analitik

F-15EX, F-35, dan Ghost Bat Siap Berburu Target Bersama dalam Kancah Pertahanan Global

PALANGKA RAYA, Ule.co.id – F-15EX, F-35, dan Ghost Bat siap berburu target bersama dalam upaya meningkatkan kemampuan pertahanan udara di kawasan Indo-Pasifik. Amerika Serikat dan Australia telah memulai kerja sama militer yang lebih erat dalam menghadapi ketegangan keamanan di kawasan tersebut. Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) telah mengintegrasikan pesawat nirawak tempur MQ-28 Ghost Bat milik Australia dengan program pesawat tempur tanpa awak generasi baru Amerika, Collaborative Combat Aircraft (CCA).

Langkah ini membuka peluang bagi personel militer AS untuk mengendalikan drone tempur Australia dalam operasi gabungan pada masa depan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Komandan Pacific Air Forces (PACAF) Jenderal Kevin Schneider setelah keberhasilan MQ-28 Ghost Bat berpartisipasi dalam latihan gabungan Exercise Valiant Shield 2026. Menurut Schneider, pengalaman dalam latihan itu kini menjadi bahan penting dalam penyempurnaan konsep operasi armada drone tempur CCA yang sedang dikembangkan USAF.

F-15EX, F-35, dan Ghost Bat siap berburu target bersama dalam upaya meningkatkan kemampuan pertahanan udara. Kerja sama tersebut melibatkan Experimental Operations Unit (EOU) yang bermarkas di Pangkalan Udara Nellis, Nevada. Satuan itu bertugas mengembangkan konsep operasi, taktik, teknik, serta prosedur penggunaan armada Collaborative Combat Aircraft, yang digadang-gadang menjadi tulang punggung kekuatan udara Amerika pada masa depan.

Sementara itu, China juga terus mengembangkan jet generasi keenam, yang dikenal sebagai J-36. Pesawat ini pertama kali menjadi perhatian internasional setelah rekaman penerbangannya beredar pada 26 Desember 2024. F-15EX, F-35, dan Ghost Bat siap berburu target bersama dalam kancah pertahanan global yang semakin kompleks.

Dalam latihan Valiant Shield 2026, MQ-28 terbang berdampingan dengan pesawat tempur terbaru Amerika F-15EX Eagle II. Meski belum dipastikan apakah F-15EX telah memberikan perintah langsung kepada drone tersebut, Boeing dan RAAF sebelumnya telah mendemonstrasikan kemampuan mengendalikan MQ-28 melalui pesawat peringatan dini E-7A Wedgetail. F-15EX, F-35, dan Ghost Bat siap berburu target bersama dalam upaya meningkatkan kemampuan pertahanan udara di kawasan Indo-Pasifik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *