analitik

Sayembara Karhutla: Bupati Heriyus Gelar Sayembara Berhadiah untuk Cegah Kebakaran di Murung Raya

Ule.co.id – Bupati Heriyus Gelar Sayembara Berhadiah menjadi sorotan utama ketika ia meluncurkan inisiatif baru di kantor BPBD Murung Raya. Sayembara ini ditujukan bagi warga yang dapat membantu mengidentifikasi dan melaporkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan bukti visual serta identitas pelaku.

Inisiatif ini muncul pada hari Selasa, 22 September 2026, saat Bupati Heriyus memantau pemeriksaan kesehatan gratis bagi Tim Gabungan Penanggulangan Karhutla. Ia menyatakan kesiapan memberikan hadiah tunai sebesar Rp10 juta dari dana pribadi kepada warga yang berhasil menangkap basah atau mengumpulkan bukti kuat tentang pelaku pembakaran lahan.

Baca juga:
BPBD Kobar Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Potensi Karhutla
➜

Sayembara Karhutla ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya kebakaran hutan, yang tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga menimbulkan dampak kesehatan dan ekonomi bagi penduduk setempat. Dengan melibatkan warga secara aktif, pemerintah kabupaten berharap dapat menekan angka kejadian karhutla pada musim kemarau yang akan datang.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Murung Raya, Fitrianul Pahriman SP MSi, menyambut baik langkah Bupati Heriyus Gelar Sayembara Berhadiah. Ia menegaskan bahwa program ini akan dipadukan dengan patroli terpadu, sosialisasi larangan pembakaran, serta penegakan hukum sesuai peraturan yang berlaku.

Selain hadiah tunai, pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan logistik bagi warga yang melaporkan kejadian, seperti perlengkapan dokumentasi dan pelatihan dasar tentang cara mengamankan bukti. Upaya ini diharapkan dapat meminimalisir kesalahan identifikasi dan mempercepat proses penindakan.

Data historis menunjukkan bahwa Murung Raya pernah mengalami peningkatan signifikan kasus karhutla pada musim kemarau sebelumnya. Analisis satelit mengindikasikan bahwa titik panas baru muncul hampir setiap minggu, mengancam lahan pertanian dan hutan lindung. Dengan adanya Sayembara Karhutla, diharapkan warga menjadi mata tambahan yang dapat memantau daerah rawan secara real time.

Baca juga:
BMKG Potensi Hujan: Harapan Tanpa Hujan di Palangka Raya
➜

Partisipasi masyarakat diharapkan tidak hanya terbatas pada pelaporan, tetapi juga pada upaya pencegahan seperti penyuluhan tentang teknik pertanian ramah api, pembuatan zona aman, serta penanaman kembali area yang pernah terbakar. Pemerintah kabupaten berjanji akan menyediakan bantuan bibit dan pelatihan bagi petani yang terdampak.

Jika program berjalan lancar, Bupati Heriyus berencana memperluas skema hadiah ke wilayah tetangga yang juga rawan kebakaran. Ia menekankan bahwa pencegahan karhutla memerlukan sinergi antara pemerintah, lembaga penegak hukum, serta seluruh lapisan masyarakat.

Dengan kombinasi insentif finansial, penegakan hukum, dan edukasi berkelanjutan, diharapkan angka kebakaran hutan di Murung Raya dapat ditekan secara signifikan pada musim kemarau tahun ini. Keberhasilan inisiatif ini akan menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengatasi tantangan lingkungan yang semakin kompleks.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *