Bupati Seruyan Tekankan Pengelolaan Keuangan Koperasi Harus Transparan untuk Kemakmuran Berkelanjutan
Ule.co.id – Pengelolaan Keuangan Koperasi Harus Transparan menjadi fokus utama dalam pertemuan yang disaksikan langsung oleh Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, pada penandatanganan MoU antara PT Musirawas Citra Harpindo dan Koperasi Telaga Ringgit Harapan di Desa Terawan, Kecamatan Seruyan Raya. Dalam sambutannya, sang bupati menegaskan pentingnya Pengelolaan Keuangan Koperasi yang akuntabel, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh anggota, sebagai fondasi bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
Acara yang berlangsung pada Selasa, 22 September 2026, tidak hanya menandai aliran dana talangan dari perusahaan swasta, melainkan juga menegaskan sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan komunitas koperasi. Koperasi Telaga Ringgit Harapan, yang beroperasi di wilayah pertanian dan perikanan, diharapkan dapat memanfaatkan dukungan tersebut untuk memperkuat struktur keuangannya, meningkatkan layanan kepada anggota, serta mengoptimalkan potensi usaha bersama.
Bupati Seruyan menekankan bahwa Pengelolaan Keuangan Koperasi Harus Transparan tidak sekadar slogan, melainkan keharusan yang harus dijalankan secara konsisten. Ia menambahkan bahwa setiap pengurus wajib memahami peraturan perundang‑undangan, Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta standar akuntansi yang berlaku. Dengan prosedur administrasi yang rapi dan laporan keuangan yang dapat diakses anggota, kepercayaan publik terhadap koperasi akan semakin kuat.
Fungsi pengawasan juga menjadi sorotan penting. Dewan Pengawas diinstruksikan untuk bertindak sebagai perpanjangan tangan anggota, memastikan bahwa semua aktivitas operasional, administrasi, dan pengelolaan keuangan selaras dengan ketentuan yang ada. Menurut Bupati, keberadaan pengawas yang aktif dapat mencegah penyimpangan, mempercepat deteksi masalah, dan memberikan rekomendasi perbaikan secara tepat waktu.
MoU yang ditandatangani mencakup komitmen PT Musirawas Citra Harpindo untuk menyediakan dana talangan serta dukungan teknis dalam bidang manajemen keuangan dan pemasaran produk koperasi. Selain itu, perusahaan berjanji untuk melibatkan tenaga ahli dalam pelatihan anggota koperasi, sehingga mereka dapat mengelola usaha secara profesional dan berkelanjutan. Kerja sama ini diharapkan menjadi contoh kemitraan jangka panjang yang adil dan saling menguntungkan.
Dengan landasan Pengelolaan Keuangan Koperasi Harus Transparan, Bupati mengharapkan koperasi tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, melainkan menjadi motor penggerak peningkatan kesejahteraan anggota dan masyarakat sekitar. Transparansi keuangan diyakini dapat menarik investasi tambahan, memperluas jaringan pasar, serta menciptakan lapangan kerja baru. Seluruh pemangku kepentingan, termasuk camat, pemerintah desa, TNI, Polri, tokoh agama, dan masyarakat, turut mendukung visi tersebut.
Penutup acara diwarnai dengan harapan bahwa sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan koperasi akan menjadi fondasi iklim investasi yang kondusif di Kabupaten Seruyan. Bupati menegaskan komitmen berkelanjutan untuk memantau pelaksanaan program, sekaligus mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga integritas dan akuntabilitas dalam setiap langkah pengelolaan keuangan koperasi.

