Usai Penembakan di Sekolah, PM Thailand Stop Izin Pembelian Senjata Api
Ule.co.id – Usai penembakan di sekolah, PM Thailand stop izin pembelian senjata api, menjadi langkah tegas untuk meningkatkan keamanan di negara tersebut. Insiden penembakan massal di sebuah sekolah menengah di luar Bangkok pekan lalu menewaskan sembilan orang, termasuk pelaku yang berusia 14 tahun. Kejadian ini memicu reaksi cepat dari pemerintah Thailand untuk meningkatkan keselamatan sekolah dan mengatur kepemilikan senjata api.
Kabinet Thailand menyetujui usulan Kementerian Pendidikan untuk meningkatkan keamanan sekolah menjadi agenda nasional. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat pencegahan dan respons di lembaga pendidikan secara sistematis, melindungi anak-anak, guru, dan personel pendidikan di seluruh negeri. Seluruh sekolah telah ditetapkan sebagai “Zona Keselamatan Sekolah” dan wajib mendirikan pusat perlindungan hak, kebebasan, dan keselamatan di lingkungan mereka.
Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, memerintahkan penangguhan nasional penerbitan izin baru untuk membawa senjata api selama satu tahun. Ia mengatakan kebijakan tersebut bertujuan menjaga ketertiban umum, mengurangi risiko kekerasan, dan memulihkan kepercayaan masyarakat. Kementerian Dalam Negeri melalui Departemen Administrasi Provinsi juga menginstruksikan para pejabat daerah untuk memperketat proses pemeriksaan dalam penerbitan izin pembelian senjata api.
Usai penembakan di sekolah, PM Thailand stop izin pembelian senjata api, langkah ini diharapkan dapat mengurangi angka kejahatan bersenjata di Thailand. Negara ini mencatat salah satu tingkat kepemilikan senjata api sipil tertinggi di kawasan, dengan sekitar 10,3 juta pucuk senjata berada di tangan warga. Pemerintah Thailand berencana untuk mengesahkan undang-undang pengendalian senjata api yang lebih ketat dengan sanksi yang jauh lebih berat.
Pemerintah juga sedang mempertimbangkan langkah-langkah untuk membujuk pemilik sekitar empat juta senjata api tak berizin agar menyerahkannya kepada petugas. Selain itu, Anutin membidik pengawasan amunisi yang lebih ketat. Para penggiat pengendalian senjata api pun mendesak dilakukannya penilaian kesehatan mental sebagai bagian dari proses perizinan serta evaluasi izin secara berkala.
Usai penembakan di sekolah, PM Thailand stop izin pembelian senjata api, menjadi contoh langkah tegas yang diambil oleh pemerintah untuk meningkatkan keselamatan masyarakat. Dalam jangka panjang, kementerian pendidikan juga sedang menyusun kerangka legislasi tentang keselamatan sekolah dan akan memantau kondisi mental mereka yang terdampak, serta melakukan skrining gangguan stres pascatrauma pada bulan pertama, ketiga, dan keenam.
Dengan demikian, Usai penembakan di sekolah, PM Thailand stop izin pembelian senjata api, menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi warga Thailand, terutama anak-anak dan personel pendidikan.

