analitik

Siasat Baru Iran Masuk Bank BRICS demi Lawan Dominasi Sanksi Barat

Ule.co.id – Iran berencana memperkuat ketahanan ekonominya di tengah tekanan global dengan segera bergabung menjadi anggota New Development Bank (NDB), lembaga keuangan bentukan kelompok BRICS. Siasat baru Iran masuk bank BRICS demi lawan dominasi sanksi Barat ini diambil sebagai bagian dari strategi memperluas jaringan kerja sama keuangan alternatif di luar sistem Barat yang didominasi oleh mata uang dolar Amerika Serikat.

Dengan bergabung bersama lembaga tersebut, Iran berharap dapat meningkatkan pembiayaan proyek pembangunan dan mempercepat dedolarisasi di tengah tekanan sanksi internasional yang masih membelenggu negaranya. Langkah Iran untuk bergabung dengan New Development Bank (NDB) kian mendekati kenyataan setelah pertemuan penting di Jaipur, India.

Baca juga:
Dua Kapal Tanker Saudi Diserang, Trump Ultimatum Iran dan Houthi

Kepala Bank Sentral Iran, Abdolnasser Hemmati, langsung mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden NDB, Dilma Rousseff, pada Rabu (12/8/2026). Pertemuan ini bertujuan untuk membahas proses keanggotaan serta akses Iran terhadap fasilitas pendanaan bank tersebut. Dilansir Tasnim News Agency, keikutsertaan Iran dinilai penting oleh Rousseff karena potensi besar negara tersebut dalam memperluas kerja sama ekonomi baik di tingkat regional maupun internasional.

Siasat baru Iran masuk bank BRICS demi lawan dominasi sanksi Barat ini merupakan langkah strategis untuk menghadapi tekanan ekonomi yang dihadapi oleh negara tersebut. Dengan bergabung dengan NDB, Iran berharap dapat memperoleh akses ke pendanaan proyek pembangunan dan infrastruktur yang berkelanjutan, serta mempercepat dedolarisasi di tengah tekanan sanksi internasional.

Teheran mendorong dedolarisasi melalui penggunaan mata uang lokal serta integrasi sistem pembayaran BRICS berbasis teknologi finansial dan kecerdasan buatan, guna mengurangi ketergantungan pada kliring Barat. Dengan demikian, proses transfer dana lintas batas dapat berjalan lebih efisien tanpa harus melewati kliring perbankan Barat.

Baca juga:
Iran Batal Serang Ukraina Setelah Menerima Permintaan Maaf dari Kiev

Siasat baru Iran masuk bank BRICS demi lawan dominasi sanksi Barat ini juga bertepatan dengan ketegangan baru setelah Presiden AS Donald Trump mengeklaim bahwa Washington memegang kendali penuh atas aset-aset luar negeri Teheran yang dibekukan senilai miliaran dolar. Trump menyebut AS bertindak sebagai 'bankir' Iran dan mengancam akan membiarkan ekonomi negara tersebut runtuh secara perlahan jika tidak ada kesepakatan damai.

Iran meyakini bahwa kolaborasi keuangan yang solid di dalam wadah BRICS dapat meningkatkan ketahanan nasional mereka. Dengan bergabung dengan NDB, Iran berharap dapat memperoleh akses ke pendanaan proyek pembangunan dan infrastruktur yang berkelanjutan, serta mempercepat dedolarisasi di tengah tekanan sanksi internasional. Siasat baru Iran masuk bank BRICS demi lawan dominasi sanksi Barat ini merupakan langkah strategis untuk menghadapi tekanan ekonomi yang dihadapi oleh negara tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *