analitik

Bahlil Perintahkan Meutya Hafid Bentuk ‘Pasukan Udara’ Golkar untuk Hadapi Serangan Medsos – Strategi Komunikasi Partai

Ule.co.id – Bahlil perintahkan Meutya Hafid bentuk ‘pasukan udara’ Golkar untuk hadapi serangan medsos [titlebase] dalam sebuah pertemuan penting DPP Partai Golkar di Jakarta, Selasa 18 Agustus 2026. Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia, menekankan pentingnya pembentukan struktur Media dan Penggalangan Opini (MPO) yang ia sebut sebagai “pasukan udara” untuk melindungi citra partai dan mengantisipasi serangan di dunia maya.

Dalam sambutannya, Bahlil mengingat kembali pengalaman pribadinya pada awal tahun 2025 ketika ia menjadi sasaran kritik keras di media sosial, hingga ia menyebut dirinya “bubur ayam” karena pesan‑pesan partai tidak tersampaikan dengan baik. “Saya pernah menjadi bubur ayam di Januari 2025, dan itu mengajarkan betapa krusialnya tata kelola komunikasi yang tepat,” ujarnya. Pengalaman itu menjadi landasan bagi Bahlil untuk menekankan bahwa tanpa jaringan MPO yang solid, partai akan rentan terhadap manipulasi opini publik.

Baca juga:
Harga BBM Terbaru 30 Juli 2026, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite Kompak Turun

Perintah Bahlil kepada Meutya Hafid, yang sekaligus menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Digital, adalah agar MPO segera dibentuk di semua tingkatan struktural partai, mulai dari provinsi hingga kabupaten/kota. Ia menambahkan, “Pasukan udara ini kalau tidak, waduh, bahaya kita,” menegaskan urgensi langkah tersebut. Bahlil menekankan bahwa struktur baru ini harus diisi oleh kader‑kader yang aktif, terlatih, dan mampu menyebarkan narasi partai secara konsisten.

Meutya Hafid menyambut perintah tersebut dengan positif. Ia menyatakan komitmen untuk mengaktifkan jaringan MPO secara cepat, termasuk melakukan revitalisasi pada unit‑unit yang sudah ada serta mendirikan unit baru di daerah‑daerah yang belum memiliki struktur tersebut. “Kami akan memastikan setiap provinsi, kabupaten, dan kota memiliki tim yang siap mengelola media, menanggapi isu, serta membangun opini yang mendukung kebijakan partai,” kata Meutya dalam rapat internal.

Strategi “pasukan udara” ini tidak hanya berfokus pada reaksi cepat terhadap serangan, tetapi juga pada pencegahan. Bahlil menegaskan bahwa dengan jaringan MPO yang terintegrasi, partai dapat menyebarkan pesan‑pesan pro‑golkar sebelum muncul narasi negatif. Ia mencontohkan bagaimana partai dapat memanfaatkan platform digital, media sosial, dan portal berita lokal untuk menyiapkan konten yang informatif dan persuasif.

  • Langkah pertama: Identifikasi kader aktif di setiap daerah yang memiliki kemampuan komunikasi digital.
  • Langkah kedua: Pelatihan intensif tentang manajemen krisis media sosial, penulisan narasi, dan analisis sentimen publik.
  • Langkah ketiga: Pembentukan tim monitoring 24 jam untuk mengawasi pergerakan opini di platform utama.
  • Langkah keempat: Penyusunan kalender editorial yang selaras dengan agenda partai dan kebijakan pemerintah.

Para pengamat politik menilai perintah ini sebagai respons strategis terhadap dinamika politik digital yang semakin kompleks. Mereka mencatat bahwa partai‑partai lain sudah memiliki unit serupa, namun Golkar berupaya memperkuatnya dengan pendekatan yang lebih terstruktur. “Pasukan udara” diharapkan menjadi keunggulan kompetitif dalam memenangkan opini publik menjelang pemilihan legislatif berikutnya.

Baca juga:
Mengejutkan Dijuluki Gubernur Konten, Dedi Mulyadi Beri Jawaban Tak Terduga di Hadapan Warga Jabar

Selain itu, Bahlil menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor. Ia meminta agar tim MPO berkolaborasi dengan kementerian terkait, termasuk Kementerian Komunikasi dan Digital, serta lembaga survei untuk mendapatkan data real‑time mengenai persepsi publik. Dengan data tersebut, tim dapat menyesuaikan pesan secara cepat dan tepat sasaran.

Dalam sesi tanya‑jawab, beberapa anggota DPP menanyakan tentang alokasi anggaran untuk program ini. Bahlil menjawab bahwa anggaran akan dialokasikan dari dana operasional partai dan dukungan sponsor internal, dengan pengawasan ketat untuk memastikan transparansi.

Dengan langkah ini, Golkar berharap dapat memperkuat pertahanan digitalnya, mengurangi potensi disinformasi, serta meningkatkan efektivitas penyampaian kebijakan kepada masyarakat. Bahlil menutup pertemuan dengan harapan bahwa “pasukan udara” akan menjadi garda terdepan dalam menjaga citra partai di era digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *