahwa masalah pemadaman berulang di Kalteng mencerminkan tantangan infrastruktur kelistrikan di wilayah Indonesia bagian tengah. Keterbatasan investasi, kondisi geografis yang menantang, serta koordinasi lintas provinsi menjadi faktor penghambat. Namun, dengan dukungan kebijakan daerah dan sinergi antara pemerintah provinsi, PLN, serta sektor swasta, solusi jangka panjang dapat diwujudkan.

Dalam rapat komisi, Sutik juga meminta agar PLN memberikan informasi yang transparan kepada publik mengenai penyebab gangguan, estimasi waktu pemulihan, serta langkah-langkah preventif yang akan diambil. Ia menegaskan bahwa keterbukaan informasi dapat mengurangi kepanikan masyarakat dan membantu pihak terkait merencanakan alternatif sementara.

Baca juga:
DPR RI Dorong Meningkatkan Layanan Hukum di Kalimantan Tengah

Sejumlah warga yang diwawancarai mengungkapkan kelelahan akibat harus menyesuaikan jadwal kerja, belajar, dan produksi usaha karena pemadaman listrik yang tak terduga. “Kami harus menunda proses produksi, bahkan ada yang harus menutup usaha sementara,” kata seorang pedagang pasar tradisional di Palangka Raya.

Menanggapi hal tersebut, Sutik menambahkan bahwa pemerintah provinsi siap mendampingi masyarakat dalam mencari solusi jangka pendek, seperti penyediaan generator darurat di area publik, sambil menunggu perbaikan jaringan utama.

Dengan tekanan publik yang terus meningkat, DPRD Kalteng berharap PLN dapat mengimplementasikan rencana perbaikan jaringan secara cepat, serta memperkuat koordinasi dengan otoritas kelistrikan nasional untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang.

DPRD Soroti Pemadaman Listrik Kembali Terjadi menjadi panggilan serius bagi semua pemangku kepentingan untuk memastikan pasokan listrik yang stabil, aman, dan dapat diandalkan bagi seluruh warga Kalimantan Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *