Sinergi Pemkab Lamandau dan Polres Perkuat Penanganan Karhutla serta Antrean BBM
Ule.co.id – Pemkab Lamandau dan Polres Terus Bersinergi dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan serta mengatasi antrean bahan bakar minyak (BBM) yang menjadi keluhan masyarakat. Kolaborasi ini dipimpin oleh Bupati Lamandau Dr. Rizky Aditya Putra bersama Sekretaris Daerah M. Irwansyah, serta Kapolres Lamandau AKBP Eko Yusmiarto dalam rapat koordinasi yang dilaksanakan di ruang kerja kepolisian.
Rapat tersebut membahas dua isu strategis utama. Pertama, pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih sering terjadi di wilayah Nanga Bulik dan sekitarnya. Kedua, permasalahan antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang mengganggu mobilitas penduduk. Kedua isu tersebut memerlukan respons cepat, tepat, dan terukur, sehingga sinergi antara pemerintah daerah dan kepolisian menjadi kunci utama.
Dalam pembahasan karhutla, pihak Pemkab menekankan pentingnya langkah preventif, termasuk peningkatan pengawasan lapangan, penyuluhan kepada petani, serta penegakan hukum terhadap praktik pembakaran yang melanggar regulasi. Kapolres menambahkan bahwa unit kepolisian siap menyediakan tim cepat (rapid response) yang dilengkapi dengan peralatan pemadam dan kendaraan off‑road untuk mengakses daerah terpencil.
- Monitoring intensif area rawan kebakaran menggunakan drone dan satelit.
- Pembentukan posko koordinasi bersama antara Dinas Lingkungan Hidup, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan Polres.
- Pelatihan masyarakat lokal sebagai relawan pemadam kebakaran.
Sementara itu, permasalahan antrean BBM di SPBU ditangani melalui pendekatan terpadu. Pemerintah Kabupaten berkoordinasi dengan PT Pertamina untuk menambah suplai bahan bakar, mengoptimalkan jadwal pengiriman, serta memperbaiki sistem antrian digital. Kapolres menegaskan peran kepolisian dalam menjaga ketertiban, mencegah kerusuhan, dan memberikan arahan kepada pengendara selama proses pengisian.
“Sinergi Pemkab Lamandau sangat penting untuk memastikan setiap kebijakan dapat dijalankan secara efektif,” ujar Bupati Rizky Aditya. “Dengan dukungan Polres, kami dapat mengantisipasi karhutla lebih awal dan memastikan distribusi BBM berjalan lancar tanpa menimbulkan kepanikan.”
Kapolres AKBP Eko Yusmiarto menambahkan bahwa kerja sama ini tidak hanya bersifat administratif, melainkan melibatkan aksi nyata di lapangan. “Kami akan terus memperkuat koordinasi, termasuk berbagi data real‑time tentang kondisi cuaca, tingkat kelembaban, dan laporan masyarakat tentang potensi kebakaran,” katanya.
Upaya sinergi ini juga mencakup program edukasi kepada masyarakat melalui media lokal, penyuluhan di sekolah, serta pelatihan penggunaan alat pemadam sederhana. Diharapkan dengan meningkatkan kesadaran publik, risiko karhutla dapat ditekan secara signifikan.
Keberhasilan kolaborasi ini diukur melalui indikator seperti penurunan jumlah titik kebakaran, waktu respons tim pemadam, serta berkurangnya waktu tunggu di SPBU. Data awal menunjukkan penurunan 15% dalam jumlah kebakaran selama tiga bulan pertama sejak sinergi diterapkan, serta penurunan rata‑rata waktu antrean BBM sebesar 20 menit.
Dengan komitmen yang kuat dari kedua belah pihak, Pemkab Lamandau dan Polres terus memperkuat sinergi untuk menghadapi tantangan yang muncul. Harapan besar masyarakat adalah layanan publik yang lebih responsif, keamanan lingkungan yang terjaga, serta kelancaran distribusi BBM yang mendukung aktivitas ekonomi daerah.

