analitik

Israel vs Irlandia: Dari Kunjungan Netanyahu ke Abu Dhabi hingga Protes di Nations League

Ule.co.id – Isu israel vs kembali menjadi sorotan dunia ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan kunjungan tak terduga ke Abu Dhabi pada hari Minggu, sekaligus menambah ketegangan menjelang pertandingan UEFA Nations League antara Irlandia dan Israel yang memicu protes pemain dan penonton di Eropa.

Netanyahu bertemu langsung dengan Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan di oasis Al‑Ain, sebuah kota di perbatasan Oman‑UAE, dalam pertemuan yang dilaporkan berlangsung secara pribadi. Pertemuan tersebut terjadi setelah laporan media Israel, Haaretz, mengungkapkan bahwa Sheikh Mohammed sempat memperingatkan Netanyahu pada pertengahan September tentang rencana serangan besar Hamas, namun peringatan itu tidak disampaikan ke intelijen atau militer Israel. Netanyahu menolak tuduhan itu dan mengancam akan menuntut media yang mempublikasikannya. Kunjungan ini menandai upaya diplomatik UAE untuk memperkuat aliansi strategisnya dengan Israel, sebuah hubungan yang dibangun sejak Penandatanganan Abraham Accords 2020.

Baca juga:
Armenia vs Montenegro: Duel Panas UEFA Nations League, Siapa yang Akan Kuasai Puncak Grup?
➜

Sementara itu, di arena olahraga, tim nasional Irlandia menolak melakukan jabat tangan tradisional dengan pemain Israel sebelum pertandingan yang dijadwalkan di Nagyerdei Stadium, Debrecen, Hungaria. Semua pemain Irlandia mengenakan lencana hitam sebagai tanda solidaritas dengan korban konflik Palestina‑Israel, dan mereka menundukkan kepala saat lagu kebangsaan Israel diputar. Kapten Dara O’Shea dan pemain Israel Manor Solomon melewatkan kesempatan berjabat tangan, begitu pula pelatih Heimir Hallgrímsson dan Ram Ben Shimon. Keputusan ini diambil atas arahan resmi FAI yang menegaskan tidak akan ada foto bersama atau pertukaran trofi, menegaskan sikap politik Irlandia dalam konteks israel vs.

Protes tidak berhenti di lapangan. Gavin Bazunu, kiper utama Irlandia, secara terbuka menolak bergabung dalam skuad untuk pertandingan melawan Israel, menyatakan keberatannya karena “genosida di Gaza”. Keputusan Bazunu memicu perdebatan luas di media sosial, dengan pendukungnya memuji sikap moralnya, sementara kritikus menuduhnya mengkhianati tim nasional. Pada hari pertandingan, pub-pub di Dublin, termasuk Peadar Brown’s Pub di daerah Liberties, menolak menayangkan pertandingan sebagai bentuk solidaritas dengan rakyat Palestina. Pemilik pub, Aidan Brown, mencatat bahwa lebih dari 140 tempat di Irlandia dan luar negeri telah menolak menayangkan pertandingan, menyoroti besarnya dampak politik pada olahraga.

Reaksi Israel terhadap sikap Irlandia juga beragam. Pemain Israel Dor Peretz menyatakan kesiapan mereka untuk berjabat tangan jika lawan menginginkannya, sementara manajer Ram Ben Shimon menegaskan bahwa “tangan kami terbuka untuk semua”. Namun, ketegangan tetap tinggi ketika penonton Israel di stadion membunyikan teriakan pro‑Israel, sementara sejumlah kecil pendukung Irlandia menanggapi dengan sorakan dukungan bagi Palestina. Pada menit ketiga pertandingan, Irlandia mencetak gol ketiga melalui Jack Moylan, yang kemudian melepas lencana hitamnya, memegangnya ke arah penonton Israel, dan mencium lencana tersebut sebelum mencium badge Irlandia—tindakan yang menambah drama visual di tengah sorotan media internasional.

Baca juga:
Israel Serang Gaza Lagi Meski Sepakat Lanjutkan Gencatan Senjata, Delapan Warga Palestina Tewas
➜

Di tingkat diplomatik, kunjungan Netanyahu ke Abu Dhabi menegaskan bahwa meskipun hubungan antara Israel dan UAE masih baru, kedua negara berupaya memanfaatkan kerjasama keamanan dan ekonomi untuk menyeimbangkan pengaruh Iran di wilayah tersebut. UAE menegaskan bahwa komunikasi terbuka tetap terjaga sejak 2020, meskipun tidak ada pertemuan resmi pada level kepemimpinan sejak pertemuan rahasia di Al‑Ain pada Maret. Sementara itu, kritik domestik di Israel terus meningkat menjelang pemilihan umum, dengan oposisi menuding Netanyahu gagal mencegah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, meski Netanyahu menolak tanggung jawab.

Isu israel vs kini meluas dari arena politik ke lapangan hijau, mencerminkan bagaimana konflik regional dapat memengaruhi dinamika olahraga internasional. Keputusan Irlandia untuk menolak berjabat tangan dan menolak menayangkan pertandingan di bar menunjukkan bahwa aksi solidaritas dapat mengambil bentuk yang beragam, mulai dari gestur simbolis hingga boikot komersial. Sementara itu, kunjungan Netanyahu menegaskan kembali peran UAE sebagai mediator potensial di Timur Tengah, sekaligus menambah dimensi baru pada hubungan Israel‑UAE yang masih dalam tahap pengembangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *