Kamboja Laporkan Kasus Keempat Flu Burung H5N1 pada 2026, Lansia Dirawat Intensif
PHNOM PENH, Ule.co.id – Kamboja kembali mengonfirmasi kasus infeksi flu burung (avian influenza) H5N1 pada manusia. Seorang perempuan berusia 66 tahun dari Provinsi Svay Rieng, wilayah tenggara negara itu, dinyatakan positif, menambah total kasus menjadi empat sepanjang tahun 2026.
Kementerian Kesehatan Kamboja dalam pernyataan resminya, Rabu, menyebutkan pasien berasal dari Desa Trapaing Thkov, Distrik Romduol. Hasil positif diperoleh setelah uji laboratorium yang dilakukan oleh Institut Kesehatan Masyarakat Nasional Kamboja pada Selasa (21/4).
Saat ini, pasien telah menjalani perawatan intensif di rumah sakit dengan pengawasan ketat tim medis. Otoritas kesehatan memastikan langkah penanganan dilakukan secara cepat guna mencegah potensi penyebaran lebih luas.
Pemerintah setempat juga langsung melakukan pelacakan epidemiologi. Investigasi difokuskan pada sumber penularan, termasuk kemungkinan kontak dengan unggas yang terinfeksi. Selain itu, individu yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien tengah diperiksa dan dipantau secara aktif.
Sebagai bagian dari langkah mitigasi, obat antivirus telah didistribusikan kepada orang-orang yang teridentifikasi memiliki kontak langsung dengan korban. Langkah ini dilakukan untuk menekan risiko penularan lanjutan di tingkat komunitas.
Flu burung H5N1 merupakan virus yang umumnya menyerang unggas, terutama ayam dan bebek. Namun dalam kondisi tertentu, virus ini dapat menular ke manusia, biasanya melalui kontak langsung dengan unggas yang sakit atau lingkungan yang terkontaminasi.
Infeksi pada manusia tergolong serius. Gejala yang muncul antara lain demam tinggi, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, hingga gangguan pernapasan berat yang dapat berkembang menjadi komplikasi fatal bila tidak ditangani secara cepat dan tepat.
Munculnya kasus baru ini mempertegas pentingnya kewaspadaan, terutama di wilayah dengan aktivitas peternakan unggas yang tinggi. Otoritas kesehatan Kamboja mengimbau masyarakat untuk menghindari kontak langsung dengan unggas yang sakit atau mati mendadak serta menjaga kebersihan lingkungan.
Kasus keempat ini juga menjadi pengingat bahwa ancaman zoonosis—penyakit yang menular dari hewan ke manusia—masih menjadi tantangan kesehatan global. Pengawasan lintas sektor, termasuk kesehatan hewan dan manusia, dinilai krusial untuk mencegah potensi wabah yang lebih besar.

