Sejarah Baru Italia: Sebastiano Esposito Debut Bersama Kakaknya, Pio, dalam Kemenangan 4-1 atas Turki
Ule.co.id – Sebastiano Esposito mencatat debut internasionalnya pada laga UEFA Nations League melawan Turki, berdampingan dengan kakaknya, Pio Esposito, dalam susunan starter Italia. Kedua bersaudara menorehkan sejarah dengan menjadi duo pertama yang memulai bersama sejak 1915, menambah catatan panjang keluarga Esposito dalam skuad Azzurri.
Pertandingan yang digelar di Bursa Buyuksehir Belediye Stadium berakhir dengan skor 4-1 untuk Italia. Gol pembuka datang dari Alessandro Bastoni yang memanfaatkan kesalahan bek Turki, Zeki Celik. Pada menit ke-22, Davide Frattesi menambah keunggulan setelah rangkaian satu sentuhan melibatkan Pio Esposito dan Giacomo Raspadori. Pio kemudian mencetak dua gol tambahan, termasuk satu gol lewat tendangan bebas yang menambah jarak akhir menjadi 4-1.
Selain dua bersaudara, Roberto Mancini juga memberikan debut kepada Michael Kayode, Matteo Ruggeri, dan Sebastiano Esposito. Menjelang jeda pertama, terjadi kebingungan saat pergantian pemain karena kedua Esposito berbagi nama belakang. Awalnya staf teknis mengumumkan nomor tujuh, Pio, untuk digantikan, namun segera disadari bahwa yang dimaksud adalah Sebastiano. Pergantian akhirnya dilakukan dengan tepat, menambah warna unik pada laga yang sudah penuh aksi.
Kejadian ini mengingatkan pada momen-momen bersejarah sebelumnya, seperti dua bersaudara Inzaghi yang bermain bersama pada tahun 2000, serta Aldo dan Luigi Cevenini yang memulai bersama pada 1915. Sebelumnya, Salvatore Esposito, kakak tertua, pernah memperkenalkan nama keluarga ini di level senior pada 2022. Kini, ketiga bersaudara Esposito telah mencatatkan nama mereka dalam catatan internasional Italia.
Pio Esposito, yang sudah mencatat sepuluh penampilan dan lima gol untuk timnas, menuturkan kebanggaannya berbagi lapangan dengan adiknya. “Saya ingat betul debut saya tahun lalu, jadi saya berusaha tidak menambah beban pada bahunya. Semoga dia menikmati momen ini sepenuhnya,” ujar Pio setelah pertandingan. Sebastiano, meski belum mencetak gol, menunjukkan ketajaman dengan beberapa peluang berbahaya, menegaskan potensinya di lini depan.
Dari sisi taktik, Mancini memanfaatkan kecepatan dan kreativitas kedua Esposito untuk memperkuat serangan. Kombinasi antara kecepatan Pio di sisi kanan dan gerakan bebas ruang Sebastiano di tengah memberi variasi bagi Italia. Keberhasilan 4-1 ini tidak hanya meningkatkan posisi Italia di grup Nations League, tetapi juga memberikan kepercayaan diri bagi skuad muda yang dipimpin oleh Mancini dalam persiapan menuju kualifikasi Piala Dunia 2026.
Dengan kemenangan gemilang ini, Italia menatap laga selanjutnya dengan optimisme tinggi. Keberadaan tiga bersaudara Esposito di timnas menambah dimensi emosional dan taktik yang jarang terlihat. Bagi para penggemar, momen ini menjadi bukti bahwa warisan keluarga dapat bersinergi dengan ambisi nasional, menciptakan babak baru dalam sejarah sepakbola Italia.

