analitik

Tandon DPRD Jadi Andalan Pemadaman Karhutla: Dukungan Air 10.000 Liter untuk Satgas di Palangka Raya

Ule.co.id – Tandon DPRD Jadi Andalan Pemadaman Karhutla kini menjadi salah satu titik krusial dalam upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Palangka Raya. Sekretariat DPRD Kota Palangka Raya menyediakan pasokan air sebesar 10.000 liter yang dapat diakses oleh tim gabungan pemadam, termasuk personel TNI dari Yonif TP. Ketersediaan air ini sangat membantu satgas yang menghadapi keterbatasan sumber air alami di wilayah tersebut.

Tim Yonif TP yang berada di lapangan melaporkan bahwa unit mereka tidak memungkinkan penarikan air langsung dari parit, sehingga mereka mengandalkan pasokan dari tandon DPRD. “Tim dari Yonif mengambil persediaan air di tempat kami karena unit yang mereka gunakan tidak memungkinkan mengambil air langsung dari parit. Mereka membutuhkan air dan kami bisa membantu menyediakannya,” jelas Yustinus. Selain itu, pasokan air dari kantor DPRD juga dipakai untuk mengatasi kebakaran di sekitar Jalan Soekarno, yang lokasinya dekat dengan sekretariat, sehingga proses pengambilan menjadi lebih cepat dan efisien.

Baca juga:
Infrastruktur Palangka Raya: DPRD Respon Aspirasi Warga Fokus Infrastruktur dan Pelayanan Dasar

Setiap hari, staf Sekretariat DPRD menyiapkan air sesuai dengan kebutuhan lapangan. Koordinasi rutin dilakukan dengan Satgas Karhutla agar distribusi air dapat dimanfaatkan secara optimal. “Setiap hari kami siapkan air untuk membantu satgas. Sumber air saat ini memang terbatas, sehingga kami berupaya mendukung semaksimal mungkin agar penanganan karhutla dapat berjalan lancar,” pungkas Yustinus. Kolaborasi lintas perangkat daerah ini menjadi contoh konkret sinergi antara lembaga legislatif dan aparat keamanan dalam menghadapi ancaman kebakaran yang terus mengancam wilayah Palangka Raya.

Keberadaan Tandon DPRD Jadi Andalan Pemadaman Karhutla tidak hanya sekadar menyediakan air, melainkan juga memperkuat jaringan respon cepat di tengah kondisi sumber daya yang terbatas. Dengan kapasitas 10.000 liter, tandon tersebut menjadi sumber daya strategis yang dapat diandalkan dalam situasi darurat, mempercepat pemadaman, dan mengurangi potensi kerusakan lahan. Upaya ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain yang mengalami permasalahan serupa, mengingat pentingnya koordinasi dan pemanfaatan sumber daya lokal dalam penanggulangan karhutla.

Baca juga:
Penegakan Hukum Karhutla di Kalteng: 32 Kasus Ditindak Tegas, 28 Tersangka Ditetapkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *